Sekolah Rakyat, Hadirkan Harapan Baru Bagi Anak Bangsa

ABDIANSYAH,SST

- Redaksi

Jumat, 19 September 2025 - 21:18 WIB

5065 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dodi Mawardi, Direktur Sekolah Alam Cikeas. (Foto Ist).

Dodi Mawardi, Direktur Sekolah Alam Cikeas. (Foto Ist).

JAKARTA || Pemerintah Indonesia melalui inisiatif Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Sekolah Rakyat, sebuah langkah monumental dalam upaya pemerataan pendidikan di seluruh penjuru Tanah Air. Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, wilayah terpencil dan kelompok marginal yang selama ini masih menghadapi banyak kendala dalam mengakses pendidikan layak.

Sekolah Rakyat dirancang bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi sebagai pusat pembinaan karakter, pembentukan kecakapan hidup dan penguatan semangat kebangsaan. Dengan mengusung konsep berasrama, didukung oleh fasilitas lengkap serta tenaga pengajar profesional dan berdedikasi tinggi, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi titik balik dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama dari kalangan yang selama ini kurang terjangkau oleh sistem pendidikan formal konvensional.

Hal ini disampaikan oleh Dodi Mawardi, Direktur Sekolah Alam Cikeas melalui keterangannya, dalam sesi testimoni bertema “Sekolah Rakyat Hadirkan Harapan Baru Bagi Anak Bangsa”, Rabu (17/9).

Menurutnya, program ini merupakan inovasi yang sangat relevan dan penting untuk menjawab persoalan klasik pendidikan di Indonesi, yakni kesenjangan akses dan kualitas antarwilayah serta antar kelompok masyarakat. “Mendirikan sekolah berkualitas itu bukanlah hal mudah. Sekolah Rakyat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang setara bagi semua anak bangsa. Dengan guru-guru yang berkualitas, sarana yang memadai dan pendekatan pendidikan yang humanis, Sekolah Rakyat memberi harapan nyata bagi anak-anak yang selama ini terpinggirkan,” ujar Dodi.

Lebih lanjut, Dodi menekankan bahwa, konsep Sekolah Rakyat bukanlah sesuatu yang dirancang secara tergesa atau asal-asalan. Ia mengapresiasi pendekatan yang diambil pemerintah dalam merancang model pendidikan ini, yakni dengan mengadopsi dan mengadaptasi model dari berbagai sekolah unggulan yang sudah lebih dulu terbukti berhasil.

“Konsep Sekolah Rakyat ini mengacu pada berbagai sekolah unggulan yang telah ada dan sukses, seperti SMA Taruna Nusantara di Magelang, Sekolah Krida Nusantara di Bandung, Sekolah Pradita Dirgantara, serta Sekolah DEL di Sumatera Utara. Fasilitasnya tidak jauh berbeda. Bahkan, beberapa sekolah rakyat dirancang untuk memiliki asrama, laboratorium, fasilitas olahraga, serta ruang-ruang belajar yang mendukung proses pembelajaran yang aktif dan menyenangkan,” jelasnya.

Menurut Dodi, pendekatan berasrama tidak hanya memberikan efisiensi dan fokus belajar yang lebih baik bagi siswa, tetapi juga menjadi solusi bagi anak-anak yang tinggal jauh dari pusat-pusat pendidikan atau berasal dari daerah terpencil yang sulit dijangkau. Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program ini serta keterlibatan berbagai pihak, baik dari kalangan masyarakat, dunia usaha, maupun lembaga pendidikan swasta, untuk memastikan Sekolah Rakyat terus berkembang dan mampu menghasilkan generasi unggul masa depan.

“Ini bukan hanya program pemerintah, tapi gerakan bersama. Pemerintah mungkin menjadi penggeraknya, tetapi keberhasilan Sekolah Rakyat akan sangat ditentukan oleh sinergi semua pihak, terutama di daerah-daerah. Yang terpenting, anak-anak
yang selama ini terabaikan kini punya peluang yang sama untuk belajar, tumbuh dan berprestasi,” tambahnya.

Di tengah tantangan pendidikan nasional yang masih diwarnai disparitas kualitas antarwilayah, rendahnya angka partisipasi sekolah di kelompok miskin, serta keterbatasan tenaga pendidik di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bentuk intervensi nyata yang sangat dibutuhkan.

Dodi menutup testimoninya dengan harapan, agar program ini benar-benar diwujudkan dengan konsisten, penuh integritas dan berbasis pada kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

“Sekolah Rakyat adalah langkah positif yang perlu didukung semua pihak. Saya berharap implementasinya tidak hanya berhenti di atas kertas atau seremoni peresmian semata. Ini harus menjadi gerakan yang terus berlanjut, tumbuh dan menjadi tumpuan masa depan pendidikan kita. Semoga pelaksanaannya sesuai dengan rencana awal dan membawa manfaat nyata bagi anak-anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” pungkasnya.

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu program prioritas dalam upaya membangun fondasi Indonesia Emas 2045, di mana pendidikan menjadi kunci utama dalam mencetak generasi unggul yang berdaya saing global, berkarakter dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan. (Red).

Berita Terkait

Samsuri Jadi Capres RI 2029, PCN Serukan Konsolidasi Nasional
Abdul Haris Nepe Nilai, Aksi Anarkis Justru Menggerus Dukungan Publik terhadap Mahasiswa
Stop Narasi Liar, Video Golf Kepala BGN Adalah Aksi Kemanusiaan
Jangan Dipelintir: Video Golf Kepala BGN Bertujuan Sosial
Gelar Networking Literasi, Strategi Menghasilkan Cuan Melalui Ebook
Ketum Kabomania, Muhammad Yusuf Kiat: Supporter untuk Tidak Ikut Aksi yang Merusak Supporter Dunia Sepak Bola
Peduli Bencana Banjir Aceh, eMKa Menata Keluarga karakter eling indonesia. Ketua Melly Kiong sering Di sapa Emak Serahkan Bantuan
Ketua Yayasan Karuna Liberatia Indonesia: Pentingnya Komunikasi dan Kolaborasi Dengan Berbagai Pihak, Dalam Penanganan Kasus Human Trafficing dan Kekerasan Terhadap Perempuan

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 17:15 WIB

Polsek Dewantara Panen Jagung Perdana Bersama Gapoktan Sinar Tani di Paloh Gadeng

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:32 WIB

Tatapan Anak Negeri Menjelang Ramadhan,TNI Hadir Untuk Menjawab

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:20 WIB

Camat Tanah Pasir Bungkam, Skandal Rp 300 Juta Dana Desa Prie Jadi Tanya: Monev Hanya Seremonial?

Senin, 2 Februari 2026 - 23:36 WIB

Fantastis! Dana Desa Prie Tanah Pasir Diduga Ditilap Rp 300 Juta Lebih: Dari Hak Anak Yatim hingga Gaji Tuha Peuet Lenyap?

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:57 WIB

Polsek Baktiya Cek Pabrik Sagu Diduga Cemari Sungai Di Alue Bilie Rayeuk

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:11 WIB

Usai Salurkan Bantuan Sandang Dan Pangan, Akmal Daud Serahkan Ratusan Alquran Dan Bersihkan Fasilitas Umum

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:56 WIB

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Kunjungi Posko Pengungsian Terdampak Bencana Di Aceh Utara

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:08 WIB

Sahabat Maju Peduli Salurkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Banjir Bandang Aceh

Berita Terbaru