Pante Bidari | Senin, 30 Maret 2026 – Dalam tiga hari terakhir, hujan deras yang melanda Kecamatan Pante Bidari, khususnya di Desa Blang Senoeng dan Desa Pante Labu, mengakibatkan kerusakan parah pada jalan pendalaman. Kondisi jalan yang tergenang air dan dipenuhi lumpur membuat akses sulit dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Banyak kendaraan terjebak dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Zubir, Kepala Dusun Desa Blang Senoeng, menyampaikan keluhannya, “Di desa kami sudah tiga hari hujan, setelah sebelumnya dilanda kemarau yang panjang. Debu tebal bekas lumpur pasca banjir kini telah menjadi lumpur yang licin, sehingga kendaraan sering terpeleset ke selokan jalan.”
Salah satu truk yang mengangkut material Hunian Sementara (Huntara) terjebak selama dua hari dan harus ditarik dengan alat berat. Ironisnya, penarikan tersebut dikenakan biaya sebesar lima ratus ribu rupiah (Rp 500.000), meskipun alat berat yang digunakan adalah milik perusahaan WIKA (Waskita Karya), yang saat ini sedang bertugas membersihkan tanah lumpur di sekolah-sekolah, musala, dan tempat umum lainnya di desa tersebut.
Zubir menambahkan dengan nada kesal, “Seharusnya operator alat berat tidak mengenakan biaya sebesar itu. Kita semua harus saling membantu, terutama dalam keadaan darurat seperti ini.”
Warga Desa Blang Senoeng sangat berharap agar Pemerintah segera memberikan bantuan dan respons cepat. Menurut pantauan media, kondisi badan jalan tidak hanya dipenuhi lumpur yang licin, tetapi juga sebagian sudah tergenang air setinggi 10 hingga 30 cm, membuat akses semakin sulit dilalui, terutama bagi kendaraan roda dua.
Dengan segala kesulitan yang dihadapi, diharapkan sinergi antara masyarakat dan pemerintah bisa segera mengatasi permasalahan ini demi kelancaran akses dan keselamatan bersama.
{Jurnalis Agus Suriadi}






























