Debat  Memanas Soal Jadup di Aceh Tamiang, Syamsul Ketua DPC BAI dan Edi Aduhai Saling Adu Pendapat Soal Bantuan yang Belum Cair

KABIRO ACEH TAMIANG

- Redaksi

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:42 WIB

50389 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang — Polemik bantuan Jaminan Hidup (Jadup) bagi korban banjir kembali memanas di tengah masyarakat. Perdebatan terbuka antara Ketua DPC Badan Advokasi Indonesia (BAI) Aceh Tamiang, Syamsul, dengan penggiat sosial Edi Alias  Aduhai menjadi perhatian publik setelah keduanya menyampaikan pandangan berbeda terkait pencairan bantuan Jadup yang dinilai belum merata di Premium Caffe, Kamis (14 Mei, 2026)

Dalam pernyataannya, Edi Alias Aduhai menegaskan bahwa masyarakat harus diberikan penjelasan secara terbuka terkait data penerima bantuan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah warga korban bencana.

“Jangan sampai masyarakat yang benar-benar terdampak merasa dianaktirikan. Mereka sudah cukup menderita akibat banjir, jangan lagi ditambah dengan ketidakjelasan bantuan,” tegas Edi dalam pernyataannya.

Menurutnya, pemerintah dan pihak terkait harus transparan terhadap proses verifikasi data penerima Jadup agar tidak muncul dugaan pilih kasih maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Namun pernyataan itu mendapat tanggapan dari Ketua DPC BAI Aceh Tamiang Syamsul  yang meminta semua pihak menahan diri dan tidak menggiring opini yang dapat memperkeruh suasana.

“Kita harus memahami bahwa proses pencairan bantuan memiliki tahapan dan mekanisme. Jangan sampai masyarakat dibuat panik seolah-olah bantuan tidak akan cair sama sekali,” ujar Syamsul.

Perdebatan keduanya semakin menarik perhatian warga setelah masing-masing menyampaikan argumentasi melalui berbagai forum sosial dan pertemuan masyarakat. Sebagian warga mendukung sikap kritis Edi yang dianggap memperjuangkan suara korban banjir, sementara sebagian lainnya menilai pandangan Syamsul lebih menenangkan dan mengajak masyarakat bersabar menunggu proses verifikasi selesai.

Di tengah perdebatan itu, suara masyarakat kecil justru menjadi yang paling menyentuh. Banyak warga mengaku bingung dan berharap persoalan Jadup tidak dijadikan ajang saling menyalahkan.

“Kami tidak ingin ada ribut-ribut. Kami hanya berharap bantuan bisa segera turun untuk semua yang memang berhak,” ujar seorang warga korban banjir dengan nada sedih.

Situasi ini menggambarkan betapa sensitifnya persoalan bantuan pasca bencana di Aceh Tamiang. Di satu sisi, masyarakat membutuhkan transparansi dan kepastian. Namun di sisi lain, stabilitas sosial juga harus dijaga agar tidak menimbulkan konflik baru di tengah kondisi warga yang masih berjuang bangkit dari musibah.

Hingga kini, proses pencairan Jadup disebut masih terus berlangsung secara bertahap sesuai hasil validasi data dari instansi terkait. Pemerintah daerah pun diharapkan mampu menjadi penengah serta memastikan seluruh masyarakat terdampak memperoleh hak mereka secara adil dan tepat sasaran. (Saut Simanjuntak)

Berita Terkait

Aceh Tamiang Regent Warmly Receives DPC BAI Aceh Tamiang Delegation, Strengthening Synergy for Legal Services and Regional Development
Bupati Aceh Tamiang Sambut Hangat Audiensi DPC BAI Aceh Tamiang, Perkuat Sinergi untuk Pelayanan Hukum dan Pembangunan Daerah
DPC BAI Aceh Tamiang Raises Concerns Over Alleged Emergence of LGBT Activities, Urges Government and Law Enforcement to Promote Guidance and Enforce the Law
DPC BAI Aceh Tamiang Soroti Dugaan Munculnya Aktivitas LGBT, Minta Pemerintah dan Aparat Lakukan Pembinaan serta Penegakan Hukum Sesuai Ketentuan
Silaturahmi Penuh Makna, DPC BAI Aceh Tamiang dan Kepala Sekolah SDN 2 Alur Selebu Bahas Masa Depan Pendidikan
Meaningful Gathering: DPC BAI Aceh Tamiang and Principal of SDN 2 Alur Selubu Discuss the Future of Education
Pemred dan Kabiro Media Tribunpasee Sampaikan Apresiasi kepada AKBP Muliadi serta Sambut Kapolres Aceh Tamiang yang Baru
DPC BAI Aceh Tamiang Highlights 2026 School Revitalization Assistance Program, Warns of Potential Budget Irregularities

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:24 WIB

Melalui Saweu Keude Kopi, Polsek Idi Tunong Bangun Kepercayaan Warga demi Menjaga Kamtibmas

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:12 WIB

Kapolsek Nurussalam dan Warga Perkuat Kebersamaan Lewat Gotong Royong

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:00 WIB

Polsek Darul Ihsan Panen Jagung Perdana Bersama Kelompok Tani Binaan

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:21 WIB

‎Ketua YARA Langsa Desak Polres Langsa dan Kajari Aceh Timur Periksa Dugaan Pungli Di Puskesmas Bireum Bayeun Aceh Timur

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:40 WIB

Dari Gampong ke Gampong, Kanit Binmas Polsek Banda Alam Perkuat Kamtibmas Lewat Dialog dengan Warga

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:19 WIB

Tokoh Masyarakat Darul Ihsan Desak Pemerintah Segera Legalkan Pengelolaan Sumur Minyak Rakyat

Minggu, 19 Juli 2026 - 03:11 WIB

Sinergi TNI-Polri Dijaga, Kapolres Aceh Timur Hadiri Lepas Sambut Dandim 0104/Aceh Timur

Minggu, 19 Juli 2026 - 00:44 WIB

Saweu Keude Kopi, Jadi Ruang Strategi Kapolsek Idi Tunong Merawat Kepercayaan Publik

Berita Terbaru