Aroma Limbah Menyengat dari Dapur MBG di Buket Rata: Antara Gizi dan Sanitasi?

Fadly P.B

- Redaksi

Senin, 15 Juni 2026 - 15:48 WIB

50107 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

‎‎Lhokseumawe – Suasana siang di kawasan Buket Rata, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, seharusnya menjadi waktu bagi warga dan pengunjung warung kopi untuk beristirahat.

‎Namun, belakangan, kenyamanan itu terusik oleh aroma busuk yang menusuk hidung. Bau menyengat tersebut diduga kuat berasal dari pembuangan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Ridefa Aceh Maju Bersama.

‎Lokasi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini berada di titik strategis, tepat di depan RSUD Cut Meutia, letaknya yang berada di tepi jalan lintas Medan-Banda Aceh membuat dampak limbahnya dirasakan oleh banyak pihak, mulai dari warga permukiman hingga para pengunjung usaha kuliner di sekitar lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎”Saat angin bertiup ke arah permukiman, baunya sangat terasa. Kami sudah merasa tidak nyaman dalam beberapa waktu terakhir,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebut namanya, Senin (15/06/2026).

‎Warga menduga sistem pengolahan limbah di dapur tersebut tidak berjalan optimal. Selain kenyamanan, muncul kekhawatiran serius mengenai dampak kesehatan jangka panjang jika limbah cair dibiarkan menggenang dan mengeluarkan bau menyengat setiap hari, terutama saat cuaca panas.

Saling Lempar Tanggung Jawab

‎Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG Yayasan Ridefa Aceh Maju Bersama, Fahmi, tak menampik adanya masalah aroma tak sedap dari dapur yang ia kelola. Ia berdalih bahwa saluran pembuangan dari dapur menuju sungai Alue Raya, Desa Mesjid, mengalami pendangkalan, sehingga alirannya tidak lancar, seperti dilansir dari Relasi.news.

‎Namun, saat disinggung mengenai langkah perbaikan permanen, Fahmi cenderung bersikap defensif. “Persoalan limbah itu bukan mutlak tanggung jawab saya, tapi merupakan tanggung jawab mitra SPPG,” ujarnya.

‎Ia bahkan terkesan menyepelekan dampak dari pemberitaan terkait masalah lingkungan tersebut. Menurut Fahmi, klarifikasi yang ia sampaikan sudah cukup untuk melimpahkan tanggung jawab kepada pihak mitra.

‎Sementara itu, Mauliza, selaku mitra SPPG Yayasan Ridefa Aceh Maju Bersama, menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan mitigasi melalui kegiatan gotong royong.

‎”Kami melakukan gotong royong dua kali seminggu untuk membersihkan parit agar salurannya lancar,” kata Mauliza melalui keterangan tertulis.

‎Ia berjanji akan melakukan evaluasi dan pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara lebih intensif menyusul keluhan warga yang kian meluas.

Mendesak Evaluasi Instansi Terkait

‎Aktivitas dapur yang merupakan bagian dari program strategis nasional ini seharusnya dibarengi dengan manajemen lingkungan yang mumpuni. Praktik saling lempar tanggung jawab antara pengelola SPPG dan mitra dianggap tidak akan menyelesaikan akar masalah.

‎Masyarakat kini mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait untuk turun tangan melakukan inspeksi mendadak serta mengevaluasi sistem IPAL di lokasi tersebut. Harapannya, program pemenuhan gizi ini dapat berjalan beriringan dengan standar sanitasi yang layak, tanpa harus mengorbankan kenyamanan dan kesehatan masyarakat di Buket Rata.

Berita Terkait

DPC BAI Aceh Tamiang Silahturahmi ke Bagian Hukum Pemkab: Bahas Penguatan Posbankum dan Kapasitas Paralegal 
DPC BAI Aceh Tamiang Pays Courtesy Visit to Regency Legal Affairs Division, Discusses Strengthening Posbankum and Paralegal Capacity
DPC BAI Aceh Tamiang Dampingi Penyelesaian Konflik SMPN 2 Kejuruan Muda, Berujung Damai dan Temukan Solusi Pendidikan bagi Tiara
DPC BAI Aceh Tamiang Assists in Resolving SMPN 2 Kejuruan Muda Conflict, Reaches Peaceful Settlement and Secures Educational Solution for Tiara
Pascabencana Banjir, DPC BAI, DPD SWI dan Da’i Aceh Tamiang Dorong Kemajuan Olahraga dan Pemilihan Ketua KONI yang Berintegritas
Post-Flood Recovery, DPC BAI, DPD SWI and Da’i Aceh Tamiang Call for Sports Advancement and an Integrity-Driven KONI Election
DPC BAI Aceh Tamiang Apresiasi Bantuan Fasum Rp100 Juta dari PT STS, GBK dan Al-Bina untuk Masjid Al Ghofur di Dusun Lubuk Sukun
DPC BAI Aceh Tamiang Applauds Rp100 Million Public Facility Assistance from PT STS, GBK and Al-Bina for Al Ghofur Mosque in Lubuk Sukun

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Warga Batu Sumbang Antusias Peringati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:11 WIB

Kapolsek Simpang Jernih Hadir Di Tengah Masyarakat Dalam Momen Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Gampong Pante Kera

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:14 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang Silahturahmi ke Bagian Hukum Pemkab: Bahas Penguatan Posbankum dan Kapasitas Paralegal 

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:04 WIB

DPC BAI Aceh Tamiang Pays Courtesy Visit to Regency Legal Affairs Division, Discusses Strengthening Posbankum and Paralegal Capacity

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Warga Simpang Jernih Keluhkan Jalan Berlubang Dan Minta Bupati Segera Memperbaikinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Bupati Al-farlaky Resmi Salurkan Bantuan Pangan Beras Periode Juli-September 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Polsek Banda Alam Dampingi Penyaluran Bantuan Kursi Roda Dan Sembako Untuk Warga Disabilitas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Polsek Banda Alam Dampingi Penyaluran Bantuan Kursi Roda dan Sembako untuk Warga Disabilitas

Berita Terbaru