ACEH TIMUR – Ancaman banjir kembali membayangi warga Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.
Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur kawasan tersebut memicu kenaikan debit air sungai dari wilayah hulu Lokop dan Lesten.
Kondisi ini mulai mengkhawatirkan setelah air dilaporkan bergerak memasuki kawasan permukiman warga Pante Kera.
Berdasarkan informasi yang dihimpun.media tribunpasee.com , situasi tersebut terpantau pada Senin malam, tepat pukul 00.35 WIB.
Pergerakan air yang terus meningkat menjadi sinyal peringatan bagi masyarakat, terutama warga yang bermukim di kawasan rendah dan berdekatan langsung dengan aliran sungai.
Kenaikan debit air dari wilayah hulu patut diwaspadai karena perubahan kondisi cuaca dan kiriman air dapat mempercepat peningkatan permukaan sungai.
Dalam situasi seperti ini, warga diharapkan tidak lengah, sekalipun air belum mencapai ketinggian yang membahayakan.

Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Masyarakat Pante Kera dan wilayah lain di Kecamatan Simpang Jernih diimbau meningkatkan kewaspadaan atau siaga tingkat tinggi,
Khususnya jika hujan lebat masih berlangsung dan debit air terus bertambah.
Warga yang berada di sekitar bantaran sungai diminta memantau perkembangan ketinggian air,
Mengamankan barang-barang penting, serta menyiapkan langkah evakuasi apabila kondisi semakin memburuk.
Anak-anak, lansia, dan warga yang membutuhkan bantuan khusus hendaknya menjadi prioritas jika evakuasi diperlukan.
Masyarakat juga diharapkan segera berkoordinasi dengan aparatur gampong dan petugas terkait apabila air terus memasuki rumah atau menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Jangan menunggu hingga arus menjadi deras atau akses keluar permukiman terputus untuk mengambil tindakan penyelamatan.
Jangan Abaikan Peringatan Alam
Situasi ini membutuhkan kewaspadaan bersama, komunikasi yang cepat, dan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat.
Informasi perkembangan debit sungai perlu terus dipantau agar warga dapat mengambil keputusan secara tepat dan tidak terlambat menyelamatkan diri.
Hingga informasi ini di turunkan, perkembangan kenaikan debit air masih perlu dipantau secara berkala.
Belum ada keterangan terverifikasi mengenai ketinggian air, jumlah rumah terdampak, maupun adanya korban.
Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Di tengah hujan lebat dan kenaikan debit air dari hulu Lokop serta Lesten,
Masyarakat Simpang Jernih diharapkan tetap tenang, tidak panik, tetapi juga tidak meremehkan ancaman banjir yang sewaktu-waktu dapat meningkat.
Waspada sebelum terlambat. Pantau kondisi sungai, ikuti arahan petugas, dan utamakan keselamatan keluarga.
{Jurnalis Agus Suriadi}





























