Kapolda Apresiasi Pemkab Aceh Tenggara: Daerah Pertama Turunkan Status Darurat Bencana

AGUS SURIADI

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026 - 22:45 WIB

5043 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane — Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah mengapresiasi dan mengungkapkan rasa bangganya kepada Kapolres dan Forkopimda Aceh Tenggara atas berbagai upaya yang dilakukan dalam penanggulangan bencana, sehingga kabupaten tersebut menjadi daerah pertama yang menurunkan status dari darurat bencana ke pemulihan pascabencana.

“Saya sangat bangga terhadap Polres Aceh Tenggara dan seluruh unsur Forkopimda, karena kabupaten inilah yang pertama menurunkan status dari darurat bencana ke pemulihan pascabencana,” kata Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tenggara, Senin, 19 Januari 2026.

Jenderal bintang dua asal Tangse itu menyebutkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara bupati, Forkopimda, kapolres, dandim, serta seluruh unsur masyarakat yang bahu-membahu menyelesaikan berbagai persoalan, khususnya dalam penanganan bencana di daerah tersebut.

Menurutnya, kerja sama dan kekompakan tersebut sejalan dengan moto “sepakat segenep” yang menjadi julukan Kabupaten Aceh Tenggara. Ia juga meminta agar moto tersebut terus digelorakan dalam membangun Kabupaten Aceh Tenggara ke depan.

Abituren Akabri 1991 itu juga mengaku melihat langsung dan menerima laporan bahwa selama ini bupati, kapolres, dan dandim senantiasa hadir di tengah masyarakat dengan memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana.

“Saya melihat semua unsur berperan. Walaupun dari pusat belum ada bantuan, tetapi dari pemerintah setempat sudah ada. Kapolres juga ikut turun ke lapangan bersama personel. Saat itu tentu tidak mudah, karena pada umumnya mereka juga merupakan korban bencana. Namun, karena kerja sama dan semangat sepakat segenep di sini sudah berjalan dengan baik, maka semua bisa dilakukan. Ini tolong dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.

Di samping itu, Kapolda Aceh juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar setiap persoalan yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara diselesaikan dengan prinsip sepakat segenep guna mempercepat pemulihan. Saat bencana pertama kali terjadi, Aceh Tenggara menjadi daerah pertama yang dikunjungi Presiden Prabowo. Hal tersebut menunjukkan bahwa komunikasi dan kepemimpinan Forkopimda sangat cakap dan berjalan dengan baik.

Ia turut mengajak masyarakat untuk mendukung berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk bangkit dari bencana. Jika masih terdapat kekurangan, ia meminta agar diperbaiki bersama, bukan justru mencari kelemahan dan mengeksposnya ke media, melainkan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk dibangun dan diselesaikan secara kolektif.

“Setiap persoalan mari kita selesaikan bersama dan tidak perlu lagi mencari kekurangan-kekurangan. Ingat, kesempurnaan itu hanya milik Allah. Kita semua memiliki keterbatasan. Kegagalan itu hal yang biasa, mari kita perbaiki. Kita saja yang setiap hari makan nasi, sehari tiga kali, pasti ada saatnya lidah tergigit. Artinya, seberpengalaman apa pun seseorang, pasti ada kekurangannya. Untuk itu, mari kita saling menutupi dan membangun bersama Kota Kutacane yang kita cintai ini,” ujarnya.

Terakhir, Kapolda Aceh mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melihat berbagai kekurangan yang ada agar dapat didukung dan dibantu. Salah satu tujuan kunjungannya ke Aceh Tenggara, kata dia, adalah untuk melihat langsung apa saja yang masih perlu dibantu, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

“Saya ke sini ingin meninjau langsung dan melihat apa yang perlu didukung. Kita memiliki empat unit helikopter dan juga membawa bantuan sembako. Apalagi sebentar lagi memasuki bulan puasa, mari kita siapkan apa yang dibutuhkan masyarakat, kita data kebutuhannya, serta mendistribusikannya kepada masyarakat. Dengan begitu, semangat sepakat segenep ini dapat terus kita pertahankan,” tutupnya.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

Kapolda Aceh Serahkan 300 Kasur dan Dana Tunggu Hunian untuk Korban Bencana di Ketambe
Satreskrim Polres Aceh Tenggara Ungkap Praktik Prostitusi, Amankan Satu Mucikari dan Dua PSK
Tahap Akhir Penutupan Sungai Rumah Bundar, Jalan Nasional Aceh Tenggara Segera Dibuka
Membongkar Isu Dana Desa Lawe Mantik: Proyek Jalan Rabat Beton Justru Melebihi Volume yang Direncanakan
Meski Dituding Negatif, Pembangunan Desa Lawe Mantik Justru Lebihi Target Anggaran
Dengan Semangat Pengabdian, FKIP UGL Kukuhkan Lulusan Siap Terjun ke Masyarakat Lewat Yudisium 2025
Di Mana Keadilan Jika Penegak Hukum Lepas Pengedar? Kapolda Wajib Tindak Tegas Kasat Narkoba
LSM LIRA Desak Kapolda Aceh Usut Dugaan ‘Tangkap Lepas’ Bandar Narkoba oleh Oknum Polres Agara

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:09 WIB

“Saweu Sikula”, Sat Binmas Polres Aceh Timur Gelar Yasinan di SMK Negeri 1 Idi

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:39 WIB

Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:00 WIB

Saweu Keude Kupi, Sarana Efektif Personel Polsek Julok Sampaikan Imbauan Kamtibmas

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:41 WIB

Patroli Dialogis Upaya Strategis Satsamapta Polres Aceh Timur Cegah Gangguan Kamtibmas

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:22 WIB

Pengabdian Masyarakat Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 WPS Sentuh Santri Dayah Nahjul Huda, Aceh Timur

Kamis, 12 Februari 2026 - 17:20 WIB

Menjaga Kelestarian Ekosistem Pesisir, Satpolairud Polres Aceh Timur Gelar Aksi Bersih Pantai

Kamis, 12 Februari 2026 - 17:12 WIB

Hari ke-11 Operasi Keselamatan Seulawah 2026, Polres Aceh Timur Edukasi dan Lakukan Pengawasan Masif Kepada Pengguna Jalan

Kamis, 12 Februari 2026 - 17:03 WIB

Polres Aceh Timur Limpahkan Tersangka Kasus Pembunuhan Peureulak Barat ke JPU

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Kak Na Serahkan Bantuan Sapi Meugang Di Sawang

Sabtu, 14 Feb 2026 - 18:49 WIB