ACEH TAMIANG — Tumpukan sampah yang dibuang sembarangan akhirnya memantik kepedulian masyarakat Dusun 2 Suka Jaya, Desa Pengidam, Kecamatan Bandar Pusaka. Tak ingin kondisi lingkungan semakin memprihatinkan, kaum ibu bersama masyarakat turun langsung melakukan gotong royong membersihkan sampah di sepanjang jalan dusun, Sabtu (3/10/2026).

Aksi tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus menunggu pemerintah bergerak. Ibu-ibu masyarakat Dusun 2 Suka Jaya memilih turun ke jalan, mengangkat sampah dan membersihkan lingkungan yang selama ini dinilai mengganggu kenyamanan warga.
Kegiatan gotong royong tersebut turut diarahkan oleh Ibu Antek, istri Datok Penghulu Desa Pengidam sekaligus Ketua PKK Desa Pengidam. Bersama masyarakat, ia menggerakkan kaum ibu untuk membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang jalan Dusun 2 Suka Jaya.
Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Akbar Aritonang, selaku tokoh masyarakat Desa Pengidam dan Tim Investigasi DPC BAI Aceh Tamiang, turut hadir dan memberikan dukungan terhadap gerakan masyarakat tersebut.

Kondisi sampah yang berserakan sebelumnya membuat sebagian warga merasa tidak nyaman ketika melintasi jalan tersebut. Persoalan semakin menjadi perhatian karena lokasi itu merupakan persimpangan jalan yang menjadi salah satu akses menuju kawasan wisata Sangka Pane Pengidam.
Ironisnya, jalan yang seharusnya menjadi wajah dan akses masyarakat justru tercoreng oleh perilaku membuang sampah sembarangan. Warga berharap persoalan tersebut tidak kembali terjadi setelah lingkungan dibersihkan.
Masyarakat Dusun 2 Suka Jaya menyampaikan harapan agar tidak ada lagi warga yang membuang sampah sembarangan. Kebersihan lingkungan, menurut mereka, bukan hanya tanggung jawab pemerintah desa, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
“Jangan setelah dibersihkan, sampah kembali berserakan. Kalau kita ingin lingkungan sehat dan nyaman, mari sama-sama menjaga. Jangan membuang sampah sembarangan,” menjadi semangat yang digaungkan dalam kegiatan gotong royong tersebut.
Ahmad Akbar Aritonang menilai semangat masyarakat, khususnya kaum ibu, merupakan modal penting dalam membangun kesadaran bersama. Gotong royong bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi juga mengingatkan bahwa lingkungan adalah milik bersama yang harus dijaga bersama.
Kini, setelah jalan dan lingkungan dibersihkan, masyarakat berharap kesadaran tidak berhenti pada kegiatan gotong royong hari ini. Jalan yang sudah bersih harus tetap bersih. Lingkungan yang sudah nyaman jangan kembali dikotori.
Semangat ibu-ibu Dusun 2 Suka Jaya menjadi pesan sederhana namun kuat: kalau masyarakat bersatu, persoalan lingkungan bisa diatasi bersama. Tetapi jika kesadaran menjaga kebersihan tidak tumbuh, sampah akan kembali menjadi masalah.
Dari Dusun 2 Suka Jaya, gerakan kecil itu mengirim pesan besar: menjaga kebersihan bukan menunggu siapa yang bertanggung jawab—tetapi dimulai dari diri sendiri.
(SIP Simanjuntak)




























