Aceh Timur — Kondisi hunian sementara (huntara) di Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, menuai keluhan serius dari masyarakat. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah fasilitas dinilai tidak layak huni.
Beberapa permasalahan yang ditemukan di antaranya genangan air saat hujan, atap yang bocor, aliran listrik yang belum tersedia, hingga dinding bangunan yang sudah jebol.
Akibat kondisi tersebut, sekitar 70 persen masyarakat disebut belum dapat menempati huntara yang telah dibangun.
“Saat hujan air masuk dan tergenang, atap juga bocor. Listrik belum ada, bahkan ada dinding yang sudah rusak. Jadi banyak warga belum berani menempati,” ungkap salah seorang warga kepada media.
Menanggapi hal ini, pihak terkait melalui pak pitoy dari BNPB saat di hubungi pimred media tribunpasee.com menyampaikan bahwa persoalan tersebut akan diselesaikan terlebih dahulu dengan pihak vendor pelaksana.
“Itu diselesaikan dulu sama vendornya dan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Saat ini saya masih di Jakarta, sementara ditangani dulu oleh tim,”
Saya sekarang lagi di Jakarta. Yg handle kecamatan simpang jernih sekarang ada namanya Bang Evans”, ujarnya.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas agar huntara benar-benar layak huni, mengingat kebutuhan tempat tinggal yang mendesak pascabencana.





























