Keresahan RSUD Cut Meutia: Direktur Keluhkan Aksi Oknum Wartawan yang Intervensi Layanan Medis

Fadly P.B

- Redaksi

Senin, 29 Juni 2026 - 17:52 WIB

50925 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Direktur RSUD Cut Meutia, dr. Syarifah Rohaya, Sp.M.,

Foto: Direktur RSUD Cut Meutia, dr. Syarifah Rohaya, Sp.M.,

‎‎Aceh Utara – Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia, Aceh Utara, belakangan ini dilaporkan mengalami gangguan akibat aksi seorang oknum wartawan berinisial M. (RB) Pihak manajemen rumah sakit menyatakan keresahan atas tindakan oknum tersebut yang dinilai telah melampaui batas kewenangan profesi jurnalis dengan mengintervensi prosedur internal rumah sakit.

‎Direktur RSUD Cut Meutia, dr. Syarifah Rohaya, Sp.M., mengungkapkan bahwa oknum tersebut kerap mendatangi area rumah sakit pada dini hari, Aksi ini diklaim tidak hanya mengganggu ketenangan pasien yang sedang beristirahat, tetapi juga menghambat kinerja tenaga medis di lapangan.

‎” Aktivitas yang bersangkutan sudah sangat meresahkan. Bahkan, oknum ini terkesan mengatur penempatan kamar pasien, seolah-olah memiliki otoritas atas manajemen rumah sakit,” ujar dr. Syarifah saat dikonfirmasi diruangan kerjanya, Senin (29/6/2026).

Pelanggaran Privasi dan Koridor Hukum

‎Pihak RSUD Cut Meutia menyoroti tindakan oknum tersebut yang kerap melakukan perekaman video terhadap pasien dan perawat tanpa izin resmi. Tindakan ini dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap privasi pasien yang dilindungi oleh undang-undang.

‎Manajemen rumah sakit menegaskan bahwa berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, privasi pasien adalah hak yang mutlak dihormati dan dilindungi sebagai bagian dari hak atas kerahasiaan kondisi kesehatan pribadi. Selain itu, penggunaan perangkat perekam tanpa izin di area rumah sakit juga berbenturan dengan ketentuan dalam UU ITE dan regulasi mengenai hak cipta.

‎” Kami memiliki aturan internal dan payung hukum yang kuat untuk menjaga kenyamanan pasien. Memotret atau merekam tanpa izin tertulis dari manajemen adalah dilarang keras karena menyangkut privasi dan hak asasi pasien,” tegas dr. Syarifah.

Konflik Hukum

‎Ketegangan antara pihak manajemen dengan oknum tersebut pun telah merambah ke ranah hukum. Terkait insiden adu komentar di media sosial TikTok yang melibatkan Kepala Laundry RSUD Cut Meutia, Faisal, dr. Syarifah menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah hukum balik.

‎” Soal video sprei yang ramai di media sosial, oknum tersebut telah melaporkan staf kami ke Polres Lhokseumawe. Namun, berdasarkan penelusuran kami, (Screenshot) oknum itulah yang pertama kali melontarkan kata-kata kasar. Kami tidak akan tinggal diam dan telah melaporkan balik oknum tersebut ke pihak kepolisian,” papar dr. Syarifah.

‎Di sisi lain, Direktur RSUD Cut Meutia menegaskan bahwa pihaknya tetap memandang positif peran pers secara umum. “Kami sangat menghormati kawan-kawan jurnalis.

‎Kami selalu terbuka serta senantiasa menerima setiap kritikan dan saran yang membangun dari para jurnalis dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kami,” tutupnya.

‎Pada akhirnya, kebebasan pers adalah pilar demokrasi yang harus dijaga dengan etika, bukan alat untuk menekan atau mengintervensi ruang publik. Manajemen RSUD Cut Meutia pun berkomitmen untuk terus menjaga marwah rumah sakit, sembari menegaskan bahwa pintu mereka selalu terbuka bagi jurnalisme yang sehat dan konstruktif.

Berita Terkait

‎Sentuhan Kasih di HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Tanah Luas Salurkan Bansos untuk Warga Prasejahtera dan Lansia
Duduk Perkara Koperasi Merah Putih di Simpang Kramat: Geuchik BR Bantah Tudingan Penipuan
‎Khanduri Blang: Doa dan Harapan Petani Blang Paku Untuk Panen Berlimpah
Polri Untuk Masyarakat, Senyum Warga Dibalik Penyaluran Bansos Jelang HUT Bhayangkara ke-80 Di Polsek Paya Bakong
Khenduri Blang: Tradisi Syukur Masyarakat Blang Sialet Menyambut Masa Tanam
Bidik Kursi DPR RI di Dapil Aceh 2, PDI Perjuangan Perkuat Konsolidasi dan Strategi Modern
Semangat Baru di Mampree: Warga dan Geuchik Serta Perangkat Desa Kompak Gotong Royong Benahi Infrastruktur Gampong
Di Balik Seragam Dan Jabatan, Ada Kepedulian: Momen Haru Kapolsek Baktiya Barat Saat berbagi Bansos Jelang HUT Bhayangkara Ke-80.

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 21:29 WIB

‎Sentuhan Kasih di HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Tanah Luas Salurkan Bansos untuk Warga Prasejahtera dan Lansia

Senin, 29 Juni 2026 - 19:15 WIB

Duduk Perkara Koperasi Merah Putih di Simpang Kramat: Geuchik BR Bantah Tudingan Penipuan

Senin, 29 Juni 2026 - 15:12 WIB

‎Khanduri Blang: Doa dan Harapan Petani Blang Paku Untuk Panen Berlimpah

Senin, 29 Juni 2026 - 14:52 WIB

Polri Untuk Masyarakat, Senyum Warga Dibalik Penyaluran Bansos Jelang HUT Bhayangkara ke-80 Di Polsek Paya Bakong

Senin, 29 Juni 2026 - 14:09 WIB

Khenduri Blang: Tradisi Syukur Masyarakat Blang Sialet Menyambut Masa Tanam

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:26 WIB

Bidik Kursi DPR RI di Dapil Aceh 2, PDI Perjuangan Perkuat Konsolidasi dan Strategi Modern

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:33 WIB

Semangat Baru di Mampree: Warga dan Geuchik Serta Perangkat Desa Kompak Gotong Royong Benahi Infrastruktur Gampong

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:10 WIB

Di Balik Seragam Dan Jabatan, Ada Kepedulian: Momen Haru Kapolsek Baktiya Barat Saat berbagi Bansos Jelang HUT Bhayangkara Ke-80.

Berita Terbaru