Hutan Dirusak, Rakyat Ditinggalkan, Negara Hadir Setengah Hati, Luka Panjang Banjir Aceh Utara

AGUS SURIADI

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 19:34 WIB

50165 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – Hutan dirusak, rakyat ditinggalkan luka panjang banjir Aceh Utara, nestapa itu kini menggumpal bersama lumpur yang membungkus Aceh Utara, rekapitulasi data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jumlah korban bencana terdampak banjir mencapai 433.064 jiwa.

Bukan sekadar udara yang datang dan pergi, namun endapan tanah yang seolah-olah sengaja ditinggalkan sebagai monumen penderitaan. Lumpur itu bukan hanya menutup lantai rumah, melainkan menenggelamkan harapan warga yang sudah lama hidup dalam keterbatasan.

Rumah-rumah warga porak poranda, Fasilitas umum kehilangan fungsi, lorong-lorong sempit berubah menjadi jalur buntu, tidak ada lagi tempat berteduh waktu panas dan dingin, Bagi warga, ini bukan sekadar bencana, tetapi kehancuran hidup yang terjadi di depan mata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan kondisi itu, warga hanya bisa pasrah. Bukan karena mereka lemah, tapi karena tenaga manusia tak sebanding dengan kekuatan air yang begitu kuat membawa segala sesuatu yang ada dihadapannya.

Banyak yang akhirnya menyerah, duduk termenung melihat rumahnya sudah tidak ada lagi kadang hanya tinggal pondasi dan sekarang tidak ada lagi tempat menetap, menatap pilu sisa-sisa kehidupan yang runtuh.

Banjir bandang ini bukan tak bertuan, di balik derasnya arus, ada tangan-tangan jahil yang merambah hutan, menebang tanpa kendali, merusak tanpa rasa bersalah. Alam yang dipaksa diam akhirnya melawan, dan seperti biasa, rakyat kecil menjadi korban pertama dan paling lama merasakan akibatnya.

Hari-hari pasca banjir berlalu dengan ironi yang menyakitkan. Warga berserah diri kepada Yang Maha Kuasa, sementara kehadiran negara terasa setengah hati. Ada, tapi seperti tiada, bantuan datang seadanya.

Kondisi ini menelanjangi satu kenyataan pahit, korban banjir Aceh Utara tidak butuh belas kasihan, mereka butuh negara yang hadir sepenuhnya. Bukan sekedar pendataan, bukan sekedar pernyataan, tapi tindakan nyata di lapangan. Jika lumpur ini dibiarkan mendominasi, maka yang sesungguhnya membatu bukan hanya tanah, melainkan nurani dan tanggung jawab kekuasaan.

Dilansir dari beberapa sumber, Daya Rusak Bencana Banjir Melebihi Tsunami, Aceh Utara Butuh Lebih Dari Rp20 Triliun Untuk Rehab Dan Rekon, Estimasi waktu untuk pemulihan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik pasca bencana banjir ini cukup lama.

Plt Sekda Aceh Utara kepada media menyebutkan, kita membutuhkan lebih dari Rp.20 triliun untuk rehabilitasi dan rekontruksi. Di sini, Aceh Utara membutuhkan bantuan dari semua pihak terutama dari Pemerintah Pusat, agar kondisi masyarakat pasca bencana dapat pulih, aman dan berdaya, kesimpulannya jika negara hadir setengah hati berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan kehidupan masyarakat Aceh Utara?.

Pusat informasi posko bencana banjir BPBD Aceh Utara, tanggal 27 Desember 2025, jumlah korban yang terdampak, 124.549 kepala keluarga (KK), jumlah jiwa 433.064, jumlah korban yang mengungsi 19.047 KK, jumlah jiwa 67.876 jiwa.

Dampak kerusakan rumah, terendam 72.364, rumah hilang 3.506, rusak berat 6.236, rusak sedang 16.325, rusak ringan 20.280, sawah yang terendam 14.509 Hektare (Ha) tambak 10.674 Ha.

Sementara korban yang meninggal 213 orang, masih hilang 6, lokasi pengungsian 210 titik.

Penulis Opini: Muhammad Fadli (Fadly P.B), Rakyat Jelata

 

Berita Terkait

Kanit Binmas Polsek Baktiya Ajak Warga Jauhi Judol, Lindungi Keberlanjutan PKH
Kopi Morning Di Nibong, Polri Dan Forkopincam Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Kapolsek Nibong Perkuat Sinergi Warga, Lewat Program Quick Win Kapolri
Tragis! Petani di Aceh Utara Tewas Tertimpa Patahan Pohon Kelapa
Pengajian Bulanan Baktiya Kembali Bergema, Abi Darkasyi Satukan Ulama Dan Unsur Muspika Pascabanjir
Jumat Berkah ke-460, Polsek Baktiya Dan Komunitas Baktiya Bersaudara Hadirkan Kepedulian Bagi Warga Rentan
Malam Tak Menghalangi Pengabdian, Kanit Binmas Polsek Baktiya Hadir Menyapa Warga Matang Lawang
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Aceh Utara Jumat Keliling di Masjid Raya Pase Kota Panton Labu

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Kapolres Aceh Timur Pimpin Strong Point, Perkuat Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Subuh Keliling, Polsek Darul Aman Ajak Warga Jaga Keamanan Lingkungan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Kapolsek Banda Alam Ajak Warga Perkuat Harkamtibmas Lewat Jumat Keliling

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Kapolsek Madat Ajak Warga Jaga Kamtibmas Lewat Jumat Keliling

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Dukung Green Policing Polsek Banda Alam Bersihkan Masjid Babul Maqwa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Polisi Peduli Pendidikan, Polsek Peureulak Barat Tanamkan Disiplin dan Semangat Belajar kepada Anak TK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Kapolsek Peudawa Pimpin Green Policing di Masjid Darul Falah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Kapolsek Peureulak Barat: Santri Berperan Jaga Persatuan dan Keamanan

Berita Terbaru