TTI Minta APIP Aceh Lakukan Review Kegiatan Pengadaan Perlengkapan Digitalisasi Meuseum Tsunami Aceh Rp.11,93 Milyar

TRIBUN PASE

- Redaksi

Sabtu, 5 April 2025 - 10:47 WIB

50131 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Transparansi Tender Indonesia (TTI) meminta APIP Aceh melakukan Reviu kegiatan Perlengkapan Digitalisasi Meuseum Tsunami Aceh yang dibagi pada 4 kegiatan yaitu : (1) Perlengkapan pengadaan digitalisasi Museum (lorong tsunami) Rp.3.649.729.950; Pengadaan perlengkapan digitalisasi Museum (Memorium Hall) Rp.2.785.783.650; (3) Pengadaan perlengkapan digitalisasi Museum (PT.Tsunami) Rp.4.207.216.350; (4) Pengadaan Perlengkapan digitalisasi Museum (Loby 2) Rp.1.290.910.500.

“APIP selaku Aparatur Pengawas Internal Pemerintah berkewajiban melakukan Probity audit terhadap anggaran yang masih membutuhkan kajian baik ditinjau dari segi harga maupun dari segi manfaatnya,” ungkap Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, Jum’at 4 April 2025.

TTI menilai Pengadaan Digitalisasi terlalu mahal dan cendrung pemborosan anggaran, jika ditotal Aplikasi digital tersebut menghabiskan anggaran hingga Rp.11,933 Milyar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kata Pria yang akrab disapa Ceknas itu, data yang ditampilkan pada Rencana Umum Pengadaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Aceh Pengadaan Digitalisasi Museum Tsunami dilakukan dengan cara Epurchasing, Rencana kegiatan dilakukan pada satu lokasi sehingga tidak patut pekerjaan tersebut dipecah menjadi 4 kegiatan.

“Patut diduga ada indikasi penggelembungan harga untuk itu diminta Inspektorat Aceh melakukan kajian kembali mengingat pengadaan Aplikasi Digital tersebut tidak terdapat perbandingan harga sehingga sangat sulit menentukan harga yang wajar. Jika diperlukan APIP meminta Calon Vendor membuat simulasi apakah Aplikasi Digital tersebut benar benar dibutuhkan dan jika dibutuhkan apakah harga Aplikasi tersebut mencapai belasan milyar rupiah untuk itu perlu kajian yang konferhensif mengingat Aceh masih butuh anggaran untuk kegiatan pengentasan kemiskinan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Realisasi Anggaran Tambahan TKD Aceh 2026 Capai Rp 621,96 Miliar, Publik Dapat Pantau Langsung Lewat Portal P2K
‎‎Plt. Sekda Aceh Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI Di Banda Aceh
Plt Sekda Aceh Hadiri Peringatan Maulid Nabi Di Kantor PWI Aceh
Plt Sekda Aceh Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Wagub Dek Fadh Usulkan Penyediaan Alat Berat Untuk Daerah Rawan Banjir
Agus Suriadi Sampaikan Ucapan Selamat untuk Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat, Wakapolri Baru
Fast Respon DPW Aceh Sampaikan Selamat kepada Komjen Pol. Suyudi Ario Seto atas Persetujuan Komisi III DPR
AKBP Muhammad Yanis Pimpin BNN Kota Banda Aceh, Ketua Fast Respon DPW Aceh Sampaikan Pesan Pengabdian

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:07 WIB

BAI Aceh Tamiang dan Reclasseering Aceh Bangun Kolaborasi, Perkuat Perjuangan Keadilan bagi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:59 WIB

BAI Aceh Tamiang and Reclasseering Aceh Forge Collaboration to Strengthen the Fight for Justice

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Sampah Menggunung Ganggu Kenyamanan Warga, Ibu-Ibu Dusun 2 Suka Jaya Turun Tangan Bersihkan Jalan

Senin, 28 September 2026 - 18:24 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang dan RAPI Bangun Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

Senin, 28 September 2026 - 18:16 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang and RAPI Build Collaboration to Support Regional Development

Sabtu, 26 September 2026 - 08:10 WIB

400 Electronic Land Certificates Handed Over to Residents in Bendahara, Strengthening Legal Certainty in Aceh Tamiang

Sabtu, 26 September 2026 - 08:03 WIB

400 Sertipikat Elektronik PTSL Diserahkan di Bendahara, Wujud Kepastian Hukum dan Aset Masyarakat Aceh Tamiang

Berita Terbaru