SURABAYA – Usai menggelar dan menyukseskan acara Doa serta Shalawat Akbar dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 di Banyuwangi, Ketua Umum Agus Flores kembali melontarkan pernyataan keras terkait dugaan praktik ilegal yang disebut masih terjadi di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Agus Flores menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada siapa pun yang terbukti terlibat atau membekingi praktik narkoba, distribusi BBM ilegal, maupun aktivitas pertambangan ilegal. Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu.
“Tidak ada ampun bagi oknum yang terlibat membekingi narkoba, BBM ilegal, dan tambang ilegal. Kalau itu oknum polisi, silakan Bapak Kapolri memproses hukum anggotanya secara transparan agar menjadi pelajaran bagi semua,” tegas Agus.
Ia menilai, di era digital saat ini, keterbukaan informasi melalui media sosial membuat masyarakat semakin aktif mengawasi jalannya penegakan hukum. Karena itu, setiap dugaan pelanggaran harus ditindaklanjuti berdasarkan bukti dan mekanisme hukum yang berlaku.
Agus juga mengaku menerima berbagai informasi dari kalangan wartawan mengenai dugaan masih adanya praktik-praktik ilegal di wilayah Surabaya. Namun demikian, ia menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut perlu dibuktikan melalui proses penegakan hukum yang profesional.
“Besok akan saya sampaikan kepada media,” ujarnya singkat.
Pernyataan Agus Flores dipastikan akan menjadi perhatian publik, mengingat komitmennya untuk terus mendorong pemberantasan narkoba, BBM ilegal, dan tambang ilegal serta mendukung langkah aparat penegak hukum dalam menindak setiap pelaku yang terbukti melanggar hukum.
{Jurnalis Agus Suriadi}






























