Aceh Timur – Cegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolsek Simpang jernih polres Aceh timur Polda Aceh Ipda Dwi Andika Lubis, SH MH
Menghimbau agar Masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dalam bentuk apa pun,
Yang dapat berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta keselamatan bersama.
Himbauan ini disampaikan langsung oleh Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K., Melalui Kapolsek Simpang Jernih Ipda Dwi Andika Lubis, SH MH pada Sabtu (29/08/2026).
Kapolsek Simpang jernih menjelaskan bahwa pembakaran hutan dan lahan merupakan perbuatan melanggar hukum dan akan ditindak tegas
Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain merusak ekosistem, kebakaran hutan dan lahan juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan akibat asap serta kerugian ekonomi bagi masyarakat.
“Larangan pembakaran hutan dan lahan memiliki dasar hukum yang kuat, di antaranya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan,
Serta Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat diancam pidana penjara hingga 15 tahun serta denda maksimal Rp 5 miliar,” terang Kapolsek simpang jernih.
Lebih lanjut, dalam kesempatan tersebut, Kapolsek simpang jernih juga menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam mencegah terjadinya karhutla.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kecamatan Simpang jernih untuk 8 desa se kecamatan agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Apabila melihat atau mengetahui adanya kebakaran hutan dan lahan, segera laporkan kepada pihak Kami
Kepolisian melalui layanan 110 atau aparat setempat agar dapat segera ditangani,” ujar Kapolsek.
Sambungnya, Polres Aceh Timur terkhususnya Polsek Simpang jernih berkomitmen untuk terus melakukan upaya pencegahan
Melalui sosialisasi, patroli, serta penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
“Diharapkan dengan adanya kerja sama antara Kepolisian dan masyarakat, wilayah kecamatan Simpang jernih dapat terhindar dari ancaman kebakaran hutan dan lahan serta tetap aman dan kondusif,” demikian harapnya.
{Jurnalis Agus Suriadi}





























