Aceh Utara – Puluhan petani di Gampong Blang Paku, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, menggelar tradisi Khanduri Blang (kenduri sawah) pada Senin (29/6/2026). Ritual adat ini menjadi simbol syukur sekaligus doa bersama masyarakat setempat dalam menyambut musim tanam padi serentak.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di area persawahan tersebut dihadiri oleh perangkat gampong, tokoh adat Keujruen Blang, Imam Meunasah, serta seluruh elemen masyarakat petani. Sejak pagi, suasana gotong royong tampak kental saat warga bersama-sama menyiapkan hidangan tradisional, termasuk menu wajib kuah beulangong, untuk dinikmati bersama.
Geuchik Gampong Blang Paku, Abdullah, menegaskan bahwa Khanduri Blang bukan sekadar tradisi makan bersama, melainkan momentum krusial untuk memperkuat solidaritas dan koordinasi antarpetani.
”Melalui khanduri ini, kita duduk bersama untuk menyepakati jadwal turun ke sawah, pengaturan debit air, hingga pemilihan varietas padi. Hal utama yang kita lakukan adalah memohon doa kepada Allah SWT agar tanaman padi musim ini diberkahi, terhindar dari hama, dan menghasilkan panen yang melimpah,” ujar Abdullah.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Keujruen Blang Kecamatan Paya Bakong menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan adat yang telah disepakati. Menurutnya, kekompakan adalah kunci utama dalam meminimalisir kendala pertanian, terutama terkait manajemen distribusi air irigasi yang menjadi jantung kehidupan petani di kawasan Paya Bakong.
Acara kemudian dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Kegiatan ditutup dengan makan bersama di hamparan sawah, sebuah pemandangan yang menegaskan bahwa nilai gotong royong dan spiritualitas masih menjadi fondasi utama bagi masyarakat agraris di Aceh Utara.
Tradisi Khanduri Blang ini menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal tetap relevan dalam menjaga kerukunan serta keberhasilan sektor pertanian di tingkat gampong.






























