SIMPANG JERNIH – Derasnya arus di lintasan Batu Katak, kawasan pedalaman Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, kembali menjadi tantangan serius bagi transportasi masyarakat.
Sebuah bot pengangkut material bangunan milik Wahab tenggelam saat melintasi jalur sungai tersebut, Jumat (30/10/2026).
Bot itu sebelumnya bersama enam bot lainnya mengangkut material bangunan dari pelabuhan getek Batu Sumbang untuk mendukung pembangunan di kawasan terpencil HTI Ranto Naru.
Ketujuh bot tersebut berangkat secara bersamaan menuju Gampong Melidi.
Namun, perjalanan pulang itu berujung musibah ketika rombongan tiba di lintasan Batu Katak.
Di lokasi tersebut, setiap bot harus melintas secara bergantian karena kondisi jalur sungai yang sulit dan arus yang deras.
Bot milik Wahab yang membawa muatan besi bangunan mengalami musibah hingga tenggelam.
Sementara itu, enam bot lainnya yang berada di belakangnya dilaporkan berhasil melewati lintasan tersebut.
Bot Ditemukan, Masih Terendam di Dasar Sungai
Berdasarkan informasi yang dihimpun.Media tribunpasee.com bot tersebut mulai tenggelam sekitar pukul 17.00 WIB.
Upaya pencarian dan penanganan berlanjut hingga malam hari dan Jumat pagi bot yang tenggelam itu kemudian berhasil ditemukan.
Namun, posisinya masih berada di bawah permukaan air di kawasan Batu Katak,
Sehingga proses pengangkatan badan bot beserta muatan besi bangunan belum dapat diselesaikan.
Menjelang sore Jumat, Wahab menyampaikan rencana untuk melanjutkan upaya pengangkatan pada Sabtu (31/10/2026).
Langkah tersebut diperlukan guna mencari solusi agar bot dan material bangunan yang masih terendam dapat dievakuasi dengan aman.
Tantangan Berat Transportasi Pedalaman
Peristiwa ini kembali memperlihatkan besarnya tantangan yang dihadapi masyarakat pedalaman Simpang Jernih.
Jalur sungai bukan sekedar lintasan transportasi, melainkan akses penting untuk mengangkut kebutuhan pokok, material pembangunan, serta berbagai keperluan masyarakat.
Ketika arus deras menghadang, pengangkutan material yang dibutuhkan untuk pembangunan kawasan terpencil turut menghadapi risiko.
Kondisi ini menuntut perhatian serius terhadap keselamatan transportasi sungai, terutama di lintasan Batu Katak yang mengharuskan perahu melintas satu per satu.
Perlu Solusi Evakuasi yang Aman
Rencana pengangkatan bot milik Wahab beserta muatan besi bangunan membutuhkan penanganan yang terukur.
Kondisi arus, kedalaman sungai, posisi bot, serta berat muatan perlu diperhitungkan sebelum proses evakuasi dilanjutkan.
Koordinasi dengan pihak berpengalaman dalam penyelamatan di perairan juga penting dilakukan.
Jika kondisi memungkinkan, pengangkatan dapat menggunakan peralatan penarik atau pengangkat yang sesuai, dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel.
Selain penanganan musibah ini, pemerintah dan pihak terkait diharapkan memberi perhatian terhadap kondisi lintasan Batu Katak.
Upaya mitigasi, penyediaan prosedur keselamatan, dan kajian solusi akses transportasi yang sesuai dengan kondisi geografis setempat menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat pedalaman.
Hingga berita ini di turunkan, belum diperoleh keterangan terkonfirmasi mengenai nilai kerugian,
Kondisi detail badan bot, maupun apakah terdapat korban dalam peristiwa tersebut.
{Jurnalis Agus Suriadi}































