Simpang jernih | Warga Dusun Bidari Rantau panjang Kecamatan simpang jernih melaksanakan kegiatan gotong-royong membersihkan kayu – kayu sisa banjir
Semangat kebersamaan masyarakat dusun Bidari terpancarkan dalam membersihkan tumpukan kayu pasca banjir 2025 lalu
Kegiatan gotong-royong yang di Inisiasi oleh Pemerintah Gampong rantau panjang bersama aparatur desa dan seluruh elemen masyarakat dilaksanakan pada Rabu (26/08/2026).
Kegiatan gotong-royong tersebut difokuskan di dua titik lokasi yang terdampak banjir, yaitu Dusun bidari Dengan melakukan pembersihan tumpukan kayu sisa banjir, dan lingkungan rumah warga.
Dalam arahannya Keuchik Gampong rantau panjang Said Ridwan menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat dan aparatur Gampong yang telah berkerja sama dalam menggagas dan melaksanakan kegiatan gotong royong ini.
Pada Kesempatan ini kami atas Nama Pemerintah Gampong rantau panjang mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat dan perangkat gampoeng

Beserta jajarannya yang telah bersama-sama menggagas kegiatan gotong-royong pasca banjir ini.” Ungkap Said Ridwan.
Lebih lanjut Said Ridwan juga menyampaikan apresiasi kepada warga masyarakat Desa rantau panjang yang telah berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong.
“Kami berharap semoga kegiatan gotong-royong semacam ini senantiasa kita laksanakan dan harus kita jadikan kegiatan rutin setiap minggu.
Karena selain untuk menjaga kebersihan lingkungan masyarakat, kegiatan ini juga sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan di antara masyarakat kita.” Harap Said.
“Hari ini kita bersama-sama untuk melakukan kegiatan gotong-royong membersihkan sampah-sampah di parit-parit, gorong-gorong
Dan lingkungan rumah warga pasca banjir yang melanda Kecamatan Simpang jernih di awal bulan Desember lalu.

Hal ini penting kita lakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan masyarakat, sehingga terlihat rapi dan asri
Dan juga diharapkan bisa mencegah adanya sumber penyakit yang diakibatkan oleh tergenangnya air dan kotoran-kotoran yang tergenang bertumpuk di parit,
Salah satunya perkembangan jentik nyamuk yang bisa mengakibatkan penyakit Malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD).” Lanjut Said.
Semoga kegiatan semacam ini terus kita galakkan bukan hanya pada waktu pasca banjir ini,
Tetapi kegiatan gotong-royong ini perlu dilaksanakan untuk kegiatan yang lain demi untuk menjaga kekompakan di antara warga masyarakat kita.
Semoga kegiatan hari ini bisa dilaksanakan juga di desa-desa lain yang ada di Kecamatan Simpang jernih.” tutup Said.
{Jurnalis Agus Suriadi}





























