SIMPANG JERNIH — Kepedulian seorang pemimpin tidak hanya diukur dari instruksi yang disampaikan, tetapi juga dari keberanian untuk hadir langsung ketika masyarakat menghadapi musibah. 02/11/2026
Hal itu tergambar dalam upaya evakuasi bot milik warga Melidi yang tenggelam di perairan Batu Katak, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.
Di tengah derasnya arus sungai dan medan yang penuh tantangan, Kapolsek Simpang Jernih, Ipda Dwi Andika Lubis, S.H., M.H.,
Turut terjun langsung bersama warga dan rekan-rekan seperjuangan untuk membantu proses evakuasi.
Aksi tersebut menjadi gambaran nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, bukan semata-mata menjalankan tugas pengamanan,
Melainkan juga menunjukkan kepedulian dan solidaritas ketika warga membutuhkan pertolongan.
Berdasarkan Pantauan Media tribunpasee.com di lokasi, proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Sejumlah orang terlihat bekerja sama menarik rantai dan tali di tepian sungai,
Sementara sebagian lainnya berada di sekitar air untuk membantu proses penanganan bot yang tenggelam.
Perairan Batu Katak yang memiliki arus deras serta kondisi alam berbatu menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang terlibat.
Situasi tersebut menuntut kekompakan, kewaspadaan, dan kerja sama agar proses evakuasi dapat berjalan dengan aman.
Kehadiran Kapolsek di lokasi menjadi simbol bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti pada laporan dan koordinasi.
Dalam situasi darurat, kehadiran langsung di lapangan memiliki arti penting, terutama ketika warga berupaya mengatasi persoalan yang menyangkut keselamatan dan mata pencaharian mereka.
Di wilayah Simpang Jernih, transportasi sungai memiliki peranan penting bagi sebagian masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari.
Karena itu, musibah yang menimpa bot warga bukan sekedar persoalan kerusakan sarana transportasi,
Tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada jalur sungai.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam proses evakuasi tersebut memperlihatkan kuatnya solidaritas masyarakat.
Warga, personel kepolisian, dan rekan-rekan pemilik bot saling membantu menghadapi kondisi yang tidak mudah.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kawasan Batu Katak membutuhkan perhatian serius
Terhadap aspek keselamatan transportasi sungai, terutama ketika arus meningkat dan kondisi perairan berisiko.
Kehadiran, kepedulian, dan keberanian untuk membantu menjadi pesan utama dari peristiwa ini.
Di tengah tantangan alam, sinergi antara kepolisian dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menghadapi musibah.
Kapolres Aceh Timur AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Simpang Jernih Ipda Dwi Andika Lubis, S.H., M.H.,
Menyampaikan bahwa proses evakuasi bot milik warga Melidi yang tenggelam di perairan Batu Katak membutuhkan kerja sama, kekompakan,
Dan kehati-hatian, mengingat kondisi arus sungai yang deras serta medan yang cukup menantang.
Dalam proses tersebut, Kapolsek Simpang Jernih turut terjun langsung bersama masyarakat dan rekan-rekan pemilik bot untuk membantu upaya evakuasi.
Kehadirannya di lokasi menjadi wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Upaya evakuasi dilakukan dengan semangat gotong royong. Setiap pihak mengambil peran untuk membantu proses penanganan bot, meskipun harus berhadapan dengan kondisi sungai yang berisiko.
Keselamatan seluruh orang yang terlibat tetap menjadi hal penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Peristiwa ini memperlihatkan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat bukan sekedar slogan, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan.
Di tengah tantangan alam yang tidak mudah, kebersamaan menjadi kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan membantu warga yang membutuhkan pertolongan.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di perairan Batu Katak, terutama saat arus sungai deras.
Kondisi alam yang sulit diprediksi menuntut setiap pengguna jalur sungai untuk mengutamakan keselamatan.
Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan terus menjadi bagian dari pelayanan yang humanis, responsif, dan mengedepankan semangat kebersamaan,
Khususnya ketika masyarakat menghadapi musibah dan membutuhkan bantuan secara langsung.
{Jurnalis Agus Suriadi}































