Napas Tertahan Di Tanjakan Kekening: Saat Nyawa Pasien Bergantung pada Otot Warga Simpang Jernih

AGUS SURIADI

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026 - 23:26 WIB

5060 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIMPAN -JERNIH | Jalan rusak dan berlumpur kembali melumpuhkan akses evakuasi. Warga terpaksa menjadi “mesin derek” dadakan, menarik ambulans berisi pasien kritis di tengah guyuran hujan. Selasa 22/09/2026

Tidak ada suara sirine yang membahana. Yang terdengar di Tanjakan Kekening, Desa Simpang Jernih,

Hanya deru mesin ambulans yang meraung sia-sia, bercampur dengan suara ban yang berputar di tempat, menghamburkan lumpur hitam ke segala arah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di jalur evakuasi vital ini, waktu tidak berjalan dengan hitungan menit, melainkan dengan hitungan tarikan urat dan desah napas.

Hujan yang turun siang itu bukan membawa berkah, melainkan mengubah jalur aspal yang sudah lama “menghilang” ini menjadi kuburan berjalan bagi kendaraan roda empat.

Di dalam kabin ambulans, seorang pasien yang sedang dalam kondisi kritis terbaring lemah. Namun di luar sana, harapan untuk selamat sedang ditarik paksa oleh belasan tangan kosong warga.

Lumpur, Keringat, dan Doa yang Tercekik

“Satu, dua, tiga… Tarik!”

Teriakan itu pecah, nyaris ditelan oleh deru hujan. Beberapa pemuda desa, dengan pakaian yang tak lagi bisa dibedakan warna aslinya karena lumpur, menancapkan kaki mereka ke tanah yang ambles.

Otot-otot mereka menegang, urat leher berkedut, menahan beban besi seberat 2 ton yang membawa nyawa tetangga mereka.

Ini bukan adegan film aksi. Ini adalah rutinitas mematikan di Tanjakan Kekening.

Secara geografis, jarak dari Simpang Jernih ke fasilitas kesehatan rujukan memakan waktu 50 hingga 70 kilometer. Secara logika,

Dok : vidio Saat Mobil Ambulan Bawa Pasien Menerjang Tanjakan Kekening  

Seharusnya hanya butuh 2 jam. Tapi logika tidak berlaku di Bukit Kekening. Di tanjakan ini, 50 kilometer bisa memakan waktu 4 hingga 5 jam.

Bayangkan detak jantung seorang pasien yang harus berdetak dalam guncangan keras dan kemiringan jalan yang ekstrem selama berjam-jam.

Janji yang Terkubur di Dasar Jurang

“Kami sudah tidak lagi berharap pada aspal,” ujar salah satu warga yang ikut mendorong ambulans, sambil memeras air dari ujung bajunya.

“Kami hanya berharap pada otot kami sendiri, dan Allah yang menahan nyawa pasien sampai kami sampai di bawah.”

Bukan kali ini saja warga harus menjadi mesin derek dadakan. Sejak bertahun-tahun lalu, Tanjakan Kekening telah memakan banyak korban.

Ada yang selamat karena warga sigap. Ada juga yang harus pulang dalam keranda karena waktu habis di tengah jalan.

Setiap kali ada pejabat melintas, janji perbaikan selalu datang. Alat berat pernah dikirim, tapi entah mengapa, lumpur di Kekening selalu lebih cepat menang daripada janji para pemangku kebijakan.

Hari ini, warga Simpang Jernih kembali menang. Mereka berhasil menyelamatkan nyawa di Tanjakan Kekening.

Tapi pertanyaan besarnya masih menggantung di udara, menunggu jawaban dari pemerintah daerah:

Besok, saat hujan turun lagi dan ada pasien yang butuh evakuasi… siapa yang akan menarik ambulans itu ? Tutup warga

{Jurnalis Agus Suriadi}

 

Berita Terkait

Tim Satgas PRR Tinjau Kerusakan Pascabencana di Aceh Timur, Fokus Pulihkan Infrastruktur
Ambulans Bawa Pasien Terjebak Longsor Susulan Di Bukit Mancang Desa Bunin
Sat Samapta Polres Aceh Timur Bersihkan Masjid Baitul Manan, Wujudkan Kehadiran Polri yang Dirasakan Masyarakat
KBO Satlantas Polres Aceh Timur Diserang Saat Gagalkan Pencurian Kabel Tower, Pelaku Berhasil Ditangkap
Debit Air Sungai Hulu Lesten Pinding Mulai Naik, Masyarakat Simpang Jernih dan Hilir Tamiang Diharapkan Tetap Waspada
Dari Pinggiran Sungai Batu Sumbang, Bhabinkamtibmas Polsek Simpang Jernih Pantau Debit Air Sungai Dan Jalur Penyeberangan Warga
Angin Kencang Kembali Tumbangkan Pohon, Kapolsek Idi Tunong Pimpin Evakuasi
Lobi Bupati Al- Farlaky, Pembudidaya Tambak Terima Benur Udang Vaname Dari KKP

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 00:29 WIB

Agus Suryadi Tegaskan FRN Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Mitra Strategis Polri di Aceh

Minggu, 6 September 2026 - 16:32 WIB

Medco Kampiun Migas Cup 2026, Editor FC Runner Up

Kamis, 3 September 2026 - 13:08 WIB

Plt. Sekda Lepas Kafilah Aceh Mengikuti MTQ Tingkat Nasional ke-31

Rabu, 2 September 2026 - 20:39 WIB

Gubernur Mualem Bersama Kapolda dan Ketua DPRA Bahas Mitigasi Bencana

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Plt. Sekda Aceh Terima Audiensi Forum Pimred Multimedia Indonesia-Aceh

Rabu, 2 September 2026 - 10:53 WIB

Jadi Inspektur Upacara Hardikda ke-67, Plt. Sekda: Pendidikan Hari Ini Menentukan Masa Depan Aceh

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Semua Fraksi DPRA Setujui Pertanggungjawaban APBA 2025, Dek Fadh Janji Tindaklanjuti Rekomendasi BPK

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Dek Fadh Hadiri Rapat Paripurna DPRA, Sampaikan Tanggapan atas Pertanggungjawaban APBA 2025

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Ketua Forum Tanah Luas Klarifikasi Program Siaga Bencana

Rabu, 23 Sep 2026 - 00:07 WIB