Nasib Terancam, Ribuan Karyawan PTPN IV Gelar Aksi Damai di Depan Kantor Bupati Aceh Utara

Fadly P.B

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:15 WIB

501,880 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Aksi Damai Didepan Kantor Bupati Aceh Utara

Foto: Aksi Damai Didepan Kantor Bupati Aceh Utara

‎‎Aceh Utara – Gelombang keresahan ribuan karyawan PTPN IV Regional VI Kebun Cot Girek memuncak hari ini. Seribuan pekerja yang mayoritas merupakan warga lokal dari tiga kecamatan Cot Girek, Paya Bakong, dan Pirak Timu menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Aceh Utara, Kamis (7/5/2026).

‎Mereka membawa misi tunggal: menuntut ketegasan negara atas konflik lahan yang telah melumpuhkan operasional perusahaan dan mengancam dapur ribuan kepala keluarga.

‎Operasional Lumpuh, Aset Negara Dijarah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Konflik yang mulai memanas sejak akhir 2025 ini dilaporkan telah mencapai titik nadir. Areal Hak Guna Usaha (HGU) seluas kurang lebih 3.200 hektare kini tak lagi bisa dikelola secara normal akibat blokade dan intimidasi dari kelompok tertentu yang mengklaim lahan tersebut.

‎”Ini bukan sekadar soal perusahaan, ini soal urusan perut dan keberlangsungan hidup keluarga kami,” tegas salah satu pimpinan aksi. Ia menambahkan bahwa terhentinya operasional telah memangkas penghasilan karyawan secara signifikan.

‎Aksi ini juga menyoroti rentetan peristiwa kriminalitas yang menimpa aset BUMN tersebut, mulai dari pembakaran aset pada November 2025 hingga penjarahan Tandan Buah Segar (TBS) yang terus berlangsung hingga saat ini tanpa tindakan hukum yang memberikan efek jera.

‎Lima Tuntutan “Harga Mati”

‎Dalam orasinya, para karyawan menyampaikan pernyataan sikap keras yang ditujukan kepada Pemerintah Daerah hingga Pusat.

‎Berikut adalah lima poin utama tuntutan mereka:

‎Jaminan Keamanan: Mendesak Bupati Aceh Utara menjamin keamanan kerja dari aksi intimidasi kelompok pengganggu.

‎Pembersihan Lahan: Menuntut penertiban bangunan liar dan tanaman ilegal di area HGU aktif.

‎Kepastian Hukum: Mendorong BPN segera melakukan pemeriksaan tanah (Panitia B) untuk memutus klaim sepihak.

‎Ketegasan Polda Aceh: Mendesak kepolisian menyelesaikan laporan tindak pidana yang mangkrak selama konflik.

‎Intervensi DPR RI: Meminta pembentukan Pansus untuk penyelesaian konflik secara menyeluruh.

‎”Kami meminta Pemerintah dan Forkopimda hadir secara nyata. Pembiaran terhadap gangguan pada BUMN adalah bentuk kegagalan perlindungan hukum bagi warga negara,” tulis pernyataan sikap resmi mereka.

‎Respon Pemerintah Daerah

‎Aksi yang berlangsung tertib tersebut diterima langsung oleh Asisten I Setdakab Aceh Utara, Fauzan. Di hadapan massa, Fauzan menyatakan bahwa pihaknya menampung seluruh aspirasi karyawan dan akan segera mengoordinasikannya dengan pimpinan serta pihak terkait.

‎”Aspirasi ini kami terima dan akan menjadi bahan pertimbangan serius bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah selanjutnya,” ujar Fauzan singkat di tengah massa aksi yang bubar dengan khidmat.

‎Ujian Penegakan Hukum

‎Konflik di Kebun Cot Girek ini menjadi preseden penting bagi iklim investasi dan penegakan hukum di Aceh. Hingga berita ini diturunkan, operasional di sebagian besar lahan masih terhenti.

‎Pihak redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada Polda Aceh dan pihak-pihak terkait lainnya guna mendapatkan gambaran komprehensif mengenai langkah penegakan hukum yang akan diambil di wilayah konflik tersebut.

Berita Terkait

Kanit Binmas Polsek Baktiya Ajak Warga Jauhi Judol, Lindungi Keberlanjutan PKH
Kopi Morning Di Nibong, Polri Dan Forkopincam Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Kapolsek Nibong Perkuat Sinergi Warga, Lewat Program Quick Win Kapolri
Tragis! Petani di Aceh Utara Tewas Tertimpa Patahan Pohon Kelapa
Pengajian Bulanan Baktiya Kembali Bergema, Abi Darkasyi Satukan Ulama Dan Unsur Muspika Pascabanjir
Jumat Berkah ke-460, Polsek Baktiya Dan Komunitas Baktiya Bersaudara Hadirkan Kepedulian Bagi Warga Rentan
Malam Tak Menghalangi Pengabdian, Kanit Binmas Polsek Baktiya Hadir Menyapa Warga Matang Lawang
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Aceh Utara Jumat Keliling di Masjid Raya Pase Kota Panton Labu

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Subuh Keliling, Polsek Darul Aman Ajak Warga Jaga Keamanan Lingkungan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Kapolsek Banda Alam Ajak Warga Perkuat Harkamtibmas Lewat Jumat Keliling

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Kapolsek Peureulak Barat Hadiri FASI V, Dorong Anak Cinta Al-Qur’an

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Dukung Green Policing Polsek Banda Alam Bersihkan Masjid Babul Maqwa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Polisi Peduli Pendidikan, Polsek Peureulak Barat Tanamkan Disiplin dan Semangat Belajar kepada Anak TK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Kapolsek Peudawa Pimpin Green Policing di Masjid Darul Falah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Kapolsek Peureulak Barat: Santri Berperan Jaga Persatuan dan Keamanan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Green Policing, Aksi Nyata Polsek Darul Aman Jaga Kelestarian Lingkungan

Berita Terbaru