Polemik video Dun Belanda memanas. Kaperwil Mitrapolisi.com Aceh menantang pembuktian atas tudingan terhadap wartawan asal Nias

AGUS SURIADI

- Redaksi

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:14 WIB

5049 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TIMUR – Kepala Perwakilan Mitrapolisi.com Provinsi Aceh, M. Haris Nduru, meminta Dun Belanda memberikan klarifikasi secara terbuka terkait video yang beredar di TikTok dan sejumlah grup media sosial.

Dalam video yang disebut diunggah melalui akun TikTok @dunbelanda87767 pada 1 Juni 2026, Dun Belanda menyampaikan pernyataan mengenai seorang wartawan yang disebut berasal dari Nias dan tinggal di Idi, Kabupaten Aceh Timur. Ia juga menyebut adanya dugaan upaya pemerasan terhadap seorang kepala dinas yang dikaitkan dengan wartawan tersebut.

Haris mengatakan pernyataan itu perlu dijelaskan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Menurut dia, sepanjang pengetahuannya, dirinya merupakan satu-satunya wartawan asal Nias yang aktif menjalankan tugas jurnalistik di wilayah Aceh Timur.

“Saya meminta saudara Dun Belanda menjelaskan secara terbuka siapa wartawan yang dimaksud dalam video tersebut. Jika memang benar ada komunikasi sebagaimana yang disampaikan, silakan tunjukkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” kata Haris kepada wartawan, Minggu, 26 Juli 2026.

Menurut Haris, penyebutan identitas etnis dan domisili tanpa penjelasan yang utuh berpotensi menimbulkan salah tafsir dan berdampak terhadap nama baik pihak lain yang tidak memiliki kaitan dengan persoalan tersebut.

Ia meminta agar, apabila memang terdapat bukti berupa nomor telepon, rekaman komunikasi, maupun riwayat percakapan, seluruhnya disampaikan melalui mekanisme yang sesuai sehingga informasi yang beredar dapat diuji secara terbuka.

“Jangan biarkan publik berspekulasi. Jika memang ada bukti, silakan dibuka secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun apabila tidak ada, sebaiknya dilakukan klarifikasi agar tidak berkembang menjadi opini yang merugikan pihak lain,” ujarnya.

Haris menegaskan setiap orang berhak menyampaikan pendapat di ruang publik. Namun, menurut dia, setiap pernyataan yang mengandung dugaan terhadap seseorang harus disertai fakta dan bukti yang jelas.

Ia juga mengingatkan bahwa profesi wartawan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena itu, setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan insan pers seharusnya disampaikan melalui mekanisme hukum atau prosedur yang berlaku, disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Mumpung saudara Dun Belanda sudah kembali ke Aceh Timur, saya meminta agar saudara menjelaskan kepada publik siapa wartawan asal Nias yang dimaksud dalam video tersebut. Tunjukkan bukti komunikasi, kapan peristiwa itu terjadi, dan apa dasar pernyataan tersebut agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak terjadi kesalahpahaman,” kata Haris.

Ia berharap persoalan itu dapat diselesaikan secara terbuka dan berdasarkan fakta sehingga tidak menimbulkan polemik berkepanjangan maupun memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap profesi wartawan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan atau tanggapan dari Dun Belanda mengenai permintaan klarifikasi tersebut.

Berita Terkait

Melalui Saweu Keude Kopi, Polsek Idi Tunong Bangun Kepercayaan Warga demi Menjaga Kamtibmas
Kapolsek Nurussalam dan Warga Perkuat Kebersamaan Lewat Gotong Royong
Polsek Darul Ihsan Panen Jagung Perdana Bersama Kelompok Tani Binaan
‎Ketua YARA Langsa Desak Polres Langsa dan Kajari Aceh Timur Periksa Dugaan Pungli Di Puskesmas Bireum Bayeun Aceh Timur
Saweu Keude Kupi, Kapolsek Idi Tunong Dorong Pemahaman Qanun Adat sebagai Pilar Penyelesaian Sengketa di Gampong
Dari Gampong ke Gampong, Kanit Binmas Polsek Banda Alam Perkuat Kamtibmas Lewat Dialog dengan Warga
Tokoh Masyarakat Darul Ihsan Desak Pemerintah Segera Legalkan Pengelolaan Sumur Minyak Rakyat
Sinergi TNI-Polri Dijaga, Kapolres Aceh Timur Hadiri Lepas Sambut Dandim 0104/Aceh Timur

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:14 WIB

Polemik video Dun Belanda memanas. Kaperwil Mitrapolisi.com Aceh menantang pembuktian atas tudingan terhadap wartawan asal Nias

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:24 WIB

Melalui Saweu Keude Kopi, Polsek Idi Tunong Bangun Kepercayaan Warga demi Menjaga Kamtibmas

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:12 WIB

Kapolsek Nurussalam dan Warga Perkuat Kebersamaan Lewat Gotong Royong

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:00 WIB

Polsek Darul Ihsan Panen Jagung Perdana Bersama Kelompok Tani Binaan

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:32 WIB

Saweu Keude Kupi, Kapolsek Idi Tunong Dorong Pemahaman Qanun Adat sebagai Pilar Penyelesaian Sengketa di Gampong

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:40 WIB

Dari Gampong ke Gampong, Kanit Binmas Polsek Banda Alam Perkuat Kamtibmas Lewat Dialog dengan Warga

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:19 WIB

Tokoh Masyarakat Darul Ihsan Desak Pemerintah Segera Legalkan Pengelolaan Sumur Minyak Rakyat

Minggu, 19 Juli 2026 - 03:11 WIB

Sinergi TNI-Polri Dijaga, Kapolres Aceh Timur Hadiri Lepas Sambut Dandim 0104/Aceh Timur

Berita Terbaru