IDI RAYEUK, ACEH TIMUR — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa Aceh Timur bersiap menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada 13 April 2026 di The Royal Hotel Idi. Agenda lima tahunan ini menjadi momentum strategis dalam menentukan Ketua DPC periode 2026–2031 sekaligus arah konsolidasi partai ke depan.
Dari sejumlah nama yang mencuat, sosok Muhammad Yunus alias Banta menjadi salah satu kandidat yang paling diperhitungkan. Mantan anggota DPR Aceh periode 2019–2024 ini dinilai memiliki pengalaman politik dan basis dukungan yang kuat di tingkat akar rumput.
Ketua panitia pelaksana, Zulmi, mengatakan seluruh persiapan Muscab terus dimatangkan guna memastikan pelaksanaan berjalan lancar.
“Pelaksanaan Muscab dijadwalkan 13 April 2026. Kami berharap seluruh proses berjalan sukses dan membawa dampak positif bagi penguatan organisasi,” ujar Zulmi, Rabu (8/4/2026).
Muscab kali ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga forum penting untuk memperkuat struktur kepengurusan, mendorong regenerasi, serta merumuskan program kerja baru guna meningkatkan peran politik PKB di Aceh Timur.
Berbeda dengan periode sebelumnya, proses penjaringan calon Ketua DPC dibuka lebih luas. Selain kader internal, figur dari luar partai juga diberikan ruang untuk ikut serta dalam kontestasi.
Sejauh ini, bursa calon mengerucut pada lima nama, yakni Muhammad Syuhada, Zulmi, Iskandar, Azhar, dan Muhammad Yunus (Banta).
Namun demikian, nama Banta dinilai memiliki modal politik yang tidak bisa diabaikan. Selain pengalaman di level provinsi, ia juga dikenal memiliki jaringan yang luas serta kedekatan dengan konstituen di Aceh Timur.
Dengan komposisi kandidat yang kompetitif, Muscab PKB Aceh Timur diprediksi berlangsung dinamis dan ketat. Hasil forum ini diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang solid, memperkuat basis kader, serta meningkatkan daya saing partai dalam menghadapi agenda politik mendatang.
Muscab ini juga menjadi barometer penting bagi konsolidasi internal PKB di tingkat daerah, khususnya dalam menyongsong kontestasi politik ke depan.
{Jurnalis Agus Suriadi}





























