Dari Rasa Takut ke Suara Kritis: Kisah Agus Flores Kini Berdiri Tegas Dukung Program Negara

AGUS SURIADI

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:42 WIB

5030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, – Perjalanan hidup seseorang kerap dibentuk oleh pengalaman, nilai keluarga, dan keberanian menghadapi perubahan. Hal itu tercermin dalam sosok Agus Flores, Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara Counter Polri, yang kini tampil lebih vokal dan kritis dalam menyikapi isu-isu strategis nasional, khususnya sektor pertambangan.

Agus mengungkapkan, di masa lalu dirinya mengaku sempat merasa ragu bahkan takut untuk berbicara soal tambang. Isu tersebut dianggap sensitif dan penuh risiko. Namun, seiring berjalannya waktu, pandangannya berubah seiring arah kebijakan nasional yang dinilainya semakin jelas.

“Dulu saya agak takut bicara tambang. Tapi sekarang, karena itu bagian dari program negara di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan dukungan Listyo Sigit Prabowo, saya semakin berani. Saya bersikap kritis, tapi tetap mendukung,” ujar Agus, Sabtu (2/5/2026).

Baginya, keberanian tersebut bukan muncul begitu saja. Ia mengingat pesan sederhana namun kuat dari sang ayah sejak kecil. Sebuah prinsip hidup yang hingga kini terus dipegang teguh.

“Dari kecil ayah saya bilang, ada dua hal yang tidak bisa kamu lawan: orang tua dan negara,” tuturnya.

Nilai itu, menurut Agus, bukan berarti membungkam kritik, melainkan menjadi dasar untuk bersikap bijak mengkritisi tanpa kehilangan rasa hormat dan tetap berpihak pada kepentingan bangsa.

Kini, Agus memilih berada di garis depan, menyuarakan pandangan dengan lebih terbuka. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap program pemerintah bukan berarti tanpa kritik, melainkan bentuk partisipasi aktif dalam menjaga arah pembangunan tetap berada di jalur yang benar.

“Kalau kita cinta negara, kita harus berani bicara. Bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk menguatkan,” tegasnya.

Kisah Agus Flores menjadi gambaran bahwa keberanian bukan berarti tanpa rasa takut, melainkan kemampuan untuk melampaui ketakutan itu demi kepentingan yang lebih besar bangsa dan negara.

Berita Terkait

Dinilai Langgar UU ITE, Ketum PW-FRN Agus Flores Minta Polisi Periksa Amien Rais Terkait Dugaan Fitnah Presiden Prabowo
Ikut Kembangkan Pendidikan Aceh, Mualem Ucapkan Terimakasih kepada Arab Saudi
Gubernur Mualem dan Dubes UEA Bentuk Tim Program Investasi di Aceh
Gubernur Aceh Muzakir Manaf Hadiri Peluncuran InnoFood 2026: Dorong Petani Berdaya melalui Inovasi
Generasi Muda Diminta Adaptif dan Kritis Hadapi Tantangan Dunia Pendidikan
Sorotan Terhadap Dana SWDKLLJ, Ketua Umum Fast Respon Dorong Transparansi
Analisa Pengacara: Presiden Prabowo Subianto Dinilai Percaya Kapolri Listyo Sigit Prabowo Jaga Stabilitas Nasional
Polri Berhasil Bongkar Jaringan Internasional Penjualan Phishing Tools, Kerugian Capai Rp350 Miliar

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 00:49 WIB

DWP Aceh Salurkan Bantuan bagi Keluarga ASN Terdampak Bencana

Kamis, 19 Maret 2026 - 01:44 WIB

Kak Na: Selamat Lebaran Anak-anak Bunda Semua

Minggu, 15 Februari 2026 - 17:50 WIB

Bantuan Darurat NGO Nasional Mengalir ke Aceh Pascabanjir Bandang, Abu Salam Pastikan Distribusi Transparan

Rabu, 26 Maret 2025 - 19:41 WIB

Kapolda Aceh Tinjau Pos Pengamanan Lebaran Di Bireuen

Kamis, 13 Maret 2025 - 13:09 WIB

Safari Ramadhan Ke Mesjid Besar Peusangan Bireun, Wagub Serahkan

Berita Terbaru