Di Tengah Jalan yang Tertimbun Longsor, Kepedulian Hadir: KITA BISA, SALAM SETARA dan RELAWAN GESIT Salurkan 3 Depot Air Siap Minum

KABIRO ACEH TAMIANG

- Redaksi

Rabu, 2 September 2026 - 18:08 WIB

50112 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Tengah Jalan yang Tertimbun Longsor, Kepedulian Hadir: KITA BISA, SALAM SETARA dan RELAWAN GESIT Salurkan 3 Depot Air Siap Minum

 

ACEH TIMUR/ACEH TAMIANG — Di tengah keterbatasan akses dan kondisi jalan yang masih terdampak bencana, kepedulian kembali hadir dari masyarakat untuk masyarakat. Perkumpulan KITA BISA, SALAM SETARA, dan RELAWAN GESIT menyalurkan bantuan berupa tiga unit depot mini air mineral siap minum bagi masyarakat di wilayah terdampak. Bantuan tersebut menjadi langkah awal untuk membantu memenuhi kebutuhan air minum masyarakat, khususnya di wilayah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan pascabencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kegiatan ini merupakan aksi sosial perdana yang dilaksanakan oleh kelompok relawan tersebut. Penyaluran bantuan menyasar dua wilayah, yakni Desa Melidi, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, serta Desa Bengkelang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang.

Tiga Unit Depot Air untuk Masyarakat

Bantuan yang diberikan berupa tiga unit depot mini air mineral siap minum. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan menjadi salah satu solusi sederhana terhadap kebutuhan air minum yang layak.

 

Gerakan sosial ini dikoordinasikan oleh Nasrul Anggara, bersama tim relawan dari RG Lhokseumawe, yakni:

– Rifka Asyura

– Muhammad Ikhsan Azhar

– Kausar Khawarizmi

– Novia Rahma

– Dio Wandana

– Nasywa Jalilah

– Syifa Nazila

 

Mereka bergerak dengan semangat yang sama: membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa menunggu kondisi menjadi lebih baik.

Bukan Sekadar Air, Tetapi Harapan

Bagi masyarakat di daerah terdampak, bantuan air minum bukan sekadar fasilitas. Di balik setiap tetes air yang tersedia, terdapat harapan agar kehidupan sehari-hari perlahan dapat kembali berjalan.

Namun, persoalan yang dihadapi masyarakat tidak berhenti pada kebutuhan air bersih. Akses jalan menjadi salah satu persoalan penting yang masih membutuhkan perhatian.

 

Sejumlah akses menuju desa masih menghadapi kondisi sulit akibat dampak longsor. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat menyulitkan distribusi bantuan dan aktivitas ekonomi warga.

Karena itu, para donatur dan relawan berharap perhatian terhadap masyarakat tidak berhenti pada bantuan sosial yang bersifat sementara.

 

Harapan untuk Jalan yang Kembali Terbuka

Para donatur berharap pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, maupun para dermawan dapat ikut memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur di desa-desa terdampak.

Harapan terbesar mereka adalah agar akses jalan yang tertimpa longsor dapat segera diperbaiki, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas, anak-anak dapat bersekolah dengan lebih mudah, serta distribusi kebutuhan pokok dan bantuan dapat berjalan tanpa hambatan.

 

“Bantuan air adalah langkah awal. Harapan kami, perhatian terhadap masyarakat terus berlanjut, terutama untuk membuka kembali akses jalan yang tertimpa longsor,” harapan perkumpulan relawan.

 

Gerakan KITA BISA, SALAM SETARA, dan RELAWAN GESIT menjadi gambaran bahwa kepedulian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Tiga unit depot air mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi masyarakat yang membutuhkan, bantuan tersebut dapat menjadi tanda bahwa mereka tidak berjalan sendirian menghadapi kesulitan.

Di tengah jalan yang masih tertutup longsor, kepedulian membuka jalan lain: jalan menuju harapan.

 

(Saut Simanjuntak)

Berita Terkait

Memperkuat Sinergitas dan Pengabdian Teritorial, Dandim 0104/Atim Bersama Ketua Persit KCK Cab. XXI, Laksanakan Kunjungan Kerja di Madat dan Simpang Ulim
Muspika Simpang Jernih Usulkan Perbaikan Jalan Menuju Kecamatan
Semangat Hardikda Ke-67, Aceh Timur Teguhkan Komitmen Wujudkan Generasi Islami, Unggul dan Bermartabat
Peringati Hari Lahir Kejaksaan ke-81, Enam Nadzir Terima Sertipikat Tanah Wakaf di Aceh Tamiang
Aceh Tamiang Marks 81st Anniversary of the Indonesian Prosecutor’s Office with Symbolic Presentation of Waqf Land Certificates to Six Nadzir
Keuchik Rahiman Hery Krisna Lakukan Tepung Tawari Lapangan Bola Kaki Desa HTI Ranto Naru
Pemasangan Spanduk Himbauan Cegah Karhutla, Polsek Simpang Jernih Tindak Tegas Pembakaran Hutan Dan Lahan
DPC BAI Aceh Tamiang Silaturahmi dengan DPMKPPKB, Bahas Penguatan Posbankum hingga ke Tingkat Desa

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Dua Pelajar Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Lhoksukon

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kebersamaan Menjadi Kekuatan: DPC BAI Aceh Tamiang, Media Liputanesia.com, dan Imam Kebun Tanah Terban Bersinergi

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:02 WIB

Polantas Karib Sasar Pelajar SMK Negeri 1 Cot Girek, Wujudkan Generasi Tertib Berlalu Lintas

Senin, 20 Juli 2026 - 20:06 WIB

Perkuat Pengawasan Internal, Kapolres Aceh Utara Periksa Inventaris Senjata Api

Senin, 20 Juli 2026 - 16:27 WIB

Krisis Kepercayaan di SDN 3 Tanah Luas: Saat Sekolah Ditinggalkan Wali Murid

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:36 WIB

‎​”Kamu Siapa?” vs “Kami Terbuka”: Antara Sikap Kapus di Lapangan dan Manisnya Kalimat di Atas Kertas

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:37 WIB

Majelis Taklim di Gampong Blang Bidok: Menjaga Tradisi, Memperdalam Religi

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:06 WIB

Sebagai Wujud Kepedulian Pimpinan, Kapolres Aceh Utara Berikan Tali Asih Kepada 25 Orang PHL

Berita Terbaru

ACEH TIMUR

Muspika Simpang Jernih Usulkan Perbaikan Jalan Menuju Kecamatan

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:04 WIB