SIMPANG JERNIH – Belum sempat bot milik Wahab, warga Gampong Melidi, yang lebih dahulu tenggelam di lintasan Sungai Batu Katak dievakuasi,
Musibah serupa kembali terjadi. Kali ini, bot milik Samin, warga Melidi lainnya, ikut tenggelam akibat derasnya arus sungai pada Jumat sore (30/10/2026).
Peristiwa berulang ini kembali menggambarkan beratnya tantangan yang dihadapi masyarakat pedalaman Kecamatan Simpang Jernih saat melintasi Sungai Batu Katak, terutama ketika debit air dan arus sungai begitu kuat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Media tribunpasee.com bot yang dikemudikan Samin bersama seorang kernetnya itu tidak mampu melawan derasnya arus.
Kuatnya aliran sungai membuat bot kehilangan tenaga hingga akhirnya mengalami musibah dan tenggelam.
Situasi semakin sulit ketika keduanya harus menghadapi kondisi alam di lokasi kejadian.
Setelah musibah tersebut, Samin dan kernetnya terpaksa bertahan di kawasan sungai dan tidur di atas bebatuan karang sepanjang malam.
Baru pada Sabtu pagi (31/10/2026), keduanya mencari tumpangan untuk melanjutkan perjalanan balik menuju Pelabuhan Getek Batu Sumbang.
Sementara itu, bot milik Samin masih tertinggal di lintasan Batu Katak dan hingga kini belum dapat dievakuasi.
Kondisi arus sungai yang deras menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mengamankan dan mengangkat kembali bot tersebut.
Ancaman Nyata bagi Aktivitas Warga Pedalaman
Tenggelamnya dua bot milik warga Melidi dalam waktu berdekatan menjadi gambaran betapa beratnya akses transportasi yang harus dihadapi masyarakat pedalaman.
Sungai yang menjadi jalur penting untuk mobilitas warga dan pengangkutan material dapat berubah menjadi ancaman ketika arus menguat.
Bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada jalur sungai, kondisi ini bukan sekedar persoalan transportasi,
Melainkan juga menyangkut keselamatan jiwa, kelancaran distribusi kebutuhan, dan keberlangsungan aktivitas ekonomi warga.
Kejadian yang menimpa Wahab dan kini Samin diharapkan menjadi perhatian bersama.
Masyarakat yang hendak melintasi Sungai Batu Katak perlu meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan kondisi arus sebelum melakukan perjalanan.
Di sisi lain, perhatian dari pihak terkait terhadap keselamatan jalur transportasi sungai di kawasan pedalaman Simpang Jernih sangat dibutuhkan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Dua bot tenggelam, dua kejadian dalam waktu berdekatan. Di balik derasnya arus Batu Katak, ada perjuangan warga Melidi yang setiap hari harus bertaruh dengan kondisi alam demi menjalankan aktivitas dan memenuhi kebutuhan hidup.
{Jurnalis Agus Suriadi}































