Dapur Sempit Jadi Saksi Bisu: Nasib Tragis Korban Banjir Aceh Utara yang Terlupakan Negara

Fadly P.B

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:35 WIB

5070 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kondisi Gubuk Warga Langkahan

Foto: Kondisi Gubuk Warga Langkahan

Aceh Utara – Hujan dan angin kencang selalu menjadi momok bagi Muhammad. Setiap kali cuaca memburuk, pria asal Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara itu hanya bisa berdoa agar bangunan dapur tua yang kini menjadi tempat tinggal keluarganya tidak roboh.

‎Dapur berukuran sekitar 2 x 4 meter itu merupakan satu-satunya bagian rumah yang masih tersisa setelah banjir bandang pada akhir November 2025 lalu. Dindingnya mulai lapuk, sebagian kayunya patah, dan kondisinya jauh dari kata layak huni.

‎Di ruang sempit itulah Muhammad bersama delapan anggota keluarganya bertahan hidup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎“Kalau hujan turun dan angin kencang datang, kami takut. Bangunan ini sudah rusak. Kami khawatir sewaktu-waktu roboh dan menimpa anak-anak,” ujar Muhammad dengan nada lirih,  pada Selasa (09/06/2026).

‎Berdasarkan hasil verifikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), rumah Muhammad mengalami kerusakan berat dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta. Kini yang tersisa hanya pondasi dan sebagian dapur yang menjadi tempat berlindung keluarganya.

‎Beban hidup yang dipikul Muhammad tidaklah ringan. Ia harus menghidupi lima orang anak yang masih membutuhkan perhatian dan biaya pendidikan. Selain itu, ia juga merawat seorang anak yatim yang telah tinggal bersamanya sejak kecil dan kini menempuh pendidikan di dayah.

‎Di tengah keterbatasan itu, Muhammad juga bertanggung jawab merawat seorang adiknya yang ODGJ.

‎“Alhamdulillah, sampai sekarang kami masih bertahan. Tapi setelah banjir kehidupan kami semakin sulit. Anak-anak harus makan, sekolah, dan kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi,” katanya.

‎Untuk menghidupi keluarganya, Muhammad mengandalkan pekerjaan serabutan. Jika ada panggilan kerja, ia menjadi kuli angkut bata atau buruh harian. Sesekali ia memperoleh tambahan penghasilan dari memelihara kambing. Namun penghasilannya tidak menentu.

‎“Kadang ada pekerjaan, kadang tidak ada sama sekali. Kalau ada, saya kerja apa saja yang penting keluarga bisa makan,” ujarnya.

‎Di tengah perjuangan mempertahankan kehidupan keluarganya, Muhammad mengaku masih menyimpan pertanyaan yang hingga kini belum terjawab. Ia mempertanyakan mengapa dirinya tidak masuk dalam daftar penerima bantuan Hunian Sementara (Huntara), padahal rumahnya telah dinyatakan rusak berat berdasarkan hasil verifikasi.

‎Menurut Muhammad, pada tahap awal pendataan dirinya sempat diusulkan sebagai calon penerima Huntara. Namun dalam proses berikutnya namanya tidak lagi tercantum dalam daftar penerima bantuan tersebut.

‎“Kami pernah menanyakan mengapa tidak menerima Huntara. Jawabannya karena nama kami tidak masuk dalam Surat Keputusan Bupati. Padahal hasil verifikasi menunjukkan rumah kami rusak berat,” katanya.

‎Muhammad juga mengaku memperoleh informasi bahwa sejumlah warga yang sebelumnya diusulkan sebagai penerima Dana Tunggu Hunian (DTH) justru menerima bantuan Huntara.

‎“Kami hanya ingin kejelasan. Kalau memang ada kesalahan data, kami berharap bisa diperbaiki. Kami tidak meminta lebih, hanya berharap bantuan diberikan kepada yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

‎Ia menegaskan bahwa perubahan data penerima bantuan tersebut tidak pernah dimusyawarahkan dengan dirinya maupun keluarga yang menjadi korban bencana.

‎Karena itu, Muhammad berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat melakukan evaluasi ulang terhadap data penerima bantuan. Baginya, bantuan pascabencana bukan sekadar soal bangunan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan masa depan keluarga yang hingga kini masih berjuang bangkit dari musibah.

‎Di sudut dapur yang mulai rapuh itu, Muhammad masih menyimpan harapan. Harapan agar anak-anaknya dapat tidur dengan tenang tanpa rasa takut. Harapan agar keluarganya memiliki tempat tinggal yang layak. Dan harapan agar negara hadir untuk memastikan tidak ada korban bencana yang tertinggal dalam proses pemulihan.

‎“Saya hanya ingin keluarga kami bisa tinggal dengan aman. Itu saja,” ucapnya.

Berita Terkait

DPC BAI Aceh Tamiang Silahturahmi ke Bagian Hukum Pemkab: Bahas Penguatan Posbankum dan Kapasitas Paralegal 
DPC BAI Aceh Tamiang Pays Courtesy Visit to Regency Legal Affairs Division, Discusses Strengthening Posbankum and Paralegal Capacity
DPC BAI Aceh Tamiang Dampingi Penyelesaian Konflik SMPN 2 Kejuruan Muda, Berujung Damai dan Temukan Solusi Pendidikan bagi Tiara
DPC BAI Aceh Tamiang Assists in Resolving SMPN 2 Kejuruan Muda Conflict, Reaches Peaceful Settlement and Secures Educational Solution for Tiara
Pascabencana Banjir, DPC BAI, DPD SWI dan Da’i Aceh Tamiang Dorong Kemajuan Olahraga dan Pemilihan Ketua KONI yang Berintegritas
Post-Flood Recovery, DPC BAI, DPD SWI and Da’i Aceh Tamiang Call for Sports Advancement and an Integrity-Driven KONI Election
DPC BAI Aceh Tamiang Apresiasi Bantuan Fasum Rp100 Juta dari PT STS, GBK dan Al-Bina untuk Masjid Al Ghofur di Dusun Lubuk Sukun
DPC BAI Aceh Tamiang Applauds Rp100 Million Public Facility Assistance from PT STS, GBK and Al-Bina for Al Ghofur Mosque in Lubuk Sukun

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Kapolsek Peurlak Timur Hadiri Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, 1448 H

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Warga Batu Sumbang Antusias Peringati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:11 WIB

Kapolsek Simpang Jernih Hadir Di Tengah Masyarakat Dalam Momen Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Gampong Pante Kera

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:05 WIB

84 KK Penerima Bansos Warga Simpang Jernih Masuk Daftar Exclude karena Judi Online, Dinsos Ungkap Cara Klarifikasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:04 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang Pays Courtesy Visit to Regency Legal Affairs Division, Discusses Strengthening Posbankum and Paralegal Capacity

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Warga Simpang Jernih Keluhkan Jalan Berlubang Dan Minta Bupati Segera Memperbaikinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Bupati Al-farlaky Resmi Salurkan Bantuan Pangan Beras Periode Juli-September 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:10 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang Dampingi Penyelesaian Konflik SMPN 2 Kejuruan Muda, Berujung Damai dan Temukan Solusi Pendidikan bagi Tiara

Berita Terbaru