Potret Kelam! di Pedalaman Aceh Utara, Janda Korban Konflik Hidup Dalam Gubuk Derita Tanpa Listrik, Anak Putus Sekolah

Fadly P.B

- Redaksi

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:43 WIB

5041 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kartini Bersama Anaknya Berdiri Didepan Gubuk Derita di Gampong Alue Bieng

Foto: Kartini Bersama Anaknya Berdiri Didepan Gubuk Derita di Gampong Alue Bieng

Aceh Utara – Di sebuah sudut Desa Alue Bieng, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara waktu seolah berhenti bagi Kartini. Di saat dunia riuh membicarakan kemajuan teknologi tahun 2026, perempuan berusia 44 tahun ini justru masih terperangkap dalam gubuk derita warisan ibunya yang lebih mirip monumen kemiskinan daripada sebuah hunian.

‎Kartini, seorang janda korban konflik Aceh, menjalani hari-harinya dalam sunyi bersama putrinya, Bunga (nama samaran). Rumah mereka tak layak disebut tempat bernaung. Dindingnya yang penuh dengan lubang, atapnya juga penuh lubang yang membuat hujan bukan lagi berkah, melainkan ancaman.

‎”Coba bayangkan, mereka tidur kedinginan setiap malam. Kalau hujan turun, jangan ditanya lagi, bocor di mana-mana,” ujar seorang warga Alue Bieng kepada media, Rabu, 13 Mei 2026.

Bayang-Bayang Kelam Masa Lalu

‎Penderitaan Kartini bukan sekadar soal ekonomi. Ada luka psikis yang menganga dalam. Warga menuturkan bahwa Kartini mengalami gangguan kejiwaan yang diduga kuat merupakan dampak trauma masa lalu. Ia pernah disandera selama lima malam bersama ibunya oleh oknum aparat saat konflik Aceh masih membara puluhan tahun silam.

‎Luka batin itu kini bersanding dengan gelapnya malam. Ironisnya, di tengah program elektrifikasi nasional, rumah Kartini adalah satu-satunya yang belum tersentuh cahaya lampu.

‎”Dulu ada program listrik gratis. Kami warga mengusulkan nama beliau. Tapi pihak PLN bilang tidak bisa karena kabelnya tidak sampai ke rumah Ibu Kartini,” ungkap warga dengan nada geram.

Putusnya Harapan Generasi Kedua

‎Kemiskinan ekstrem ini pun merenggut masa depan (Bunga). Gadis malang itu terpaksa menanggalkan seragam sekolahnya saat duduk di kelas 2 SMA. Jarak sekolah yang jauh dan ketiadaan biaya transportasi menjadi tembok tebal yang mengubur mimpinya.

‎Demi menyambung hidup, Bunga sempat mengadu nasib ke Banda Aceh menjadi pengasuh anak di rumah kerabatnya. Namun, kondisi sang ibu yang membutuhkan perhatian membuatnya tak punya banyak pilihan selain bertahan di gubuk gelap tersebut.

Birokrasi yang Buntu

‎Kondisi Kartini sebenarnya bukan rahasia bagi aparatur desa. Namun, bantuan yang diharapkan tak kunjung datang melintasi pintu rumahnya.

‎Geuchik (Kepala Desa) Alue Bieng, Muchtar, membenarkan potret pilu warganya itu. Ia mengaku pihak desa sudah berulang kali mengupayakan bantuan ke berbagai pihak, namun hingga kini hasilnya nihil.

‎”Benar, beliau tinggal di sana. Saya memang baru beberapa bulan dilantik jadi Geuchik, tapi setahu saya dulu sudah pernah diusahakan meminta bantuan ke sana-kemari, tapi sampai sekarang belum ada hasil,” jelas Muchtar saat dikonfirmasi.

‎Kisah Kartini adalah tamparan keras bagi pemerintah daerah Aceh Utara. Di tengah anggaran otonomi khusus yang mengalir, masih ada korban konflik yang hidup terlunta-lunta, terlupakan oleh sistem, dan dibiarkan menua dalam trauma serta kegelapan.

Berita Terkait

Pirak Timu Terendam: Air Setinggi Lutut Kepung Dayah Nurul Iman
Bebas Ongkir ke Seluruh Aceh, CV Bibit Bersama Berlokasi di Madat Mulai Pasok Bibit Sawit Kualitas Super
DPC BAI ACEH TAMIANG URGES THE PUBLIC TO USE SOCIAL MEDIA WISELY
Di Bawah Sumpah, Mandat Enam Tahun Surya Achsal Dimulai
SMK dan SMP IT Samudera Pasai Mulia Kebanjiran Pendaftar”Wujudkan Sejuta Santri Di AOC
Sidak Bulog Meulaboh, Anggota DPR RI Jamaluddin Idham Temukan Sampel Beras Buruk
Nasib Terancam, Ribuan Karyawan PTPN IV Gelar Aksi Damai di Depan Kantor Bupati Aceh Utara
Menelusuri Jejak Dugaan Pungli Dana Jadup di Baktiya: Antara ‘Ikhlas’ atau Di Bawah Tekanan?

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:08 WIB

Suryadi Djamil: Layanan JKA Tetap Berjalan, Validasi Data Penting demi Efisiensi Anggaran

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:10 WIB

Unjukrasa Protes Pergub JKA, Jubir Nurlis: Mereka Menolak Dialog

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:26 WIB

Satu Dekade 10 Juta Penumpang, Pemerintah Aceh Pastikan Trans Kutaraja Tetap Gratis

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:43 WIB

Kak Na Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Istri Tgk Anwar Ramli

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:24 WIB

Sekda Aceh Lantik Pejabat Administrator Dan Pengawas, Tekankan Percepatan Kinerja Pemerintah

Senin, 11 Mei 2026 - 19:59 WIB

Tetapkan Tersangka Fitnah Sekda Nasir, Polisi Identifikasi Pihak Lain yang Terlibat

Senin, 11 Mei 2026 - 19:46 WIB

Unjukrasa Mahasiswa Soal Pergub JKA, Jubir Nurlis: Penting untuk Bahan Evaluasi

Senin, 11 Mei 2026 - 10:29 WIB

JKA di Ujung Tanduk, Om Sur Desak Gubernur Aceh Ambil Langkah Tegas Selamatkan Kepercayaan Publik

Berita Terbaru