Aceh Utara – Jagat media sosial baru-baru ini digemparkan oleh aksi seorang pria peminta-minta yang bertindak agresif di tengah kemacetan Jalan Lintas Medan-Banda Aceh. Pria yang semula dikira penyandang disabilitas tersebut terekam kamera menggedor kaca mobil pengendara secara paksa.
Namun, tabir di balik aksi tersebut akhirnya terungkap: sang pengemis ternyata sehat bugar dan hanya berpura-pura cacat demi menguras simpati.
Aksi Agresif di Tengah Kemacetan
Insiden tersebut bermula saat arus lalu lintas di Kecamatan Syamtalira Bayu mengalami kepadatan akibat adanya perbaikan jalan di depan Puskesmas setempat. Dalam video yang viral di berbagai platform, tampak seorang pria dengan tongkat mendekati sebuah mobil yang terjebak macet.
Diduga kesal karena sang pengendara tak kunjung menurunkan kaca atau memberi uang, pria tersebut mendadak beringas. Ia menggedor-gedor kaca jendela mobil berkali-kali menggunakan kedua tangannya, menciptakan situasi membuat geram bagi penumpang di dalamnya.
Sontak, video tersebut memicu kecaman luas dari warganet yang menyayangkan tindakan intimidasi tersebut.
Fakta yang Mencengangkan
Menindaklanjuti keresahan warga, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) Aceh Utara bergerak cepat melakukan penelusuran. Hasilnya cukup mengejutkan.
Pria yang dalam aksinya terlihat kepayahan menggunakan tongkat itu ternyata tidak memiliki keterbatasan fisik sama sekali.
Kepala Satpol PP/WH Aceh Utara, Iskandar, mengonfirmasi bahwa pelaku merupakan warga Kecamatan Sawang yang sengaja memanipulasi kondisinya untuk meminta sedekah.
”Berdasarkan penelusuran di lapangan, pria yang melakukan aksi minta-minta di Kecamatan Bayu itu bukan orang cacat. Dia hanya pura-pura cacat,” ujar Iskandar saat dikonfirmasi, Jumat, 15 Mei 2026.
Diamankan dan Dikembalikan ke Keluarga
Setelah identitasnya terungkap, petugas segera mengamankan pria tersebut untuk mencegah aksi serupa yang dapat mengganggu ketertiban umum dan membahayakan pengguna jalan.
”Sekarang orangnya sudah ditangkap dan kami serahkan kembali kepada keluarganya melalui aparatur Desa Meurbo, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara,” tambah Iskandar.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam menyalurkan bantuan di jalan raya.





























