JAKARTA – Memasuki usia 50 tahun, Agus Flores kembali menelusuri perjalanan sejarah keluarganya.
Dari kisah leluhur di Mojokerto, jejak keluarga di wilayah Keresidenan Besuki, hingga keyakinan spiritual yang diyakininya sebagai bagian dari perjalanan hidup,
Demuanya menjadi cerita yang ingin ia wariskan kepada generasi berikutnya.
Sosok yang dikenal dengan nama Agus Flores itu mengungkapkan kisah keluarganya untuk menjawab pertanyaan yang selama ini kerap muncul di tengah masyarakat benarkah dirinya memiliki garis keturunan Majapahit?
Menurut penuturannya, garis keluarga dari pihak ayah memiliki kaitan dengan sejarah yang ia yakini berakar pada Majapahit.
Ayahnya lahir di Mojokerto, sedangkan ibunya berasal dari Maumere, Flores. Agus Flores sendiri lahir di Sulawesi Tengah.
Namun, perjalanan keluarga sang ayah tidak hanya berkaitan dengan Mojokerto.
Ia menceritakan bahwa ayahnya menghabiskan masa kecil hingga dewasa di wilayah Keresidenan Besuki dan pernah tinggal di Pendopo Agung Besuki.
Kisah tersebut menjadi bagian dari ingatan keluarga yang kini kembali ia sampaikan kepada publik.
Pengalaman spiritual yang diyakini sebagai amanah leluhur
Selain mengisahkan silsilah keluarga, Agus Flores turut menceritakan pengalaman spiritual yang menurut pengakuannya telah dirasakan sejak kecil.
Ia mengaku terkadang mengalami pengalaman batin yang diyakininya berkaitan dengan kehadiran leluhur.
Dalam pengalamannya, kehadiran tersebut dimaknai sebagai nasihat dan amanah untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.
“Kalau mau dibilang indigo atau tidak, itu rahasia Allah SWT,” demikian ungkapan Agus Flores mengenai pengalaman pribadinya.
Ia memandang nilai-nilai kebaikan, nasihat, serta tanggung jawab sebagai hal penting dalam perjalanan hidup, terlebih ketika seseorang dipercaya memegang amanah kepemimpinan.
Pengalaman spiritual tersebut merupakan keyakinan pribadi Agus Flores dan perlu dibedakan dari bukti dokumenter mengenai silsilah maupun hubungan genealogis keluarganya.
Menelusuri silsilah dari Raden Astrodiarjo Kertabumi
Dalam penuturannya, Agus Flores menyebut nama Raden Astrodiarjo Kertabumi yang menikah dengan Roro Moerland sebagai bagian dari silsilah keluarga yang ditelusurinya.
Dari pernikahan tersebut, menurut cerita keluarga yang disampaikannya, terdapat empat orang anak, yakni Raden Sunaryo, Raden Kusman, Roro Asih, dan Roro Herlina.
Raden Sunaryo disebut pernah menjadi pejabat di Mojokerto, sedangkan Raden Kusman disebut pernah menjabat di wilayah Keresidenan Besuki.
Agus Flores juga menjelaskan bahwa Raden Kusman tidak memiliki anak sehingga Raden Kusnandar diangkat sebagai anaknya. Sementara itu, ayah Agus Flores disebut merupakan putra Roro Herlina dari pernikahannya dengan Raden Hadi Sunoto, yang dikaitkan dengan wilayah Kediri–Caruban.
Rangkaian nama dan hubungan keluarga tersebut menjadi dasar penuturan Agus Flores dalam menjelaskan asal-usul keluarganya.
Meski demikian, untuk memastikan hubungan antargenerasi serta keterkaitannya dengan sejarah Majapahit, diperlukan dokumen silsilah, arsip keluarga, atau sumber sejarah yang dapat diverifikasi.
Sejarah keluarga dan tanggung jawab mewariskan nilai
Bagi Agus Flores, mengungkap sejarah keluarga bukan semata-mata berbicara tentang gelar, nama besar, atau kebanggaan terhadap masa lampau.
Lebih dari itu, ia ingin mengenali akar keluarganya sekaligus menjaga agar cerita yang diwariskan para pendahulu tidak hilang ditelan waktu.
Perjalanan yang menghubungkan Mojokerto, Keresidenan Besuki, Maumere, dan Sulawesi Tengah menjadi bagian dari kisah hidup yang ingin ia dokumentasikan.
Memasuki usia setengah abad, Agus Flores menjadikan penelusuran tersebut sebagai momentum untuk kembali melihat perjalanan hidup, memahami asal-usul keluarga, serta merefleksikan amanah yang diyakininya menyertai setiap langkah.
Pada akhirnya, sejarah keluarga bukan hanya tentang siapa leluhur seseorang, melainkan juga tentang bagaimana generasi penerus menjaga ingatan, menghormati pendahulu, dan mewariskan nilai-nilai kebaikan.
Catatan redaksi: Uraian silsilah dan pengalaman spiritual dalam pemberitaan ini bersumber dari penuturan Agus Flores. Klaim mengenai keturunan Majapahit belum dapat dinyatakan sebagai fakta sejarah tanpa dukungan bukti yang memadai.
{Jurnalis Agus Suriadi}































