Gempa Kembar Venezuela, Gubernur Mualem Sampaikan Belasungkawa Mendalam

AGUS SURIADI

- Redaksi

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:39 WIB

5072 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), merespon peristiwa gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela dan menelan korban ribuan jiwa. “Pemerintah Aceh menyampaikan duka dan belasungkawa yang mendalam, semoga kondisi Venezuela dapat segera pulih kembali,” kata Mualem, Kamis (2 Juli 2026).

Melalui Jubir Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, Gubernur mengimbau seluruh masyarakat Aceh mendoakan keselamatan dan kesehatan bagi korban yang selamat dari bencana tersebut. “Ini berkaitan dengan tragedi kemanusiaan. Jika memiliki kemampuan, silakan memberi bantuan kemanusiaan untuk Venezuela yang sedang berduka,” katanya.

Disampaikan juga bahwa Gubernur Mualem sangat memahami betapa beratnya beban yang sedang dihadapi Pemerintah Venezuela. “Kita dulu pernah mengalami bencana tsunami yang dahsyat,” kata Nurlis. Pada 26 Desember 2004, gempa berkekuatan 9,1–9,3 Mw yang berpusat di Samudra Hindia memicu gelombang tsunami yang merenggut lebih dari 170.000 jiwa di Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu negara yang membantu Aceh saat itu adalah Pemerintah Venezuela. Di antara bantuannya berupa dana kemanusiaan senilai 2 juta dolar Amerika Serikat untuk pemulihan infrastruktur, layanan medis, dan penanganan darurat para korban selamat pada masa tanggap darurat dan rekonstruksi Aceh.

Salah satu jejak bantuan Venezuela untuk Aceh adalah berdirinya Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven) di Aceh Besar. Nama Venezuela pada kampus tersebut merupakan bentuk apresiasi atas bantuan dan kerja sama kemanusiaan dari Pemerintah Venezuela pada masa rekonstruksi pascatsunami Aceh tahun 2004.

Saat ini, gempa kembar berkekuatan Mw 7,2 dan Mw 7,5 telah memicu krisis kemanusiaan di Venezuela. Berpusat di San Felipe, Yaracuy, bencana yang terjadi pada Rabu (24 Juni 2026) tersebut telah menewaskan sedikitnya 2.295 orang hingga Kamis (2 Juli 2026). Pemerintah Venezuela telah menetapkan status keadaan darurat dan masa berkabung selama tujuh hari.

Selain itu, dilaporkan sebanyak 11.267 orang mengalami luka-luka dan 43.251 orang masih hilang di bawah reruntuhan. Sekolah-sekolah ditutup, tenaga kesehatan kewalahan menangani para korban, sementara bencana juga menghancurkan infrastruktur secara luas, termasuk menyebabkan kerusakan operasional pada Bandara Internasional Simón Bolívar dan Pelabuhan La Guaira.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah menyampaikan duka cita mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela atas bencana tersebut. Indonesia bergabung dengan 24 negara lainnya dalam memberikan solidaritas kemanusiaan internasional bagi upaya pemulihan Venezuela.

Di tengah penyampaian duka kepada rakyat Venezuela, Pemerintah Aceh saat ini juga tengah menangani bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kabupaten/kota sejak akhir Juni 2026. Bencana berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang telah menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur serta berdampak pada ribuan warga, sehingga Pemerintah Aceh terus mengoordinasikan penanganan darurat bersama pemerintah kabupaten/kota dan seluruh unsur terkait guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

Realisasi Anggaran Tambahan TKD Aceh 2026 Capai Rp 621,96 Miliar, Publik Dapat Pantau Langsung Lewat Portal P2K
‎‎Plt. Sekda Aceh Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI Di Banda Aceh
Plt Sekda Aceh Hadiri Peringatan Maulid Nabi Di Kantor PWI Aceh
Plt Sekda Aceh Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Wagub Dek Fadh Usulkan Penyediaan Alat Berat Untuk Daerah Rawan Banjir
Agus Suriadi Sampaikan Ucapan Selamat untuk Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat, Wakapolri Baru
Fast Respon DPW Aceh Sampaikan Selamat kepada Komjen Pol. Suyudi Ario Seto atas Persetujuan Komisi III DPR
AKBP Muhammad Yanis Pimpin BNN Kota Banda Aceh, Ketua Fast Respon DPW Aceh Sampaikan Pesan Pengabdian

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:07 WIB

BAI Aceh Tamiang dan Reclasseering Aceh Bangun Kolaborasi, Perkuat Perjuangan Keadilan bagi Masyarakat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:12 WIB

Respons Cepat Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, Perkuat Keluarga Korban Rumah Tertimpa Pohon

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Sampah Menggunung Ganggu Kenyamanan Warga, Ibu-Ibu Dusun 2 Suka Jaya Turun Tangan Bersihkan Jalan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Garbage Disrupts Residents’ Comfort, Women in Suka Jaya Hamlet Take Action to Clean the Village Roads

Senin, 28 September 2026 - 18:24 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang dan RAPI Bangun Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

Senin, 28 September 2026 - 18:16 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang and RAPI Build Collaboration to Support Regional Development

Sabtu, 26 September 2026 - 08:10 WIB

400 Electronic Land Certificates Handed Over to Residents in Bendahara, Strengthening Legal Certainty in Aceh Tamiang

Berita Terbaru