HUNTAP Belum Rampung, Aliansi Panglima Milenial Aceh: Jangan Biarkan Korban Bencana Terus Hidup dalam Ketidakpastian

AGUS SURIADI

- Redaksi

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:25 WIB

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen – Ketua Umum Aliansi Panglima Milenial Aceh, Teuku Musliadi (Bucek), menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap belum tuntasnya pembangunan Rumah Hunian Tetap (HUNTAP) bagi masyarakat penyintas bencana hidrometeorologi di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Aceh.

Menurutnya, hingga kini masih terdapat warga terdampak banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya yang belum memperoleh hunian tetap sebagaimana yang telah dijanjikan. Sebagian masyarakat masih bertahan di tempat penampungan sementara, menumpang di rumah keluarga, maupun tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni.

“Kondisi tersebut tidak sejalan dengan semangat pemulihan pascabencana dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat yang menjadi korban bencana,” ujar Teuku Musliadi dalam pernyataan sikapnya.

Aliansi Panglima Milenial Aceh DPP bersama seluruh DPD Kabupaten/Kota mendesak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Aceh, serta seluruh instansi terkait agar segera mempercepat penyelesaian pembangunan HUNTAP di seluruh wilayah yang hingga kini belum rampung.

Menurut Aliansi Panglima Milenial Aceh, masyarakat korban bencana tidak boleh terus-menerus menunggu tanpa kepastian, terlebih sebagian dari mereka telah kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan akibat bencana yang terjadi.

Aliansi Panglima Milenial Aceh menilai percepatan pembangunan HUNTAP harus menjadi prioritas Pemerintah Aceh. Kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menjamin perlindungan dan pemulihan kehidupan para penyintas bencana. Keterlambatan yang berkepanjangan dinilai berpotensi menimbulkan persoalan sosial, ekonomi, hingga psikologis bagi masyarakat terdampak.

Selain itu, Aliansi Panglima Milenial Aceh meminta Pemerintah Aceh memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik mengenai perkembangan pembangunan HUNTAP, realisasi penggunaan anggaran, progres pekerjaan di lapangan, serta berbagai kendala yang menyebabkan keterlambatan penyelesaiannya. Keterbukaan informasi dinilai penting sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program penanganan pascabencana.

Apabila terdapat hambatan administratif, lemahnya koordinasi antarinstansi, keterlambatan pelaksanaan proyek, maupun dugaan penyalahgunaan kewenangan atau penyimpangan anggaran, Aliansi Panglima Milenial Aceh meminta aparat pengawas internal pemerintah dan aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan secara profesional, transparan, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Aliansi Panglima Milenial Aceh menegaskan bahwa pernyataan sikap tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Aceh yang hingga kini masih menunggu hak mereka sebagai penyintas bencana.

Apabila dalam waktu yang wajar belum terdapat langkah konkret maupun kepastian penyelesaian pembangunan HUNTAP, Aliansi Panglima Milenial Aceh bersama jajaran DPD Kabupaten/Kota menyatakan akan menempuh langkah-langkah konstitusional melalui penyampaian aspirasi secara damai kepada Pemerintah Aceh dan instansi terkait sebagai bentuk kontrol sosial untuk memastikan hak-hak masyarakat korban bencana benar-benar terpenuhi.

Aliansi Panglima Milenial Aceh berharap Pemerintah Aceh segera menunjukkan komitmen nyata dalam menuntaskan pembangunan seluruh HUNTAP yang masih tertunda, sehingga masyarakat penyintas bencana dapat kembali menjalani kehidupan secara aman, layak, dan bermartabat.

“Keselamatan dan kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama. Jangan biarkan korban bencana terus hidup dalam ketidakpastian,” tutup Teuku Musliadi

(Bucek)

 

Berita Terkait

Sekda Aceh Apresiasi Universitas Almuslim, Tegaskan Mahasiswa Berorganisasi Tetap Bisa Berprestasi
Sidak RSUD dr. Fauziah Bireuen, Sekda Aceh Pastikan Pasien Katastropik Ditanggung JKA Tanpa Batas Desil
Wagub Aceh Silaturrahmi dengan Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara
DWP Aceh Salurkan Bantuan bagi Keluarga ASN Terdampak Bencana
Kak Na: Selamat Lebaran Anak-anak Bunda Semua
Bantuan Darurat NGO Nasional Mengalir ke Aceh Pascabanjir Bandang, Abu Salam Pastikan Distribusi Transparan
Kapolda Aceh Tinjau Pos Pengamanan Lebaran Di Bireuen
Safari Ramadhan Ke Mesjid Besar Peusangan Bireun, Wagub Serahkan

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:35 WIB

Medco E&P Malaka dan PSS Sleman Latih 37 Pesepak Bola Muda dan 19 Pelatih Aceh Timur

Rabu, 1 Juli 2026 - 00:59 WIB

Menjaga Ruang Publik Nyaman, KRYD Jadi Strategi Polsek Darul Aman Tekan Gangguan Kamtibmas

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:42 WIB

Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Aceh Timur Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 62 Personel

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:47 WIB

PW FAST RESPON DPW ACEH Officially Extends Greetings on the 80th Bhayangkara Day

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:48 WIB

Hadir di Tengah Masyarakat, Patroli Malam Polsek Peureulak Timur Berikan Rasa Nyaman Warga

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:40 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Peureulak Barat Hadir di Tengah Warga Lewat Patroli Malam

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:31 WIB

Patroli Malam Polsek Julok, Wujud Kehadiran Negara di Tengah Warga

Senin, 29 Juni 2026 - 14:18 WIB

Kesultanan Bandar Khalifah Terbitkan Titah Raja, Ajak Masyarakat Dukung Pembugaran Makam Leluhur Di Peureulak

Berita Terbaru

BANDA ACEH

Gubernur Mualem Pastikan Hilirisasi Migas Blok Andaman

Rabu, 1 Jul 2026 - 14:58 WIB