Konfirmasi Dugaan Pengutipan Jadup di Gampong Teungoh Sawang: Wartawan Diduga Malah Dapat Makian “Neujak Oex Ma Neuh” Dari Ketua Tuha Peuet

Fadly P.B

- Redaksi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:37 WIB

50363 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi AI

Foto: Ilustrasi AI

‎‎Aceh Utara – Dugaan praktik “potongan liar” terhadap Jaminan Hidup (Jadup) warga miskin mencuat di Gampong Teungoh, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Alih-alih mendapatkan klarifikasi dari otoritas desa, upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan justru berujung pada makian bernada kasar dari Ketua Tuha Peuet desa setempat.

‎Informasi yang dihimpun awak media dari masyarakat menyebutkan adanya pemotongan dana Jadup sebesar Rp1 juta per penerima. Berdasarkan keterangan sumber, dana tersebut dibagi dua: Rp 300 ribu untuk biaya administrasi, sementara Rp 700 ribu sisanya dialokasikan untuk warga lain yang tidak menerima bantuan.

‎Pengakuan Sang Geuchik

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Upaya verifikasi dilakukan dengan menghubungi Geuchik Gampong Teungoh pada Jumat, 3 Juli 2026. Dalam sambungan telepon, sang Geuchik mengaku tengah menjalani pengobatan intensif akibat penyakit stroke di Bireuen.

‎Ia membantah keterlibatannya dalam pemotongan dana tersebut. “Saya tidak pernah memberikan izin kutipan itu. Mereka (perangkat desa dan Tuha Peuet) meminta (izin) di Meunasah untuk mengelar rapat umum,” ujar Geuchik.

‎Ia menegaskan bahwa praktik tersebut dilakukan oleh pihak Tuha Peuet dan Sekretaris Desa (Sekdes), seraya memberikan nomor kontak Ketua Tuha Peuet kepada media.

‎Konfirmasi Berujung Makian

‎Keesokan harinya, Sabtu, 4 Juli 2026, awak media mencoba menghubungi Ketua Tuha Peuet melalui sambungan telepon WhatsApp pribadinya. Awalnya, percakapan berlangsung datar. Ketua Tuha Peuet sempat menyerahkan ponselnya kepada Sekdes untuk menjelaskan duduk perkara.

‎Namun, suasana berubah drastis ketika ponsel tiba tiba diambil kembali oleh diduga Ketua Tuha Peuet. ia langsung melontarkan kalimat makian dalam bahasa daerah (Aceh) kepada wartawan.

‎”Hay bang bek jaiy that netemanyoeng inan. Neujak oex ma neuh! Hebat that peugot droe ke wartawan. Wate banjir meudeuh muka keuh tan, wate kaleuh banjir neuyak peugot ma neuh mandum!”.

‎(Terjemahan: “Jangan banyak kali kalian tanya. Pergi nge*t*t mama kalian sana! Hebat sekali kalian jadi wartawan. Waktu banjir muka kalian tidak nampak, usai banjir kalian buat gaduh semua!”).

‎Pena yang Tak Pernah Basah

‎Makian “Neujak Oex Ma neuh” yang terlontar dari mulut seorang pejabat desa bukan hanya sekadar umpatan murahan, melainkan cerminan arogansi kekuasaan yang merasa kebal hukum.

‎Ketika suara-suara sumbang terkait potongan uang rakyat dibalas dengan cacian kotor, publik pun kini bertanya: Apa yang sebenarnya sedang disembunyikan di balik tirai administrasi desa tersebut, hingga ia begitu takut pada sebuah pertanyaan?.

‎Tudingan Ketua Tuha Peuet yang menganggap wartawan tidak peduli saat masa sulit terasa ironis. Faktanya, saat banjir besar meluluhlantakkan Aceh Utara pada 2025 lalu, para jurnalis termasuk yang melakukan konfirmasi ini berada di garis depan.

‎Di tengah kepungan air yang merendam rumah dan memutus akses, pena mereka justru tak pernah kering menuliskan penderitaan warga dan kebutuhan mendesak di lapangan. Namun, bagi oknum yang merasa terganggu dengan pertanyaan kritis, seolah lupa bahwa jurnalisme hadir bukan hanya untuk memuji saat terang, tetapi juga untuk merawat keadilan saat segalanya tampak remang.

‎Menagih Keadilan untuk Warga

‎Wartawan sejatinya menjalankan fungsi sebagai pilar keempat demokrasi melalui kontrol sosial yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Saat aroma uang rakyat miskin diduga disunat oleh tangan-tangan yang merasa berkuasa, konfirmasi menjadi satu-satunya jembatan untuk memastikan kebenaran.

‎Kini, bola panas ada di tangan aparat pengawasan daerah. Apakah tuduhan pemotongan ini akan berakhir menjadi sekadar catatan di atas meja, atau akan diusut hingga ke akar-akarnya? Publik Gampong Teungoh kini menanti jawaban.

‎Sebab, di balik setiap rupiah yang terpotong dari tangan warga miskin, ada harapan yang ikut terkubur, dan suara jurnalis tidak akan berhenti bergeming selama keadilan masih menjadi barang mewah di desa sendiri.

Berita Terkait

Jumat Berkah ke-458, Polsek Baktiya Dan Baktiya Bersaudara Turun Langsung Bantu Lansia Prasejahtera
Datang Bawa Kue, Pulang Tinggalkan Kesan: Kapolsek Seunuddon Perkuat Persaudaraan TNI-Polri
Kapolsek Baktiya Barat IPDA Marzuki, S.H., M.H., C.PM Beri Kejutan Istimewa Menyambut HUT TNI ke-81 untuk Koramil 18/Baktiya Barat
Bukan Sekedar Ucapan, Kapolsubsektor Dan Camat Lapang Beri Kejutan HUT ke-81 TNI Untuk Danposramil
Kejutan HUT TNI ke-81, Kapolsek Nibong Datangi Koramil 24 Sinergitas TNI-Polri Bukan Sekedar Seremonial
Kejutan HUT TNI ke-81, Kapolsek Nibong Datangi Koramil 24 Sinergitas TNI-Polri Bukan Sekedar Seremonial
Kapolsek Paya Bakong Bersama Camat Sambangi Koramil 21, Perkuat Sinergitas TNI-Polri
Sampah Menggunung Ganggu Kenyamanan Warga, Ibu-Ibu Dusun 2 Suka Jaya Turun Tangan Bersihkan Jalan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Bakti Religi, Sat Samapta Polres Aceh Timur Hadir untuk Masyarakat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Dekat dengan Ulama, Kapolsek Darul Ihsan Perkuat Fondasi Kamtibmas

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Kapolsek Julok Turun Langsung Dampingi Warga, Pastikan Program Perlinsos Tepat Sasaran

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Sinergitas TNI-Polri dan Pemerintah Terjaga, Kapolsek Bersama Camat Darul Ihsan Sambangi Koramil 24 Ucapkan HUT TNI ke-81

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Mengawali Tugas Perdana, Ipda Saiful Bahri Pimpin Apel Pagi Di Polsek Darul Ihsan

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:22 WIB

HUT TNI ke-81: Suapan Kue Dan Senyuman, Momen Hangat Sinergi Tiga Pilar Di Simpang Jernih

Senin, 5 Oktober 2026 - 00:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Bupati Aceh Timur Al-Farlaky: Kekuatan TNI Tumbuh Dari Rakyat Dan Pengabdian Untuk Negeri

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Waspada Modus “Digital Impersonation”: Membedah Perbedaan Akun Asli Dan Palsu Di Era Media Sosial

Berita Terbaru