ACEH TAMIANG — Pascabencana banjir yang memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, Aceh Tamiang membutuhkan energi baru untuk bangkit. Tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi, tetapi juga melalui kemajuan olahraga yang mampu menyatukan masyarakat serta melahirkan generasi muda berprestasi.
Dalam semangat tersebut, Ketua DPC Badan Advokasi Indonesia (BAI) Aceh Tamiang, Syamsul, Ketua DPD Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Aceh Tamiang, Hendriko Lubis, dan Ketua Da’i Aceh Tamiang Mustakim, S.Ud., M.H., mendorong agar momentum pemilihan Ketua KONI Aceh Tamiang menjadi bagian dari upaya membangun kembali kejayaan olahraga daerah pascabencana. Pertemuan di sebuah Caffee di Karang Baru pada Sabtu, (22/8/2026).

Ketiga elemen tersebut menilai pemilihan Ketua KONI harus berlangsung secara demokratis, transparan, profesional, objektif, dan menjunjung tinggi sportivitas, sehingga menghasilkan sosok yang benar-benar memiliki kemampuan, integritas, jaringan serta komitmen untuk memajukan seluruh cabang olahraga di Aceh Tamiang.
“Kita tidak sedang sekadar memilih seorang ketua. Kita sedang memilih arah masa depan olahraga Aceh Tamiang,” menjadi pesan yang relevan di tengah momentum kebangkitan daerah.
Menurut Ketua DPC BAI Aceh Tamiang, KONI memiliki tanggung jawab strategis dalam membina atlet, memperkuat organisasi cabang olahraga, meningkatkan kualitas pelatih, serta memperjuangkan pembinaan olahraga yang berkelanjutan. Karena itu, kepemimpinan KONI ke depan harus mampu bekerja secara profesional dan mengutamakan kepentingan olahraga, bukan kepentingan kelompok.
Sementara itu, Ketua DPD SWI Aceh Tamiang siap mengambil peran melalui pemberitaan yang independen, berimbang dan konstruktif, khususnya dalam mengawal proses pemilihan serta menyuarakan aspirasi atlet, pelatih dan insan olahraga.
Media diharapkan menjadi jembatan informasi bagi masyarakat sehingga proses demokrasi olahraga dapat diketahui secara terbuka dan terhindar dari informasi yang menyesatkan.
Di sisi lain, Ketua Da’i Aceh Tamiang mengarapkan dan memberikan pesan agar seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemilihan mengedepankan amanah, kejujuran, persaudaraan dan kepentingan masyarakat.
Pascabencana, olahraga juga harus menjadi bagian dari proses pemulihan sosial. Lapangan olahraga harus kembali hidup, anak-anak harus kembali memiliki ruang berprestasi, dan para atlet harus mendapatkan pembinaan yang layak.
Ketua DPC BAI Aceh Tamiang, Ketua DPD SWI Aceh Tamiang dan Ketua Da’i Aceh Tamiang menyerukan kepada seluruh insan olahraga agar menjaga persatuan dan menerima hasil pemilihan secara sportif.
Aceh Tamiang membutuhkan pemimpin olahraga yang mampu bekerja, bukan sekadar berbicara; mampu merangkul, bukan memecah; dan mampu membawa atlet dari lapangan desa hingga berprestasi di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.
Banjir boleh meninggalkan luka, tetapi tidak boleh mematikan semangat untuk berprestasi.
Kini saatnya olahraga Aceh Tamiang bangkit. Dari pemilihan Ketua KONI yang berintegritas, diharapkan lahir kepemimpinan yang mampu membawa olahraga menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun kembali Aceh Tamiang pascabencana.
Aceh Tamiang Bangkit — Olahraga Maju, Atlet Berprestasi, Daerah Semakin Hebat.
(Saut Simanjuntak)





























