Fantastis! Dana Desa Prie Tanah Pasir Diduga Ditilap Rp 300 Juta Lebih: Dari Hak Anak Yatim hingga Gaji Tuha Peuet Lenyap?

AGUS SURIADI

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026 - 23:36 WIB

50273 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – Kabar mengejutkan datang dari Gampong Prie, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara. Sang pemimpin desa, Geuchik Syamsuddin, diduga kuat menilap Dana Desa tahun anggaran 2025 dengan angka fantastis mencapai lebih dari Rp300 juta.

Ironisnya, hingga memasuki awal Februari 2026, sang Geuchik dikabarkan menghilang “bak ditelan bumi.”

Daftar “Dosa” Anggaran Diduga Kuat Fiktif

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan penyelewengan menyasar hampir seluruh sektor vital desa. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga hak-hak sosial masyarakat kecil. Beberapa item yang diduga fiktif atau belum terealisasi sama sekali antara lain:

Pengaspalan Jalan (Tahap 1) Rp140.800.000 Belum Terealisasi

Ketahanan Pangan Rp99.747.000 Diduga Fiktif

Penyelenggaraan PAUD (Laptop, Seragam, Guru) Rp27.550.000 Belum Terealisasi

Insentif Guru Pengajian Rp 6.000.000 belum dibayarkan

Bantuan Anak Yatim/Piatu Rp4.000.000 Belum Disalurkan

Gaji Tuha Peuet (3 Bulan) Rp6.500.000 Belum Dibayar

BLT & Pemotongan BLT ± Rp10.800.000 Bermasalah

Posyandu & Posbindu Rp14.400.000 Belum Terealisasi

Pengadaan Lampu Jalan Rp8.750.000 Belum Terealisasi

Tuha Peuet Membenarkan Dugaan Tersebut

Ketua Tuha Peuet Gampong Prie, Muhammad, membenarkan adanya kegaduhan ini. Ia mengonfirmasi bahwa dugaan korupsi yang dilakukan sang Geuchik pada tahun anggaran 2025 memang mencapai angka Rp300 juta lebih.
“Benar, Geuchik sudah menghilang kurang lebih satu bulan ini,” ujar Muhammad dengan nada kecewa, Sabtu, 31/01/2026.

Bendahara Diduga Terlibat dan “Tantang” Warga

Kecurigaan tidak hanya tertuju pada Geuchik Syamsuddin. Bendahara Desa, M. Ilyas, juga terseret dalam pusaran dugaan korupsi ini. Dalam sebuah rapat yang digelar di Meunasah setempat baru-baru ini iya hadir

Namun, alih-alih memberikan solusi atau transparansi, sikap bendahara justru memicu amarah warga.

Sumber media menyebutkan bahwa pasca rapat, M. Ilyas terkesan menantang warga dengan mempersilakan mereka melapor ke pihak berwajib. “Lapor saja ke mana kalian suka,” Cetusnya sebagaimana ditirukan sumber.

Upaya Konfirmasi Nihil

Hingga berita ini ditayangkan, keberadaan Geuchik Syamsuddin masih misterius. Pesan WhatsApp hanya menunjukkan centang satu, dan panggilan telepon seluler pun tidak aktif.

Sementara itu, Bendahara M. Ilyas yang dimintai keterangan resmi oleh awak media memilih bungkam. Meski demikian, tim redaksi tetap berupaya memberikan ruang hak jawab bagi pihak-pihak terkait guna menyeimbangkan informasi.

Kasus ini kini menjadi perbincangan hangat di Aceh Utara, dan warga mendesak aparat penegak hukum (APH) serta Inspektorat untuk segera melakukan audit investigatif sebelum kerugian negara semakin membengkak.

Jika total dana yang diduga hilang adalah Rp300 juta lebih, maka secara hukum:

Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Baru (UU No. 1 Tahun 2023) yang resmi berlaku per 2 Januari 2026, tindak pidana korupsi dana desa senilai 300 juta rupiah lebih diatur dalam pasal khusus mengenai kerugian keuangan negara.

Pasal yang Berlaku (Pasal 603 KUHP Baru): Pelaku korupsi yang merugikan keuangan negara (termasuk dana desa) diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Denda: Selain penjara, pelaku diancam pidana denda paling sedikit Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah) dan paling banyak Rp2.000.000.000 (dua miliar rupiah).

Karakteristik: Pasal 603 KUHP Baru ini merubah delik korupsi menjadi delik materiil, yang artinya kerugian negara (dana desa Rp300 juta lebih) harus terbukti nyata.

Pidana Tambahan: Pelaku wajib membayar uang pengganti yang jumlahnya sama dengan harta benda yang diperoleh dari tindak pidana korupsi.

Ancaman pidana bagi bendahara yang terlibat (turut serta atau membantu) adalah sama berat dengan pelaku utama atau dikurangi 1/3 tergantung perannya, merujuk pada Pasal 21 atau Pasal 22 UU 1/2023. Jika terkait tindak pidana korupsi, ancaman pidananya bisa merujuk pada undang-undang tindak pidana korupsi khusus yang berlaku.

Pewarta (Fadly P.B)

Berita Terkait

Delapan Abad Samudera Pasai, Rangkaian Milad ke-800 Berakhir Sukses dan Meriah ‎
Wagub Aceh Dek Fadh Serahkan Bantuan Rp. 6,78 Miliar Untuk Aceh Utara
Disporaparekraf Aceh Utara Ajak Masyarakat Meriahkan Gerak Jalan Santai Milad Samudera Pasai ke-800
Karang Taruna Aceh Utara Ajak Pemuda dan Warga Sukseskan Peringatan 800 Tahun Samudera Pasai
Respon Cepat Pohon Tumbang Ganggu Jalan, Satlantas Polres Aceh Utara Langsung Turun Evakuasi
Pasca Banjir Bandang November 2025 Lalu, Harga TBS Di Aceh Utara Tembus Rp2.500 per Kg
Pimred Tribunpasee.com Ucapkan Selamat Hari Jadi Milad Samudra Pasai ke-800
Pimpin Hardikda ke-67, Bupati Aceh Utara Tekankan Penguatan Karakter dan SDM

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 10:17 WIB

Hujan Melanda Simpang Jernih Beberapa Hari Ini, Debit Air Sungai Mulai Naik, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Kamis, 10 September 2026 - 20:51 WIB

Tokoh Pemuka Agama, Dan Masyarakat Simpang Jernih Sambut Hangat Kapolres Aceh Timur Yang Baru

Kamis, 10 September 2026 - 13:52 WIB

Satsamapta Polres Aceh Timur Perkenalkan Byrna SD sebagai Senjata Beladiri

Kamis, 10 September 2026 - 13:45 WIB

Tongkat Komando Polres Aceh Timur Beralih ke AKBP Aris Cai Dwi Susanto

Selasa, 8 September 2026 - 14:12 WIB

Saweu Keude Kopi, Kapolsek Idi Tunong Perkuat Komunikasi dengan Warga

Selasa, 8 September 2026 - 13:57 WIB

Kapolsek Idi Rayeuk Ajak Warga Jauhi Judi Online, Ingatkan Dampaknya bagi Keluarga dan Pekerjaan

Minggu, 6 September 2026 - 01:17 WIB

Polsek Banda Alam Bersama Koramil 18 Perkuat Pencegahan Karhutla

Minggu, 6 September 2026 - 01:00 WIB

Sinergi TNI-Polri, Kapolsek Idi Tunong bersama Danramil Sambangi Warga Perkuat Sinergi

Berita Terbaru