Aceh Tamiang, Indonesia – Badan Advokasi Indonesia Dewan Pimpinan Cabang (DPC) BAI Aceh Tamiang menyoroti keras polemik antara demokrasi dan praktik politik uang yang dinilai masih menjadi ancaman serius dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di wilayah Aceh Tamiang.
Ketua DPC BAI Aceh Tamiang Syamsul menegaskan bahwa Pilkades sejatinya merupakan pesta demokrasi rakyat desa untuk memilih pemimpin yang amanah, jujur, dan mampu membawa perubahan pembangunan. Namun, nilai demokrasi tersebut dinilai dapat rusak apabila proses pemilihan dicemari praktik politik uang atau “serangan fajar”.
“Demokrasi bukan tentang siapa yang paling banyak uang, tetapi siapa yang paling layak memimpin desa. Jika suara rakyat dibeli, maka masa depan desa ikut dipertaruhkan,” tegas pernyataan Ketua Syamsul di Sekretariat DPC BAI Aceh Tamiang, Kamis (7/5/2026).
Menurut Ketua DPC BAI, praktik politik uang tidak hanya merusak moral demokrasi, tetapi juga berpotensi melahirkan pemimpin yang lebih fokus mengembalikan modal politik dibanding memperjuangkan kesejahteraan masyarakat desa.
Fenomena ini disebut menjadi perhatian serius karena Pilkades memiliki pengaruh langsung terhadap pembangunan desa, pengelolaan dana desa, hingga stabilitas sosial masyarakat. DPC BAI menilai masyarakat harus mulai berani menolak segala bentuk praktik transaksi suara demi menjaga marwah demokrasi.
Selain itu, Sekretaris DPC BAI Aceh Tamiang SIP Simanjuntak, juga meminta panitia Pilkades, aparat pengawas, serta aparat penegak hukum agar lebih tegas mengawasi indikasi politik uang yang berpotensi memicu konflik sosial di tengah masyarakat.
“Jangan sampai demokrasi desa berubah menjadi ajang jual beli suara. Pilkades harus menjadi momentum lahirnya pemimpin berkualitas, bukan hasil transaksi politik,” ujarnya.
Pengurus DPC BAI Aceh Tamiang juga mengajak generasi muda, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen desa untuk meningkatkan pendidikan politik kepada masyarakat agar memilih calon pemimpin berdasarkan program kerja, integritas, dan kepedulian terhadap rakyat.
Pernyataan ini pun mulai menjadi perhatian publik dan menuai berbagai tanggapan masyarakat di media sosial. Banyak warga berharap Pilkades di Aceh Tamiang ke depan dapat berlangsung lebih bersih, jujur, dan benar-benar mencerminkan demokrasi yang sehat. (Saut Simanjuntak)





























