Saat Kak Ana Nikmati Panorama Negeri Atas Awan di Kilonam Geumpang Pidie

AGUS SURIADI

- Redaksi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:20 WIB

5012 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pidie | Kabut pagi yang tebal menjadi daya tarik utama Agrowisata Kilonam di Geumpang, Pidie, Aceh. Di kawasan perbukitan ini, lanskap alam tampil memukau dengan lapisan awan yang seolah menggantung rendah.

Momen seperti ini yang menarik perhatian Ketua TP PKK Aceh, Marlina Usman atau Kak Ana, saat berkemah dan menyaksikan langsung keindahan yang kini mulai dilirik sebagai destinasi wisata berbasis alam.

Pukul 07.20 WIB, kabut masih menggantung di perbukitan Geumpang, Pidie, Aceh. Matahari belum sepenuhnya muncul. Dari depan tenda di Agrowisata Kilonam, Marlina Usman memandang lembah yang tertutup lapisan putih tebal. Udara dingin terasa tajam.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh itu seperti berdiri di atas awan. Kabut menggenang di bawah dan menutupi pepohonan.

Marlina atau lebih dikenal Kak Ana tiba di sana bersama rombongan TP PKK Pidie pada Sabtu (1/8/2026) malam. Mereka berkemah untuk menunggu pagi yang berkabut di kawasan itu.

“Tempat ini sangat indah. Tidak kalah dengan daerah lain,” katanya. Ia mengajak wisatawan datang dan melihat langsung lanskap tersebut.

Kilonam, disebut juga Kilo Nam atau Kilo 6, terletak di tepi jalan lintas Geumpang–Meulaboh, sekitar enam kilometer dari Pasar Geumpang. Dari Kota Sigli, pusat kota Kabupaten Pidie, jaraknya sekitar 100 kilometer.

Safriati, sang pemilik Kilonam yang akrab disapa Titi, memulainya dari usaha perkebunan. Lima tahun lalu mereka menanam kopi hingga durian. Namun pemandangan yang terbuka ke lembah kemudian menarik perhatian. Akhirnya sejak 2024, lahan itu mulai dibuka sebagai agrowisata.

“Tadinya kami berkebun, karena mendapat pemandangan begitu indah sehingga kami terinspirasi membuat tempat wisata,” kata Titi, Minggu (2/8/2026).

“Kami mulai merintis agrowisata sejak 2024, sementara kegiatan berkebun sudah berjalan sekitar lima tahun.”

Fasilitas tumbuh perlahan. Area kamping disiapkan di punggung bukit. Di bawahnya juga terdapat air terjun setinggi sekitar 30 meter.

Di sisi lain terdapat kolam anak dan kolam ikan. Tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan jeruk dan durian. Di area itu terdapat bangunan kafe.

Tidak ada tiket masuk ke lokasi. Pengunjung hanya membayar makanan atau minuman. Sementara itu, bagi yang ingin berkemah, tersedia tenda yang disewakan Rp150.000 per malam. Satu tenda cukup untuk 3–4 orang.

Sinyal seluler di lokasi tidak ada. Pengunjung mengandalkan Wi-Fi yang disediakan di sekitar kafe.

Pagi dan sore menjadi waktu utama untuk berkunjung ke sini. Pagi hari, kabut menutup pepohonan sebelum akhirnya menipis. Sore hari, awan kembali turun, cahaya meredup, dan lanskap berubah lembut. Di antara dua waktu itu, pengunjung biasanya memilih diam menikmati suasana atau memotretnya, untuk mengabadikan momen.

Menjelang siang, sekitar pukul 10.00, kabut menghilang. Perbukitan hijau muncul jelas. Pada saat itu, Marlina turun ke air terjun.

Selepas dari sana, ia berkunjung ke area kolam renang untuk anak-anak. Di sampingnya juga ada kolam ikan. Di area itu juga terlihat kebun yang ditanami durian hingga kopi.

Kunjungan rombongan TP PKK Aceh akhir pekan itu menjadi penanda bahwa Kilonam mulai dilirik. Keunggulannya ada pada lanskap alam yang dibiarkan bekerja sendiri: kabut datang dan pergi. Dan pagi, seperti hari itu, memberi waktu bagi siapa saja untuk terpukau dengan keindahan alam Aceh.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

Wagub Aceh Takziah ke Rumah Duka Ibunda Pimred Serambi Indonesia
Wagub Aceh Tinjau Jalan IJD PUPR di Kembang Tanjong, Dorong Penyempurnaan Infrastruktur
‎Petugas Gabungan Laksanakan Razia dan Tes Urine Napi di Lapas Kelas IIB Kota Bakti
Wagub Fadhlullah: Gerakan Pangan Murah, Jaga Stabilitas Harga Jelang Idul Fitri
15 Hari Mendapatkan Perawatan, RSUD TCD Sigli Antarkan Pasien Tanpa Pendampingan Keluarga tempat asalnya
Wagub Aceh Pimpin Safari Ramadan Perdana, Ini Harapan Wagub!!
Disela Safari Ramadhan Wagub Aceh Silaturahmi Dengan Teman Lama
Didampingi Sekda, Wabup lepas Kontingen Pidie pada MTR Pramuka tingkat Kwarda Aceh XXIV 2025 di Meulaboh

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Bahas Pemulihan Sawah dan Kebun dengan Mentan, Gubernur Mualem: Kami Butuh Dukungan Pak Menteri

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:35 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang Tegaskan Kedudukan Organisasi dan Jabatan Ketua

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:12 WIB

ATR/BPN Aceh Tamiang Terima Kunjungan DPC BAI Aceh Tamiang: Kekompakan dan Sinergi dalam Mendukung Pembangunan Pascabencana

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:03 WIB

ATR/BPN Aceh Tamiang Receives Visit from DPC BAI Aceh Tamiang: Strengthening Unity and Synergy to Support Post-Disaster Recovery

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:55 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang Commends ARKOM Indonesia for Monitoring and Inauguration of Community Hall, Clean Water Facilities, and Public Sanitation in Bandar Pusaka

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:12 WIB

Komisi III DPR RI DPR Skakmat Hotman Paris, Asas Kesetaraan Hukum Berlaku Tanpa Pandang Bulu

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:09 WIB

PWFRN Counter Polri Kecam Pernyataan Hotman Paris, Minta Klarifikasi Dan Permintaan Maaf kepada Wartawan

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:16 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang Highlights 2026 School Revitalization Assistance Program, Warns of Potential Budget Irregularities

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Dua Pelajar Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Lhoksukon

Jumat, 7 Agu 2026 - 18:35 WIB