Aceh Tamiang, Indonesia – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Badan Advokasi Indonesia, Ketua Syamsul, Sekretaris Saut Isak P. Simanjuntak, Bendahara Muhammad Zul Zain, S.E, Ketua Bidang Hukum dan HAM Satria Maimun Syah, S.H., serta Wakil Bidang Hukum dan HAM Dewi Kartika, S.H., menyampaikan pesan kebangsaan kepada masyarakat agar terus menjaga persatuan, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah berbagai tantangan bangsa khususnya Aceh Tamiang setelah Pasca Bencana Banjir Hidrometeorologi.
Ketua DPC BAI Aceh Tamiang Syamsul menegaskan bahwa momentum Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali membangun semangat persatuan dan kepedulian terhadap sesama.
“Kebangkitan bangsa dimulai dari kepedulian terhadap masyarakat, keberanian memperjuangkan keadilan, serta semangat bersatu demi kemajuan daerah dan negara,” ujar perwakilan DPC BAI Aceh Tamiang.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026 mengusung tema nasional: “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.” Tema tersebut menekankan pentingnya menjaga generasi muda, memperkuat pendidikan, serta membangun karakter kebangsaan yang kuat di era modern.
DPC BAI Aceh Tamiang juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan semangat kebangkitan nasional sebagai motivasi dalam memperkuat solidaritas sosial, terutama pasca berbagai tantangan bencana dan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat daerah.
Selain itu, organisasi tersebut menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, tokoh masyarakat, dan generasi muda menjadi kunci penting dalam membangun Aceh Tamiang yang lebih maju, harmonis, dan berdaya saing.
Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei untuk mengenang lahirnya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908, yang menjadi simbol awal bangkitnya kesadaran nasional bangsa Indonesia. ****




























