Agus Flores Tegas: Jangan Sampai “No Viral, No Justice” Jadi Budaya, Kapolri Harus Berani Copot Pejabat yang Tak Mampu Tangani Keluhan Masyarakat

AGUS SURIADI

- Redaksi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:37 WIB

5011 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Ketua Umum Fast Respon (FRN) Agus Flores menyoroti fenomena “No Viral, No Justice” yang muncul ketika masyarakat merasa persoalannya baru mendapat perhatian setelah ramai di ruang publik. 04/10/2026

Menurut Agus, kondisi tersebut tidak boleh menjadi budaya dalam pelayanan kepolisian. Masyarakat seharusnya mendapatkan respons dan penanganan sejak pertama kali menyampaikan laporan atau keluhan, tanpa harus terlebih dahulu membuat persoalannya viral.

“Jangan sampai masyarakat berpikir, kalau tidak viral maka tidak ditangani. Ini yang harus dihentikan. Kalau ada pejabat yang tidak mampu menangani keluhan masyarakat, Kapolri harus berani mengevaluasi, bahkan mencopot jika memang terbukti tidak menjalankan tugasnya,” tegas Agus Flores.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai kehadiran Polri harus dirasakan masyarakat sejak persoalan pertama kali dilaporkan. Respons cepat, transparansi, dan kepastian tindak lanjut menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Agus juga mengingatkan agar masyarakat tidak perlu mencari perhatian melalui media sosial hanya untuk mendapatkan pelayanan. Menurutnya, mekanisme hukum dan pelayanan kepolisian harus mampu bekerja tanpa menunggu tekanan publik.

“No Viral, No Justice jangan sampai menjadi budaya. Masyarakat datang membawa keluhan, polisi harus hadir memberikan jawaban dan penyelesaian sesuai aturan. Kalau tidak mampu, evaluasi dan pencopotan harus menjadi konsekuensi,” pungkasnya.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

Viral Video Dugaan Pesta Narkoba Di Rutan Depok, Agus Flores: Bongkar Habis, Jangan Ada yang Dilindungi!
Mendagri Tito Karnavian Jenguk Wali Nanggroe Aceh di Penang
Dana Jurnalisme untuk Siapa? Jangan Lupakan Puluhan Ribu Media Belum Terverifikasi Dewan Pers
Presiden Akui Polri, Menurunkan Kahutla dari 500.000 jadi 7.000 Hektar
Marlina Usman Hadiri Pembukaan KKI 2026 di Jakarta, Ajak UMKM Aceh Berdaya Bersama
Dittipidter Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Internasional Penyelundupan Emas Hasil Tambang Ilegal ke Dubai
NYAWA TAK ADA CADANGAN!” Agus Flores Instruksikan Wartawan Fast Respon Se-Indonesia Kawal Edukasi Tertib Lalu Lintas
Jadi Role Model Nasional Layanan Transportasi Publik Gratis, Mualem Raih Transportasi Indonesia Award 2026

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:16 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang and RAPI Build Collaboration to Support Regional Development

Sabtu, 26 September 2026 - 08:10 WIB

400 Electronic Land Certificates Handed Over to Residents in Bendahara, Strengthening Legal Certainty in Aceh Tamiang

Jumat, 11 September 2026 - 17:39 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang and DPP Serumpun Musara Musapat Discuss Strategic Partnership to Advance the Region

Kamis, 10 September 2026 - 13:34 WIB

Kebun Tanah Terban Village Launches Cash-for-Work Program to Clean Drainage and Prevent Flooding

Rabu, 9 September 2026 - 09:44 WIB

Aceh Tamiang Deputy Regent Receives Sekumur Residents’ Demands Over PT Seumadam HGU

Jumat, 4 September 2026 - 14:41 WIB

112 Electronic PTSL Land Certificates Handed Over to Lubuk Damar Residents, Strengthening Legal Certainty of Land Ownership

Rabu, 2 September 2026 - 17:53 WIB

When Roads Are Cut Off, Compassion Finds a Way: KITA BISA, SALAM SETARA and RELAWAN GESIT Provide Three Drinking Water Units

Rabu, 2 September 2026 - 12:09 WIB

Aceh Tamiang Marks 81st Anniversary of the Indonesian Prosecutor’s Office with Symbolic Presentation of Waqf Land Certificates to Six Nadzir

Berita Terbaru

BANDA ACEH

Plt Sekda Aceh Hadiri Peringatan Maulid Nabi Di Kantor PWI Aceh

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:57 WIB