Aceh Utara – Angin topan yang disertai hujan dan cuaca buruk menghantam wilayah kampung Tempel Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Akibat kejadian tersebut, dua unit rumah milik seorang jurnalis dan seorang janda tua mengalami kerusakan cukup parah.
Rumah milik jurnalis Muhammad Amin (32). yang berada di kawasan tersebut mengalami kerusakan pada bagian atap yang diterbangkan angin kencang. Selain itu, beberapa bagian bangunan juga mengalami kerusakan akibat kuatnya terpaan angin.
Pemilik rumah yang berprofesi sebagai jurnalis mengaku terkejut saat angin kencang datang secara tiba-tiba.
”Saat kejadian saya bersama keluarga berada di rumah. Tiba-tiba angin bertiup sangat kencang dan dalam hitungan menit atap rumah mulai terangkat dan rusak. Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” ujarnya.
Sementara itu, seorang janda tua Tihawa (70). yang rumahnya juga terdampak mengaku sangat sedih atas musibah yang menimpanya. Kondisi rumah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya mengalami kerusakan sehingga membuatnya khawatir.
”Saya tidak menyangka anginnya begitu kuat. Sebagian atap rumah rusak dan saya berharap ada bantuan untuk memperbaiki rumah ini,” tuturnya dengan nada haru.
Mendapat laporan dari masyarakat, Camat Cot Girek langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi rumah yang terdampak bencana. Dalam kunjungannya, camat melihat langsung kerusakan yang terjadi serta memberikan dukungan moril kepada korban.
Camat Cot Girek Muhammad Kasim, S.Sos.mengatakan pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pendataan dan mengupayakan bantuan bagi warga yang terdampak.
”Kami turut prihatin atas musibah yang dialami warga. Pemerintah kecamatan akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar bantuan dapat segera diberikan kepada korban yang terdampak angin topan ini,” kata camat saat berada di lokasi.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
{Jurnalis Agus Suriadi}






























