Bot Bermuatan Besi Bangunan Tenggelam Di Batu Katak, Evakuasi Masih Berlanjut

AGUS SURIADI

- Redaksi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:00 WIB

50108 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIMPANG JERNIH – Derasnya arus di lintasan Batu Katak, kawasan pedalaman Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, kembali menjadi tantangan serius bagi transportasi masyarakat.

Sebuah bot pengangkut material bangunan milik Wahab tenggelam saat melintasi jalur sungai tersebut, Jumat (30/10/2026).

Bot itu sebelumnya bersama enam bot lainnya mengangkut material bangunan dari pelabuhan getek Batu Sumbang untuk mendukung pembangunan di kawasan terpencil HTI Ranto Naru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketujuh bot tersebut berangkat secara bersamaan menuju Gampong Melidi.

Namun, perjalanan pulang itu berujung musibah ketika rombongan tiba di lintasan Batu Katak.

Di lokasi tersebut, setiap bot harus melintas secara bergantian karena kondisi jalur sungai yang sulit dan arus yang deras.

Bot milik Wahab yang membawa muatan besi bangunan mengalami musibah hingga tenggelam.

Sementara itu, enam bot lainnya yang berada di belakangnya dilaporkan berhasil melewati lintasan tersebut.

Bot Ditemukan, Masih Terendam di Dasar Sungai

Berdasarkan informasi yang dihimpun.Media tribunpasee.com bot tersebut mulai tenggelam sekitar pukul 17.00 WIB.

Upaya pencarian dan penanganan berlanjut hingga malam hari dan Jumat pagi bot yang tenggelam itu kemudian berhasil ditemukan.

Namun, posisinya masih berada di bawah permukaan air di kawasan Batu Katak,

Sehingga proses pengangkatan badan bot beserta muatan besi bangunan belum dapat diselesaikan.

Menjelang sore Jumat, Wahab menyampaikan rencana untuk melanjutkan upaya pengangkatan pada Sabtu (31/10/2026).

Langkah tersebut diperlukan guna mencari solusi agar bot dan material bangunan yang masih terendam dapat dievakuasi dengan aman.

Tantangan Berat Transportasi Pedalaman

Peristiwa ini kembali memperlihatkan besarnya tantangan yang dihadapi masyarakat pedalaman Simpang Jernih.

Jalur sungai bukan sekedar lintasan transportasi, melainkan akses penting untuk mengangkut kebutuhan pokok, material pembangunan, serta berbagai keperluan masyarakat.

Ketika arus deras menghadang, pengangkutan material yang dibutuhkan untuk pembangunan kawasan terpencil turut menghadapi risiko.

Kondisi ini menuntut perhatian serius terhadap keselamatan transportasi sungai, terutama di lintasan Batu Katak yang mengharuskan perahu melintas satu per satu.

Perlu Solusi Evakuasi yang Aman

Rencana pengangkatan bot milik Wahab beserta muatan besi bangunan membutuhkan penanganan yang terukur.

Kondisi arus, kedalaman sungai, posisi bot, serta berat muatan perlu diperhitungkan sebelum proses evakuasi dilanjutkan.

Koordinasi dengan pihak berpengalaman dalam penyelamatan di perairan juga penting dilakukan.

Jika kondisi memungkinkan, pengangkatan dapat menggunakan peralatan penarik atau pengangkat yang sesuai, dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel.

Selain penanganan musibah ini, pemerintah dan pihak terkait diharapkan memberi perhatian terhadap kondisi lintasan Batu Katak.

Upaya mitigasi, penyediaan prosedur keselamatan, dan kajian solusi akses transportasi yang sesuai dengan kondisi geografis setempat menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat pedalaman.

Hingga berita ini di turunkan, belum diperoleh keterangan terkonfirmasi mengenai nilai kerugian,

Kondisi detail badan bot, maupun apakah terdapat korban dalam peristiwa tersebut.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

Green Policing, Polsek Julok Tanam Bakau, Ajak Warga Jaga Ekosistem Pesisir
Green Policing, Polsek Julok Tanam Bakau, Ajak Warga Jaga Ekosistem Pesisir
Strong Point Pagi Hari, Polsek Idi Tunong Pastikan Keselamatan Pelajar
Pascabanjir Bandang, Keuchik Melidi Pimpin Warga Buka Kembali Akses Jalan ke Pelabuhan Sungai
FASI 2026 Simpang Jernih Digelar 1 November Di Aula Kopdes, Cetak Generasi Qurani Berakhlak Mulia
Matangkan Program POLIRAN, Polres Aceh Timur Gandeng BLK
Abrasi Gerus Kebun Warga Dusun Jati, Jalan Ambruk Pemerintah Diminta Bertindak
Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Timur Gencar Sosialisasikan Kepada Pengguna Jalan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Bot Bermuatan Besi Bangunan Tenggelam Di Batu Katak, Evakuasi Masih Berlanjut

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Green Policing, Polsek Julok Tanam Bakau, Ajak Warga Jaga Ekosistem Pesisir

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Green Policing, Polsek Julok Tanam Bakau, Ajak Warga Jaga Ekosistem Pesisir

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Pascabanjir Bandang, Keuchik Melidi Pimpin Warga Buka Kembali Akses Jalan ke Pelabuhan Sungai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:31 WIB

FASI 2026 Simpang Jernih Digelar 1 November Di Aula Kopdes, Cetak Generasi Qurani Berakhlak Mulia

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Matangkan Program POLIRAN, Polres Aceh Timur Gandeng BLK

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Abrasi Gerus Kebun Warga Dusun Jati, Jalan Ambruk Pemerintah Diminta Bertindak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Timur Gencar Sosialisasikan Kepada Pengguna Jalan

Berita Terbaru