SIMPANG JERNIH — Perubahan kondisi aliran sungai kembali menjadi perhatian masyarakat di wilayah Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.
Berdasarkan pemantauan Media tribunpasee.com di lapangan, debit air sungai yang berasal dari kawasan hulu Lesten pinding, Kabupaten Gayo Lues, mulai menunjukkan kenaikan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aliran sungai dari kawasan hulu memiliki keterkaitan dengan wilayah Simpang Jernih hingga kawasan hilir Tamiang.
Ketika hujan terjadi di daerah hulu, perubahan debit dan derasnya arus dapat dirasakan di wilayah yang berada lebih rendah,
Sehingga perkembangan kondisi sungai perlu dipantau secara berkelanjutan.
Pemantauan di kawasan Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, memperlihatkan bahwa kondisi sungai perlu menjadi perhatian,
Terlebih kawasan tersebut berada dekat dengan jalur penyeberangan yang menghubungkan Batu Sumbang dengan Desa Pante Kera.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat tidak hanya di wilayah bantaran sungai Simpang Jernih yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Perhatian juga perlu diberikan kepada masyarakat di wilayah hilir, termasuk kawasan Aceh Tamiang, karena perubahan debit air dari hulu dapat memengaruhi kondisi aliran sungai di wilayah yang berada di bawahnya.
Kewaspadaan bukan berarti masyarakat harus panik. Justru, langkah paling penting adalah memastikan informasi
Mengenai kondisi sungai terus dipantau dan disampaikan secara cepat apabila terjadi perubahan yang signifikan.
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai, pengguna jalur penyeberangan,
Maupun warga yang melakukan aktivitas di dekat aliran air diharapkan lebih berhati-hati.
Terutama ketika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama.
Kondisi geografis Simpang Jernih membuat sungai memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat.
Sejumlah desa di wilayah ini memang memiliki keterhubungan aktivitas melalui jalur sungai.
Data BPS juga mencatat delapan desa yang berada dalam Kecamatan Simpang Jernih.
Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa peningkatan debit dan derasnya arus sungai dapat mengganggu mobilitas masyarakat.
Pada Desember 2024, misalnya, sarana penyeberangan antara Batu Sumbang dan Pante Kera pernah tidak dapat beroperasi setelah seling pengait getek terputus akibat tekanan debit air yang meningkat dan arus yang deras.
Karena itu, perkembangan debit air kali ini patut disikapi dengan kewaspadaan sejak dini.
Perangkat desa, masyarakat, serta unsur terkait diharapkan dapat saling berbagi informasi
Apabila terdapat perubahan tinggi muka air, kecepatan arus, maupun kondisi jalur penyeberangan.
Bagi masyarakat yang berada di kawasan hilir Aceh Tamiang, informasi dari wilayah hulu juga penting untuk diperhatikan.
Pemantauan bersama menjadi salah satu cara agar masyarakat memiliki waktu untuk mengambil langkah pengamanan apabila kondisi sungai berubah secara cepat.
Hingga berita ini di turunkan, kenaikan debit air belum dapat diartikan sebagai telah terjadinya banjir atau bencana.
Karena itu, masyarakat diimbau tetap tenang, tidak menyebarkan informasi Hoax yang belum terverifikasi,
Namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan kondisi sungai.
Pesannya sederhana, tetapi penting: ketika air di hulu mulai bergerak naik, masyarakat di sepanjang aliran sungai perlu lebih peka membaca keadaan.
Pantau kondisi sungai, perhatikan perkembangan cuaca, hindari aktivitas berisiko di sekitar arus deras,
Dan segera berkoordinasi dengan aparat atau pihak terkait apabila terjadi perubahan yang mengkhawatirkan.
Dari hulu Lesten pinding hingga Simpang Jernih dan wilayah hilir Tamiang, kewaspadaan bersama menjadi langkah awal untuk menjaga keselamatan masyarakat semuanya.
{Jurnalis Agus Suriadi}





























