Sabang – Kinerja Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distrik Navigasi (Kadisnav) Tipe A Kelas II Sabang, Dr. Capt. Tohara, S.E., M.Mar., M.M.Tr., tengah menjadi sorotan hangat di lingkungan internal instansi tersebut. Tohara diduga kuat jarang berada di kantor dan lebih banyak menghabiskan waktu di luar daerah, termasuk ke Jakarta, tanpa kejelasan urgensi kedinasan.
Menurut informasi yang dihimpun dari sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan, keberadaan Tohara di kantor dinas Sabang terhitung sangat minim dalam setiap pekannya.
”Dalam seminggu beliau paling hanya bertahan beberapa hari di kantor, setelah itu sudah berada di Jakarta,” ungkap sumber tersebut kepada media, beberapa waktu lalu.
Manajemen internal Dinilai Tertutup
Sumber tersebut juga menyayangkan sikap pimpinan institusi vertikal itu yang dinilai sangat tertutup terkait keberadaannya. Ketidakjelasan informasi ini dinilai memicu preseden buruk bagi manajemen internal Distrik Navigasi Sabang.
”Beliau terkesan tiba-tiba menghilang begitu saja dari kantor tanpa ada informasi yang jelas, apakah dalam rangka tugas atau hal lain. Saat ada tamu yang datang mencari, petugas di kantor hanya bisa menjawab tadi bapak ada, tapi sekarang tidak tahu ke mana. Jangan sampai ini memberikan kesan manajemen yang tidak sehat di bawah kepemimpinan beliau,” keluhnya.
Sesuai dengan ketentuan kepegawaian, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) diwajibkan mematuhi jam kerja secara disiplin. Keberangkatan pejabat ke luar daerah untuk perjalanan dinas pun wajib dibekali Surat Perintah Tugas (SPT) resmi yang ditandatangani oleh atasan berwenang dengan urgensi yang jelas.
Jika dugaan ini benar, maka tindakan tersebut berpotensi melanggar disiplin aparatur negara.
Upaya Konfirmasi Wartawan Kerap Buntu
Indikasi tertutupnya akses informasi ini dirasakan langsung oleh awak media saat mencoba melakukan konfirmasi demi keberimbangan berita. Upaya untuk menemui Capt. Tohara di kantornya di Sabang berulang kali gagal. Petugas piket selalu memberikan jawaban bahwa yang bersangkutan sedang berada di luar kota.
Bahkan, setelah ditunggu selama satu minggu, pegawai setempat tetap mengaku tidak mengetahui jadwal pasti kepulangan maupun agenda luar daerah sang Plt Kadisnav. Akses komunikasi juga seolah tertutup rapat karena sejumlah pegawai enggan memberikan nomor kontak resmi atasannya dengan berbagai alasan.
Perburuan konfirmasi berlanjut ketika awak media mendapatkan informasi bahwa Capt. Tohara tengah berada di Kantor Radio Navigasi Ulee Lheue, Banda Aceh. Namun, setibanya di lokasi, petugas setempat menyebutkan beliau sedang keluar dan diperkirakan kembali menjelang malam.
Ironisnya, saat media kembali mendatangi kantor tersebut sore harinya, petugas di Ulee Lheue menyatakan bahwa Capt. Tohara sudah bertolak kembali ke Sabang menggunakan kapal. Kontradiksi terjadi ketika pada malam harinya, sumber tepercaya di Sabang justru mengonfirmasi bahwa sang Plt Kadisnav belum juga tiba di Sabang dan diduga masih berada di Banda Aceh.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih terus berupaya membuka ruang komunikasi dan melayangkan surat konfirmasi resmi kepada pihak Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Sabang maupun Kementerian Perhubungan terkait guna mendapatkan klarifikasi berimbang mengenai persoalan ini. (Tim)




























