SIMPANG JERNIH | Banjir yang melanda Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, mulai menunjukkan tanda-tanda surut.
Meski genangan air di permukiman warga Dusun Alur Merbo mulai mengering, dampak bencana belum sepenuhnya berakhir.
Sekitar 30 kepala keluarga (KK) masih bertahan di tempat pengungsian demi menjaga keselamatan di tengah potensi perubahan debit air sungai.
Berdasarkan hasil monitoring pada Senin, 12 Oktober 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, genangan yang sebelumnya merendam permukiman warga mulai berangsur surut.
Warga terdampak pun mulai membersihkan rumah masing-masing dari lumpur dan material sisa banjir yang tertinggal namun, kondisi tersebut belum menjadi alasan untuk lengah.
Sebagian warga Dusun Alur Merbo masih memilih mengungsi ke rumah kerabat dan gedung sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga situasi dinilai lebih aman.
Banjir dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengakibatkan meluapnya aliran sungai di wilayah Simpang Jernih.
Kondisi geografis dan dinamika debit air sungai membuat kewaspadaan tetap diperlukan, meskipun air di sejumlah titik permukiman telah surut.
Polsek Simpang Jernih Intensifkan Pemantauan
Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Polsek Simpang Jernih terus melakukan pemantauan perkembangan debit air sungai
Sekaligus mengingatkan masyarakat agar tetap siaga terhadap kemungkinan banjir susulan.
Kapolres Aceh timur AKBP Aris Cai Dwisusanto, S.I.K. ,M.I.K melalui Kapolsek Simpang Jernih, Ipda Dwi Andika Lubis, S.H., M.H., bersama personel turun langsung melakukan monitoring kondisi wilayah terdampak.
Warga juga diimbau untuk mengamankan barang-barang berharga serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga apabila debit air kembali meningkat.
Langkah pemantauan ini menjadi bagian penting dalam mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan,
Terutama bagi warga yang rumahnya berada di kawasan rawan luapan sungai.
Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan monitoring tersebut yakni Kapolsek Simpang Jernih Ipda Dwi Andika Lubis, S.H., M.H.; Aiptu I.A. Nirwana, S.H., selaku Kanit Propam.
Aipda Ibrahim, S.H., selaku Bhabinkamtibmas; Aipda Dennis R., S.H., selaku Kanit Intelkam; serta Geuchik Desa Pante Kera, M. Sabillah.
Air Surut Bukan Berarti Ancaman Berakhir
Situasi yang mulai membaik di Pante Kera menjadi kesempatan bagi warga untuk memulihkan kondisi rumah dan lingkungan.
Namun, keselamatan masyarakat tetap harus menjadi prioritas, mengingat perubahan cuaca dan kenaikan debit sungai dapat terjadi sewaktu-waktu.
Warga diharapkan terus mengikuti imbauan petugas, memantau kondisi lingkungan, serta segera mencari tempat yang lebih aman apabila air kembali naik.
Bagi masyarakat yang masih mengungsi, keselamatan harus menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan kembali ke rumah masing-masing.
Di tengah proses pemulihan pascabanjir, koordinasi antara aparat kepolisian, pemerintah gampong, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan perkembangan situasi dapat direspons secara cepat dan tepat.
Polsek Simpang Jernih menegaskan pemantauan akan terus dilakukan guna mengikuti perkembangan debit air dan kondisi masyarakat terdampak.
Harapannya, situasi segera pulih sehingga warga dapat kembali beraktivitas dengan aman, tanpa mengabaikan potensi ancaman banjir susulan.
Catatan redaksi tribunpasee.com : Jumlah pengungsi sekitar 30 KK berdasarkan laporan monitoring Perkembangan kondisi sungai dan pengungsian masih perlu dipantau secara berkala.
{Jurnalis Agus Suriadi}





























