Potret Kesenjangan Infrastruktur Di Pedalaman Gampong HTI Ranto Naru

AGUS SURIADI

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:37 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIMPANG JERNIH | Bagaimana merdeka jika jembatan pun tak ada?. Pertanyaan ini sering terlintas di benak warga di pedalaman HTI Ranto Naru Kecamatan Simpang jernih Aceh timur.

Meskipun Indonesia merayakan 81 tahun kemerdekaan, kenyataan pahitnya masih ada wilayah-wilayah yang tertinggal jauh dalam hal pembangunan infrastruktur dasar.

Kabupaten Aceh timur, salah satu daerah terluas, memiliki lebih dari 513 desa dari 24 kecamatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenyataan bahwa banyak wilayah yang belum memiliki infrastruktur jalan yang memadai

Menggambarkan ketimpangan yang mencolok di tengah upaya pemerintah memacu pembangunan infrastruktur nasional

Perjuangan di Tengah Keterbatasan: Potret Kehidupan di ujung kecamatan Simpang jernih

Kabupaten Aceh timur yang dikenal dengan keindahan panoramanya, ternyata menyimpan realitas

Tantangan infrastruktur yang besar Di desa HTI Ranto Naru, Kecamatan Simpang jernih, Masyarakat menghadapi risiko setiap hari untuk menuju ke ibukota kecamatan.

Mereka harus melewati medan extreme nya terutama jalan tanpa jembatan menuju ke desa Melidi

Salah satu warga mengisahkan perjuangannya berangkat dari rumah menempuh perjalanan sedikit kurang setengah hari baru sampai di desa Melidi

Itu pun harus menempuh satu jam lagi perjalanan naik bot menuju ibukota kecamatan Simpang jernih

“Kadang kalau hujan deras, jadi harus nunggu lama. baru bisa melanjutkan perjalanan lagi

Kalau nggak berangkat turun, kebutuhan kami sehari hari nggak tercukupi stok barangnya” ungkapnya.,,

Kesenjangan sosial tetap menjadi tantangan utama yang perlu segera diatasi.

Ketimpangan Pembangunan: Antara Kemajuan Kota dan Keterbatasan Desa

Di tengah pesatnya perkembangan infrastruktur di kota-kota besar ketimpangan pembangunan antara perkotaan dan pedesaan semakin terasa.

Kota-kota tersebut terus menikmati fasilitas modern, seperti jalan tol, kereta cepat, dan bandara internasional,

Yang semakin mempermudah mobilitas dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Namun, di sisi lain, masyarakat pedesaan, seperti yang ada di Kabupaten Simpang jernih, masih menghadapi

Keterbatasan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi yang layak.

Meskipun ada sedikit perbaikan, sebagian besar warga Simpang jernih masih hidup di bawah garis kemiskinan,

Menggambarkan kesenjangan yang semakin dalam antara kawasan perkotaan dan pedesaan.

Ketimpangan ini bukan hanya soal ekonomi semata, melainkan juga menyentuh hak asasi manusia yang fundamental,

Seperti hak atas pendidikan yang layak, layanan kesehatan yang memadai, dan akses transportasi yang mudah.

Bagi banyak masyarakat pedesaan, semua hal tersebut sering kali terasa jauh dari jangkauan,

Menjadikan mereka terpinggirkan dalam pembangunan yang seharusnya menjadi hak bersama.

Untuk mengatasi kesenjangan ini, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Program “Desa Cerdas Infrastruktur” yang diusulkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi,

Bertujuan memberdayakan masyarakat lokal dalam merancang dan membangun infrastruktur sederhana dengan menggunakan teknologi murah dan ramah lingkungan.

Misalnya, berhasil membangun jembatan gantung yang menghubungkan dua bagian desa yang sebelumnya terpisah oleh sungai besar.

Inisiatif ini menunjukkan potensi crowdfunding sebagai alat pemberdayaan yang dapat diterapkan di desa-desa lain yang membutuhkan pembangunan infrastruktur.

Kemerdekaan sejati bukan hanya tentang lepas dari penjajahan, tetapi juga tentang memastikan setiap warga negara memiliki akses yang setara terhadap layanan dasar.

Keindahan alam Simpang jernih yang luar biasa seharusnya diimbangi dengan infrastruktur yang memadai

Agar keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan tetap terjaga.

Kini saatnya kita bergerak bersama untuk mewujudkan kemerdekaan yang merata, tanpa meninggalkan siapa pun di belakang.

“81 tahun merdeka, tapi tertinggal Jangan biarkan kalimat ini menjadi cerminan abadi bagi

Saudara-saudara kita di pedalaman Simpang jernih terkhususnya masyarakat HTI Ranto Naru. Saatnya bertindak.

{Jurnalis Agus Suriadi}

 

Berita Terkait

Kapolsek Idi Tunong Dorong Murid SDN 1 Buket Teukuh Tumbuh Disiplin dan Berkarakter
Warga Gampong Pedalaman HTI Ranto Naru Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
Keuchik Tampor Boor Hadir Untuk Lansia, 15 KK Sembako Tersalurkan
Pemerintah Gampong Tampur Boor Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Pasca Banjir, Bandang 2025, Lalu Warga Rantau Panjang Gotong-Royong Bersihkan Jalan Pemukiman Rumah Warga
Warga Rantau panjang Bidari Antusias Hadir Ikuti Posyandu Dan Cek Kesehatan Gratis
Kapolsek Peurlak Timur Hadiri Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, 1448 H
Warga Batu Sumbang Antusias Peringati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Presiden Akui Polri, Menurunkan Kahutla dari 500.000 jadi 7.000 Hektar

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:06 WIB

Marlina Usman Hadiri Pembukaan KKI 2026 di Jakarta, Ajak UMKM Aceh Berdaya Bersama

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Dittipidter Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Internasional Penyelundupan Emas Hasil Tambang Ilegal ke Dubai

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:49 WIB

NYAWA TAK ADA CADANGAN!” Agus Flores Instruksikan Wartawan Fast Respon Se-Indonesia Kawal Edukasi Tertib Lalu Lintas

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:31 WIB

Jadi Role Model Nasional Layanan Transportasi Publik Gratis, Mualem Raih Transportasi Indonesia Award 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Bahas Pemulihan Sawah dan Kebun dengan Mentan, Gubernur Mualem: Kami Butuh Dukungan Pak Menteri

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:35 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang Tegaskan Kedudukan Organisasi dan Jabatan Ketua

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:12 WIB

ATR/BPN Aceh Tamiang Terima Kunjungan DPC BAI Aceh Tamiang: Kekompakan dan Sinergi dalam Mendukung Pembangunan Pascabencana

Berita Terbaru