SIMPANG JERNIH — Puluhan lahan persawahan milik masyarakat di Dusun Jati, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur,
Dilaporkan mengalami kerusakan akibat abrasi aliran sungai yang terus mengikis badan sungai dan lahan pertanian warga. 01/10/2026
Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat setempat karena abrasi tidak hanya mengancam lahan produktif,
Tetapi juga berpotensi mempersempit areal persawahan yang selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan warga.
Warga menyebutkan, derasnya arus sungai secara perlahan menggerus tepian lahan.
Material tanah di sepanjang bantaran sungai terbawa arus, di perkirakan 150 meter
Sudah melewati jembatan penghubung dusun jati dan hampir mendekati turunan jalan rabat beton
Sehingga sebagian areal persawahan semakin mendekati aliran sungai dan mengalami kerusakan.
Dok : Foto kondisi Jembatan Dusun Jati Yang Terkikis Abrasi Sungai Simpang Jernih
Bagi masyarakat Dusun Jati, persoalan tersebut bukan sekedar kerusakan lahan.
Sawah merupakan aset penting yang menopang kebutuhan ekonomi keluarga.
Jika abrasi terus dibiarkan tanpa penanganan, warga khawatir
Kerugian akan semakin besar dan luas lahan pertanian yang terdampak terus bertambah.
“Kami berharap pemerintah daerah segera turun melihat langsung kondisi di lapangan.
Jangan sampai abrasi ini semakin parah dan sawah masyarakat semakin banyak yang hilang,” harap salah seorang warga.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi teknis terkait dapat melakukan survei dan kajian terhadap kondisi bantaran sungai,
Sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat, baik melalui penguatan tebing,
Pembangunan pengaman sungai, maupun solusi teknis lainnya sesuai hasil kajian di lapangan.

Warga juga berharap penanganan dilakukan secara cepat dan terukur, mengingat abrasi merupakan proses yang dapat terus berlangsung
Apabila tidak segera dikendalikan, terutama ketika debit dan arus sungai meningkat.
Masyarakat Dusun Jati pada prinsipnya tidak hanya mengharapkan bantuan setelah kerusakan semakin meluas.
Mereka menginginkan langkah pencegahan dan penanganan sejak dini agar lahan pertanian yang masih tersisa dapat diselamatkan.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut
Dengan turun langsung ke lokasi, mendengar aspirasi masyarakat, serta menyusun langkah penanganan berdasarkan kondisi faktual di lapangan.
Warga berharap persoalan abrasi di Dusun Jati tidak berhenti sebagai laporan, tetapi segera mendapat tindak lanjut nyata
Demi melindungi lahan pertanian dan keberlangsungan kehidupan masyarakat setempat.
{Jurnalis Agus Suriadi}





























