ACEH TAMIANG — Respons cepat ditunjukkan Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., setelah menerima informasi mengenai musibah rumah warga yang tertimpa pohon akibat angin kencang di Dusun Melur, Kampung Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Senin sore (26/10/2026). Dalam peristiwa tragis tersebut, seorang anak berusia 4 tahun 6 bulan meninggal dunia, sementara ibunya mengalami luka-luka.

Begitu menerima laporan, Bupati Armia Pahmi langsung memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Aceh Tamiang untuk segera mengambil langkah penanganan yang diperlukan. Kepala BPBD pun langsung turun ke lokasi guna melakukan penanganan darurat dan memastikan kebutuhan korban mendapat perhatian pemerintah daerah.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang tertimpa musibah, Bupati Armia Pahmi turut mengunjungi rumah duka bersama Kepala Dinas Sosial Aceh Tamiang beserta sejumlah staf. Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Muhammad Azzam, anak kedua pasangan Idrus dan Yolanda S. Yamali.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang beserta masyarakat, kami turut merasakan duka yang dialami keluarga ini. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ungkap Armia Pahmi saat berada di rumah duka.
Bupati menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Ia berharap kehadiran pemerintah beserta bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga korban. Armia Pahmi juga menyampaikan bahwa upaya perbaikan rumah yang rusak akan dilakukan secepatnya agar keluarga dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, angin kencang menyebabkan sebatang pohon besar tumbang dan menimpa rumah yang dihuni satu keluarga. Reruntuhan bangunan mengakibatkan Muhammad Azzam, yang masih berusia 4 tahun 6 bulan, meninggal dunia. Sementara itu, Yolanda, ibu korban, mengalami luka-luka. Saat dimintai keterangan, Yolanda belum dapat memberikan penjelasan karena masih mengalami trauma dan berduka atas kehilangan anaknya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Di tengah duka yang menyelimuti keluarga korban, respons cepat pemerintah daerah diharapkan tidak hanya memberikan bantuan darurat, tetapi juga memastikan pemulihan tempat tinggal dan pendampingan bagi keluarga yang terdampak.
(Andi)





























