ACEH TIMUR – Aksesibilitas warga di jalur lintas selatan Aceh kembali terganggu.
Jalan penghubung Peureulak-Lokop mengalami kerusakan parah akibat tanah longsor yang menimbun badan jalan secara total.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunPasee.com, bencana alam tersebut terjadi pada hari ini, Jumat (2/10/2026), sekira pukul 12.55 WIB.
Titik longsoran berlokasi di area Gunung Mancang, wilayah Desa Bunin.
Kondisi di lapangan menunjukkan volume material longsoran yang cukup besar, berupa lumpur dan bebatuan yang menutupi seluruh lebar jalan.
Akibatnya, arus lalu lintas dari kedua arah terpaksa lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas hingga proses pembersihan dilakukan.
Warga setempat mengungkapkan bahwa lokasi di Gunung Mancang merupakan titik rawan (blackspot) yang kerap mengalami longsor setiap kali intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah pegunungan tersebut. Kata
“kembali” dalam laporan kejadian mengindikasikan bahwa perbaikan sebelumnya belum sepenuhnya mengatasi masalah stabilitas tebing di area ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai jadwal pengerahan alat berat untuk membuka akses.
Masyarakat yang berencana melintasi jalur Peureulak-Lokop diminta untuk berhati-hati, mencari alternatif rute lain jika memungkinkan, atau menunda perjalanan
Mengingat potensi longsor susulan masih sangat tinggi akibat kondisi tanah yang jenuh air.
Instansi terkait seperti Dinas PUPR dan BPBD diharapkan segera turun tangan untuk mengevakuasi material longsoran
Guna memulihkan konektivitas antar-wilayah yang vital bagi distribusi logistik dan mobilitas warga.
Longsor kembali menimbun jalan di Gunung Mancang, Desa Bunin, hari ini (Jumat, 2/10/2026) sekira pukul 12.55 WIB. Akses lalu lintas lumpuh total.
Bagi pengemudi di Mohon hindari jalur ini sementara waktu. Potensi longsor susulan masih tinggi. Utamakan keselamatan.
{Jurnalis Agus Suriadi}





























