JARA Desak APH Usut Dugaan Pungli di SMAN 1 Matangkuli, Soroti Fungsi Pengawasan Kacabdin Aceh Utara

Fadly P.B

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026 - 13:36 WIB

50201 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Rizki Maulizar, Juru Bicara LSM JARA

Foto: Rizki Maulizar, Juru Bicara LSM JARA

‎‎Aceh Utara – Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh (JARA) mendesak aparat penegak hukum (APH) mengusut dugaan pungutan liar (pungli) yang disebut terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara. Organisasi tersebut juga meminta Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Aceh Utara segera menjalankan fungsi pengawasan terhadap persoalan tersebut.

‎Juru Bicara JARA, Rizki Maulizar, menilai dugaan praktik pungutan di lingkungan sekolah itu tidak boleh diabaikan. Menurut dia, apabila terbukti terdapat pungutan yang bertentangan dengan ketentuan, maka aparat penegak hukum perlu melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

‎” Jika benar terjadi praktik pungutan yang tidak sesuai aturan, APH harus turun tangan mengusut tuntas. Dunia pendidikan tidak boleh menjadi ruang bagi praktik-praktik yang merugikan masyarakat,” kata Rizki dalam keterangan tertulis, Senin (13/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Rizki menyebut, pihaknya menerima informasi adanya dugaan pungutan terhadap peserta didik baru dengan modus pendaftaran ulang, yang di dalamnya diduga disertai penjualan pakaian sekolah dan sejumlah perlengkapan lainnya. Menurut informasi yang diterima JARA, setiap wali murid peserta didik baru disebut harus mengeluarkan biaya hampir Rp500 ribu. Namun, ia meminta aparat memastikan kebenaran informasi tersebut melalui proses hukum yang berlaku.

‎Selain meminta penegakan hukum, JARA juga mempertanyakan fungsi pengawasan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Utara. Menurut Rizki, Kacabdin semestinya segera melakukan klarifikasi dan pemeriksaan internal setelah muncul pemberitaan di media massa.

‎” Kami mempertanyakan bagaimana fungsi pengawasan Kacabdin Aceh Utara. Seharusnya dilakukan penelusuran dan klarifikasi sejak persoalan ini mencuat ke publik, bukan menunggu adanya laporan resmi kepada aparat penegak hukum,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, apabila ditemukan adanya unsur pungutan liar, maka perbuatan tersebut dapat diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

‎Sebelumnya, dugaan pungutan di SMAN 1 Matangkuli menjadi perhatian publik setelah muncul informasi mengenai dugaan pungutan terhadap peserta didik baru dengan modus pendaftaran ulang, yang disebut berkaitan dengan penjualan pakaian sekolah dan sejumlah suvenir yang diduga bersifat wajib.

‎Dugaan pungutan tersebut diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui mekanisme pengawasan internal maupun proses hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku. Kejelasan fakta dinilai penting untuk menjaga integritas dunia pendidikan serta memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan layanan pendidikan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMAN 1 Matangkuli, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Utara, maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi.

Media ini tetap membuka ruang seluas-luasnya kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan untuk menyampaikan klarifikasi, hak jawab, maupun penjelasan resmi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Apabila keterangan resmi diterima, redaksi akan memuatnya secara proporsional sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.

Berita Terkait

Karang Taruna Aceh Utara Ajak Pemuda dan Warga Sukseskan Peringatan 800 Tahun Samudera Pasai
Respon Cepat Pohon Tumbang Ganggu Jalan, Satlantas Polres Aceh Utara Langsung Turun Evakuasi
Pasca Banjir Bandang November 2025 Lalu, Harga TBS Di Aceh Utara Tembus Rp2.500 per Kg
Pimred Tribunpasee.com Ucapkan Selamat Hari Jadi Milad Samudra Pasai ke-800
112 Sertipikat Elektronik PTSL Diserahkan kepada Warga Lubuk Damar, Kepastian Hukum Hak Atas Tanah Diperkuat
Pimpin Hardikda ke-67, Bupati Aceh Utara Tekankan Penguatan Karakter dan SDM
Peringati Hari Lahir Kejaksaan ke-81, Enam Nadzir Terima Sertipikat Tanah Wakaf di Aceh Tamiang
Aceh Tamiang Marks 81st Anniversary of the Indonesian Prosecutor’s Office with Symbolic Presentation of Waqf Land Certificates to Six Nadzir

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:38 WIB

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Senin, 25 Mei 2026 - 17:38 WIB

DPC BAI ACEH TAMIANG GALANG DANA UNTUK PEMBANGUNAN MASJID AGUNG YANG BELUM SELESAI SELAMA TIGA PERIODE

Kamis, 30 April 2026 - 22:06 WIB

Buruh Makassar Suarakan Stabilitas Ekonomi dalam Peringatan May Day 2026

Minggu, 12 April 2026 - 17:45 WIB

Momentum Idul Fitri, PDBN, PGSI dan RSINU Gandeng Bank BTN, Gelar Khitan Massal Gratis Tahap Kedua

Jumat, 3 April 2026 - 16:31 WIB

Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU Optimalisasi Sertipikas Tanah Wakaf

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:16 WIB

Pelatihan Transpersonal Clinical Hypnotherapy UGM Jadi Tonggak Baru Legitimasi Ilmiah

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:12 WIB

Penjajahan Gaya Baru di Aspal Ibu Kota, Ranny Fahd A Rafiq Bongkar Siasat ‘Biaya Siluman’ yang Memiskinkan Rakyat.

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:44 WIB

Skakmat Permanen: Terbongkarnya Desain Sistemik yang Menjadikan Rakyat Bahan Bakar Mesin Oligarki Global, Ini Kata Fahd A Rafiq

Berita Terbaru