PIDIE – Kebaikan yang Tulus Menghadirkan Kebahagiaan, Mengukir Air Mata Haru di Tengah Perjuangan Hidup. 07/11/2026
Di balik air mata yang mengalir, tersimpan kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Sebuah mimpi yang selama ini mungkin hanya tersimpan dalam doa, kini perlahan menjadi kenyataan.
MasyaAllah, berkat Firdaus dan kebaikan hati Kak Sella Saukia, seorang nenek yang merupakan guru mengaji Firdaus mendapat hadiah istimewa berupa kesempatan menunaikan ibadah umrah secara gratis.
Kabar membahagiakan ini menjadi momen penuh haru. Bukan sekedar hadiah perjalanan ke Tanah Suci, melainkan
Sebuah bentuk kasih sayang dan penghormatan kepada sosok yang telah berjasa menanamkan nilai-nilai agama melalui pendidikan Al-Qur’an.
InsyaAllah, pada Februari mendatang, bertepatan dengan bulan suci Ramadan, sang nenek akan berangkat menunaikan ibadah umrah bersama penjaganya.
Kebahagiaan itu terasa semakin istimewa karena Kak Sella Saukia tidak hanya mengajak sang nenek, tetapi juga memberikan
kesempatan kepada orang yang selama ini mendampingi dan merawatnya untuk ikut beribadah ke Tanah Suci.
Keputusan tersebut menyentuh hati banyak orang. Di tengah kebahagiaan sang nenek, ada pula ketulusan yang patut diapresiasi perhatian terhadap orang yang selama ini setia berada di sisinya.
Bagi Firdaus, nenek tersebut bukanlah sosok biasa. Ia adalah guru mengajinya, orang yang turut membimbingnya mengenal dan mempelajari Al-Qur’an.
Kini, kebahagiaan seolah kembali kepada sosok yang pernah menanamkan kebaikan dalam perjalanan hidupnya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa jasa seorang guru tidak selalu dapat diukur dengan materi.
Doa, ilmu, dan ketulusan yang ditanamkan dapat meninggalkan jejak panjang dalam kehidupan seseorang.
Ketika kesempatan datang untuk membalas kebaikan itu, kebahagiaan pun terasa begitu mendalam.
Kak Sella Saukia layak mendapat apresiasi atas niat baik dan kepeduliannya.
Hadiah umrah ini bukan hanya menghadirkan harapan bagi sang nenek, tetapi juga menyampaikan pesan
Bahwa kebaikan yang dilakukan dengan hati mampu menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
Semoga perjalanan menuju Baitullah nanti menjadi perjalanan yang penuh berkah.
Semoga sang nenek dan penjaganya diberikan kesehatan, keselamatan,
Kelancaran, serta kesempatan untuk beribadah dengan khusyuk di Tanah Suci.
MasyaAllah, dari seorang guru mengaji, lahir doa dan ilmu. Dari Firdaus, hadir jalan menuju kebahagiaan.
Dan melalui kebaikan Kak Sella Saukia, sebuah mimpi menjadi kenyataan.
Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda, melapangkan rezeki, menjaga kesehatan,
Serta mempertemukan mereka dengan keberkahan Ramadan di Tanah Suci. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Karena pada akhirnya, kemuliaan sebuah hadiah bukan hanya terletak pada nilainya,
tetapi pada ketulusan hati yang memberikannya dan kebahagiaan yang dirasakan oleh penerimanya.
{Jurnalis Agus Suriadi}































