Aceh Utara | Seluruh rangkaian agenda peringatan Milad Aceh Utara ke-800 telah berlangsung dan berakhir dengan sukses. Setelah agenda utama selesai, malam perayaan dilanjutkan dengan penampilan grup musik lokal Apache 13 yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat, Minggu (13/9/2026).
Penampilan musik tersebut menjadi hiburan penutup bagi masyarakat yang masih berada di lokasi kegiatan. Pada awalnya, suasana berlangsung tertib dan kondusif. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersama panitia juga telah mengatur posisi penonton, termasuk pemisahan area laki-laki dan perempuan.
Namun, seiring berjalannya penampilan, antusiasme masyarakat semakin meningkat. Sejumlah penonton mulai bergerak maju hingga masuk ke area lapangan. Kondisi tersebut membuat suasana semakin ramai, bahkan pagar pembatas di sekitar area penonton turut mengalami kerusakan.
Melihat situasi tersebut, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayahwa, langsung mengambil langkah tegas. Sekitar pukul 22.50 WIB, Bupati meminta penampilan dihentikan untuk mencegah suasana berkembang menjadi kerumunan dan euforia yang berlebihan.
“sudah cukup dan acara sudah selesai ini Matikan saja,”
(Kasep nyo, peumate laju, acara ka selesai nyoe) ,. ujar Ayahwa
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ayahwa tidak ingin antusiasme yang tinggi berubah menjadi suasana riuh yang berpotensi sulit dikendalikan.
Penghentian hiburan penutup dilakukan secara langsung. Kegiatan kemudian ditutup dengan tertib. Setelah itu, suasana di lokasi kembali kondusif dan masyarakat secara bertahap meninggalkan area kegiatan hingga seluruh rangkaian malam penutupan berakhir dengan aman.
Sikap tegas Ayahwa mendapat apresiasi dari sejumlah masyarakat yang berada di lokasi. Mereka menilai Bupati berani mengambil keputusan cepat ketika melihat kondisi mulai berubah, sehingga situasi tidak berkembang menjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Dengan berakhirnya agenda tersebut, seluruh rangkaian peringatan Milad Aceh Utara ke-800 resmi ditutup. Perayaan delapan abad Samudera Pasai berlangsung meriah, namun tetap mengedepankan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat hingga kegiatan benar-benar selesai.
{Jurnalis Agus Suriadi}





























