Hati-hati Operasi Dorong Kenaikan BBM, Diduga Bermuatan Politik untuk Melemahkan Pemerintahan Presiden Prabowo

TRIBUN PASE

- Redaksi

Selasa, 7 April 2026 - 16:45 WIB

5074 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PW GPA) Provinsi DKI Jakarta mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk mewaspadai adanya dugaan operasi terselubung dari kelompok tertentu yang mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan motif yang tidak semata-mata ekonomi, melainkan juga sarat kepentingan politik.

PW GPA DKI Jakarta menilai, dorongan terhadap kebijakan kenaikan BBM saat ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik nasional. Terdapat kekhawatiran bahwa isu tersebut sengaja dimainkan untuk menciptakan tekanan terhadap Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam analisa PW GPA DKI Jakarta, narasi yang berkembang di ruang publik cenderung mengedepankan alasan urgensi fiskal, seperti beban subsidi dan kesehatan anggaran negara. Namun di sisi lain, pemerintah dihadapkan pada dilema besar antara menjaga stabilitas fiskal dan mempertahankan daya beli masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melihat ada potensi penggiringan opini publik yang terkesan mendorong satu arah, yaitu legitimasi kenaikan BBM, tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang luas. Hal ini patut diwaspadai,” demikian pernyataan resmi PW GPA DKI Jakarta.

PW GPA DKI Jakarta menegaskan bahwa kebijakan energi, khususnya terkait BBM, merupakan isu strategis yang sangat sensitif dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat luas. Oleh karena itu, setiap wacana kebijakan harus dikaji secara komprehensif dan tidak boleh ditunggangi oleh kepentingan jangka pendek.

Lebih lanjut, PW GPA DKI Jakarta mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM berpotensi memicu inflasi, menekan daya beli masyarakat, serta meningkatkan beban ekonomi rakyat kecil. Jika tidak dikelola dengan hati-hati, kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk menciptakan ketidakpuasan publik terhadap pemerintah.
“Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu mencerminkan kepentingan rakyat secara luas. Pemerintah juga diharapkan tetap mengedepankan kebijakan yang pro-rakyat serta menjaga stabilitas sosial,” lanjutnya.

PW GPA DKI Jakarta juga mendorong pemerintah untuk membuka ruang komunikasi publik yang transparan terkait kebijakan fiskal dan energi, sehingga tidak menimbulkan spekulasi liar yang berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.
Sebagai organisasi kepemudaan, PW GPA DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan publik secara kritis dan konstruktif, serta mendukung terciptanya stabilitas nasional di tengah tantangan ekonomi dan politik yang dinamis.
Penutup

Pada faktanya harga BBM tidak naik, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun ini,

PW GPA DKI Jakarta mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, bijak dalam menyikapi isu kenaikan BBM, serta tidak memberi ruang bagi pihak-pihak yang diduga ingin memanfaatkan situasi untuk melemahkan pemerintahan dan memecah belah persatuan bangsa

*Salam Hormat,*
Pimpinan Wilayah
Gerakan Pemuda Al Washliyah
Provinsi DKI Jakarta

Dedi Siregar
Ketua

Berita Terkait

AGUS FLORES SENTIL TAJAM DITTIPITER BARESKRIM POLRI: PETI SULAWESI TERKESAN TAK TERSENTUH, JANGAN HANYA BERANI BERTINDAK DI JAWA DAN SUMATRA!
Kapolri Suyudi Ario Seto Diangkat sebagai Warga Kehormatan Korpasgat TNI AU, Perkuat Sinergi TNI-Polri
Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik
Viral Video Dugaan Pesta Narkoba Di Rutan Depok, Agus Flores: Bongkar Habis, Jangan Ada yang Dilindungi!
Agus Flores Tegas: Jangan Sampai “No Viral, No Justice” Jadi Budaya, Kapolri Harus Berani Copot Pejabat yang Tak Mampu Tangani Keluhan Masyarakat
Mendagri Tito Karnavian Jenguk Wali Nanggroe Aceh di Penang
Dana Jurnalisme untuk Siapa? Jangan Lupakan Puluhan Ribu Media Belum Terverifikasi Dewan Pers
Presiden Akui Polri, Menurunkan Kahutla dari 500.000 jadi 7.000 Hektar

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:45 WIB

AGUS FLORES SENTIL TAJAM DITTIPITER BARESKRIM POLRI: PETI SULAWESI TERKESAN TAK TERSENTUH, JANGAN HANYA BERANI BERTINDAK DI JAWA DAN SUMATRA!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Viral Video Dugaan Pesta Narkoba Di Rutan Depok, Agus Flores: Bongkar Habis, Jangan Ada yang Dilindungi!

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Agus Flores Tegas: Jangan Sampai “No Viral, No Justice” Jadi Budaya, Kapolri Harus Berani Copot Pejabat yang Tak Mampu Tangani Keluhan Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:41 WIB

Mendagri Tito Karnavian Jenguk Wali Nanggroe Aceh di Penang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Dana Jurnalisme untuk Siapa? Jangan Lupakan Puluhan Ribu Media Belum Terverifikasi Dewan Pers

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Presiden Akui Polri, Menurunkan Kahutla dari 500.000 jadi 7.000 Hektar

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:06 WIB

Marlina Usman Hadiri Pembukaan KKI 2026 di Jakarta, Ajak UMKM Aceh Berdaya Bersama

Berita Terbaru