Saat Kak Ana Nikmati Panorama Negeri Atas Awan di Kilonam Geumpang Pidie

AGUS SURIADI

- Redaksi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:20 WIB

5063 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pidie | Kabut pagi yang tebal menjadi daya tarik utama Agrowisata Kilonam di Geumpang, Pidie, Aceh. Di kawasan perbukitan ini, lanskap alam tampil memukau dengan lapisan awan yang seolah menggantung rendah.

Momen seperti ini yang menarik perhatian Ketua TP PKK Aceh, Marlina Usman atau Kak Ana, saat berkemah dan menyaksikan langsung keindahan yang kini mulai dilirik sebagai destinasi wisata berbasis alam.

Pukul 07.20 WIB, kabut masih menggantung di perbukitan Geumpang, Pidie, Aceh. Matahari belum sepenuhnya muncul. Dari depan tenda di Agrowisata Kilonam, Marlina Usman memandang lembah yang tertutup lapisan putih tebal. Udara dingin terasa tajam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh itu seperti berdiri di atas awan. Kabut menggenang di bawah dan menutupi pepohonan.

Marlina atau lebih dikenal Kak Ana tiba di sana bersama rombongan TP PKK Pidie pada Sabtu (1/8/2026) malam. Mereka berkemah untuk menunggu pagi yang berkabut di kawasan itu.

“Tempat ini sangat indah. Tidak kalah dengan daerah lain,” katanya. Ia mengajak wisatawan datang dan melihat langsung lanskap tersebut.

Kilonam, disebut juga Kilo Nam atau Kilo 6, terletak di tepi jalan lintas Geumpang–Meulaboh, sekitar enam kilometer dari Pasar Geumpang. Dari Kota Sigli, pusat kota Kabupaten Pidie, jaraknya sekitar 100 kilometer.

Safriati, sang pemilik Kilonam yang akrab disapa Titi, memulainya dari usaha perkebunan. Lima tahun lalu mereka menanam kopi hingga durian. Namun pemandangan yang terbuka ke lembah kemudian menarik perhatian. Akhirnya sejak 2024, lahan itu mulai dibuka sebagai agrowisata.

“Tadinya kami berkebun, karena mendapat pemandangan begitu indah sehingga kami terinspirasi membuat tempat wisata,” kata Titi, Minggu (2/8/2026).

“Kami mulai merintis agrowisata sejak 2024, sementara kegiatan berkebun sudah berjalan sekitar lima tahun.”

Fasilitas tumbuh perlahan. Area kamping disiapkan di punggung bukit. Di bawahnya juga terdapat air terjun setinggi sekitar 30 meter.

Di sisi lain terdapat kolam anak dan kolam ikan. Tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan jeruk dan durian. Di area itu terdapat bangunan kafe.

Tidak ada tiket masuk ke lokasi. Pengunjung hanya membayar makanan atau minuman. Sementara itu, bagi yang ingin berkemah, tersedia tenda yang disewakan Rp150.000 per malam. Satu tenda cukup untuk 3–4 orang.

Sinyal seluler di lokasi tidak ada. Pengunjung mengandalkan Wi-Fi yang disediakan di sekitar kafe.

Pagi dan sore menjadi waktu utama untuk berkunjung ke sini. Pagi hari, kabut menutup pepohonan sebelum akhirnya menipis. Sore hari, awan kembali turun, cahaya meredup, dan lanskap berubah lembut. Di antara dua waktu itu, pengunjung biasanya memilih diam menikmati suasana atau memotretnya, untuk mengabadikan momen.

Menjelang siang, sekitar pukul 10.00, kabut menghilang. Perbukitan hijau muncul jelas. Pada saat itu, Marlina turun ke air terjun.

Selepas dari sana, ia berkunjung ke area kolam renang untuk anak-anak. Di sampingnya juga ada kolam ikan. Di area itu juga terlihat kebun yang ditanami durian hingga kopi.

Kunjungan rombongan TP PKK Aceh akhir pekan itu menjadi penanda bahwa Kilonam mulai dilirik. Keunggulannya ada pada lanskap alam yang dibiarkan bekerja sendiri: kabut datang dan pergi. Dan pagi, seperti hari itu, memberi waktu bagi siapa saja untuk terpukau dengan keindahan alam Aceh.

{Jurnalis Agus Suriadi}

Berita Terkait

Siapa Beking Tambang Emas Ilegal Geumpang, Publik Menunggu Nyali Pangdam Dan Kapolda Aceh
Keuchik Gampong Tgk. Laweung Buka Suara soal Yayasan Jabal Ulum Pidie: Dugaan Pelecehan Diminta Diusut Tuntas, Anak-anak Harus Dipulihkan
Empat Orang Jadi Tersangka PETI, APW Minta Polisi Telusuri Aktor di Balik Tambang Ilegal Pidie
Wagub Dek Fadh Hadiri Maulid Bersama Ratusan Anak Yatim di Teupin Raya
Ketua Staf Ahli TP PKK Aceh Serahkan Bantuan Kursi Roda dan Perlengkapan Sekolah kepada Sultan
Wagub Aceh Takziah ke Rumah Duka Ibunda Pimred Serambi Indonesia
Wagub Aceh Tinjau Jalan IJD PUPR di Kembang Tanjong, Dorong Penyempurnaan Infrastruktur
‎Petugas Gabungan Laksanakan Razia dan Tes Urine Napi di Lapas Kelas IIB Kota Bakti

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:40 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Tanah Pasir Sambangi Warga, Edukasi Program Perlinsos

Selasa, 29 September 2026 - 14:21 WIB

Kapolsek Cot Girek Perkuat Sinergi Perlinsos, Dorong Pendataan Masyarakat Lebih Akurat Dan Tepat Sasaran

Selasa, 29 September 2026 - 12:03 WIB

Kapolsek Tanah Luas Instruksikan Personel Jemput Bola, Pelayanan Perlinsos Langsung ke Desa

Selasa, 29 September 2026 - 11:32 WIB

Bangkit Dari Pemulihan Pascabencana, Kapolsek Langkahan Pastikan Tak Ada Warga Terlewat Program Perlinsos

Selasa, 29 September 2026 - 11:06 WIB

Dari Pesisir Pantai, Ipda Azhari Hadir Melayani Masyarakat Melalui Program Perlinsos

Selasa, 29 September 2026 - 10:25 WIB

Kapolsek Tanah Jambo Aye Saweu Warung Kupi, Bahas Penataan Kota Panton Labu Bersama Tokoh Kecamatan

Selasa, 29 September 2026 - 10:11 WIB

Kapolsubsektor Pirak Timu Dan Bhabinkamtibmas Hadir Melayani Warga Melalui Program Perlinsos

Selasa, 29 September 2026 - 09:54 WIB

Kapolsek Lhoksukon AKP M. Jamil Prioritaskan Pendampingan Warga Melalui Program Perlinsos

Berita Terbaru